Bismillah…..
Kesunyian mengantarku menuju ruang mimpi yang semu. Serasa tulangku ingin menyeruak keluar bersama dengan luruhnya semua syarafku menyambut kabut-kabut beku yang menghujam pori-poriku. Seharusnya aku telah membeku sekarang, apalagi tak ada satu makhlukpun yang mendengarkan jeritan ngiluku. Ya Alloh, kemanakah mereka yang biasa menungguku di sudut jalan itu? biasanya mereka menyambutku dengan kalung sutra tebal sekedar melelehkan butiran Kristal beku di ujung kukuku. Ya Alloh, inikah hadiah yang kau janjikan pada manusia munafik seperti aku?? akankah seperti inikah maut menjemputku nanti?? Ngeri aku membayangkannya!
Kuhapus imaji hororku tadi. Beberapa hari ini, dia telah menyita waktuku. Dia, sebutan untuk seseorang yang sebenarnya sangat aku cintai dan aku sayangi tapi beberapa hari itu juga aku dengan lantang meneriakkan kebencian padanya. Tapi aku yakin itu hanyalah ekspresi semata. Sungguh, aku tak bisa mengusirnya begitu saja dari lembaran-lembaran album indah yang telah dia dan bersama aku rangkai selama ini. mungkin, suatu saat album itu bisa bertambah lagi. mungkin!! Entah kapan!!
Malam ini, yang menemani ragaku giliran music slow rock. Music MLTR alias Michael learns to rock menjadi obat canduku akan petikan gitar. Haha……aku rasa duniaku tinggal 2, music dan tulisan. Nyawaku tinggal 2, music dan tulisan. Bagiku dua hal itu mirip dan sehati. Dua-duanya jujur, ungkapan hati. Dua-duanya tak pernah berdusta. Mungkin inilah yang menjadikanku jatuh cinta pada mereka. Musik tak bisa hidup tanpa lirik, begitu juga tulisan tak bisa mengalir tanpa nada. Serumpun bukan? Sama seperti cinta. Sama seperti cinta dan khayalan. Mereka juga serumpun. Cinta bisa jadi seindah pelangi jika diwarnai khayalan, dan khayalan bisa seangker lawang sewu jika cinta telah terluka. Luka itu pedih, perih, ngilu, bernanah, bau, menjerit. Luka itu membawa kesempurnaan dalam kata. Luka itu membawa berita dalam sajak. Dan aku ingin, semua luka itu menjadi kesempurnaan dalam pendewasaanku. Iringan music melankolis ini menjadi saksi, betapa aku menikmati luka itu. betapa aku mencintai khayalan yang terluka itu. dulu, aku pernah merasa takut bermimpi karena aku takut hidupku yang sebenarnya takkan pernah dimulai. Tapi, sekarang semua itu kubantah. Aku mau hidup dalam mimpi, karena aku hanya akan mendapat gambar-gambar indah dari mimpi itu yang tak lagi kudapatkan di hidup yang nyata. Aku ingin menjadi seperti autis yang asik dengan dunianya sendiri. Dan saat semua itu nyata, maka aku menjadi pemenang sejati, the real winner!!!! The real challenger!!!
Aku suka salahsatu kalimat dalam lagu itu yang berkata seperti ini :
LOVE IS ONE BIG ILLUSION, I SHOULD TRY TO FORGET
BUT THERE IS SOMETHING LEFT IN MY HEAD
YOU’RE THE ONE WHO SET IT UP, NOW U’RE THE ONE TO MAKE IT STOP……………………
Kalimat itu begitu menyentuh perasaanku. Membuatku meleleh bersama kalimat itu. rasanya mengingatkanku akan sesuatu yang sedang meluluhlantakkan tatanan sanubari.
Kuikuti syair melodi melankolis itu tapi Cuma di bagian itu saja. Kuteriakkan kalimat sensitive itu. kubebaskan jiwaku. Iya……aku tak perlu malu. Toh…….ini hanyalah ekspresi!!! Cuma kalimat ini yang ingin aku katakan padanya. Jika bukan sekarang, maka biarkan kalimat ini menjadi bagian dari tumpukan sejarah hidupku yang senantiasa akan aku bingkai indah bersama senyumnya.
Bapak,Siapapun bapak sekarang, apapun yang telah bapak lakukan pada rista dan bram, apapun kata-kata yang telah bapak hadiahkan untuk kami, Aku sudah melepas semua, aku sudah memaafkan bapak,sungguh aku rindu pada pelukanmu,pada belaianmu di kala aku menggeliat dalam tidur, aku rindu pada bapakku yang dulu. Aku sudah ikhlas pak! Aku sudah memaafkan bapak. Aku sudah menghapus memar yang kau gambar diwajahku. Aku sudah melepas semua sumpahku. Andai nanti aku datang ke rumah kembali, sambutlah aku dan peluklah aku sebelum semuanya tak pernah bisa kita rasakan lagi.
Kamis, 05 Februari 2009
AKU SUDAH MEMAAFKANNYA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Syukurlah. I love that song, too.
(Assalamualaikum) the real salam for Muslim,