
Melirik embun pagi di balik kilauan cahaya sang surya di pantulan biasannya, membuatku tersenyum. Andai dalam biasnya embun itu memantulkan wajahmu, aku pasti akan berlari ke arahnya untuk mencari dimanakah kamu berdiri. Aku memang tidak bisa berucap dengan benar seperti gadis yang lainnya yang bisa dengan mudah mengeja kata “ A_K_U C_I_N_T_A K_A_M_U” tapi aku bisa kamu adu dengan mereka masalah pembuktiannya. Aku bisa menulis seribu kata untuk melukiskan bagaimana perasaanku sekarang padamu tapi aku tau itu tak kan pernah cukup. Ada orang bilang, “Terkadang kata itu tidak perlu, karena jika kamu mencintai seseorang dari hatimu maka semua itu akan tampak hanya melalui cara kamu memandangnya”. Mungkin kalimat itu benar dan berlaku padaku. Bagi gadis bisu sepertiku, berkata-kata melalui ucapan memang tidak akan mungkin. Tapi, bila kamu membaca buku ini kamu akan tau berapa banyak kata itu untukmu. Mungkin kamu tak pernah tau, aku selalu tersenyum bahagia ketika melihatmu tertawa. Aku selalu menyukai caramu tertawa. Meski bahan leluconmu terkadang tidak lucu, tapi jika itu membuatmu tertawa maka akupun selalu bisa tersenyum bahagia. Mungkin kamu tidak pernah tau, aku selalu mengingatmu setiap hari. Buktinya aku selalu mengirimimu pesan singkat setiap hari meski hanya sekali. Walau kamu jarang membalasnya. Aku selalu berpikir, mungkin kamu sedang sibuk dengan tugas-tugasmu, atau kamu sedang bermain bersama dengan teman-temanmu, atau kamu sedang malas membalas pesanku. Tak masalah bagiku, karena aku sangat mengenalmu. Mungkin gadis lain heran melihatku, mengapa aku bisa mencintaimu seperti ini, mencintaimu tanpa pernah kamu tau, mencintaimu tanpa pernah ada kata terucap sedikitpun dari mulutku. Tapi ketika mereka bertanya tentang itu, aku tak pernah mempunyai jawaban mengapa aku bisa mencintaimu seperti ini. Aku tak pernah punya alasan untuk mencintaimu. Aku hanya begitu bahagia ketika bertemu denganmu. Aku hanya begitu bahagia ketika menerima pesan singkat darimu. Aku hanya begitu bahagia ketika kamu tersenyum padaku. Tapi aku tak tau mengapa seperti itu. Bagi gadis lain, mungkin kamu biasa saja. Hanya seorang lelaki biasa, yang bertingkah laku biasa, mahasiswa biasa, dari keluarga biasa-biasa saja dan kamu hanya seorang penjual roti goreng. Tapi bagiku tidak seperti itu. Bagiku kamu adalah seorang lelaki aneh yang hobi melawak, yang tidak suka merepotkan oranglain, yang suka dan tergila-gila dengan musik punk, yang juga seorang punker sejati, yang sangat mencintai orangtua dan adikmu, yang bagiku semua itu tidaklah biasa. Aku tak tau bagaimana mendeskripsikannya melalui tulisan dan kata-kata. Yang aku tau, ketika bertemu denganmu, aku selalu menatapmu, kemudian terkadang kamu juga menatapku lalu tersenyum dan akupun tersenyum, lalu kamu pergi begitu saja tanpa berkata apa-apa padaku. Dan akupun hanya mengantar kepergianmu lewat sudut mataku dan sisa senyumku. Mengantarmu sampai kamu tak terlihat dari pandanganku lagi. Mungkin kamu heran mengapa aku hanya diam saja tiap bertemu denganmu, mungkin kamu juga menunggu sapaan dariku seperti aku yang selalu menunggu sapaan darimu, tapi aku memang tidak mampu berkata-kata. Aku tidak mau kamu tau bahwa aku hanya gadis bisu. Aku tidak mau kamu tau bahwa aku adalah si BINTANG yang mengirimi pesan padamu tiap hari itu. Aku tidak mau kamu tau bahwa aku selalu menunggumu di ujung jalan itu, untuk melihatmu pergi berjualan roti goreng. Mungkin kamu heran mengapa aku selalu disana tiap pagi, duduk dengan sebuah buku kecil di tanganku, kemudian diam seperti tak bernyawa, tapi itulah aku. Kamu tak akan pernah tau, aku selalu mengintipmu dari balik tirai jendela kamarku tiap sabtu sore untuk melihatmu nongkrong bersama teman-temanmu sambil main catur. Aku diam di balik tirai, aku mematung semua pikiranku hanya untuk memperhatikan tiap perubahan lekuk wajahmu. Aku begitu hafal, saat alis matamu mengerut menyatu dan saat tanganmu memegang kening adalah pertanda kamu sedang berpikir keras bagaimana cara mengalahkan lawan main caturmu. Aku begitu hafal ketika kamu dengan suara keras berkata, “Kalah Lagi” lalu kamu tertawa dengan suara keras bersama teman-temanmu. Aku selalu menanti tawa itu. Bagiku tawa itu begitu indah. Begitu lepas seperti bisa membawaku terbang dan berteriak. Aku ingin seperti kamu yang bisa berteriak dengan bebas dan lepas seperti itu. Kamu pasti tak pernah menduga, ada seorang wanita bisu yang mencintaimu seperti ini. Aku mempunyai suatu mimpi yang aku tak tau kapan mimpi itu akan terwujud. Aku ingin suatu saat berbicara denganmu berdua. Aku ingin kita bercanda berdua. Aku ingin kita berteriak berdua. Aku ingin mengikuti caramu tertawa. Aku ingin semua itu. Entah kapan semua itu nyata. Aku ingin mengucapkan bahwa, “Ada seorang gadis yang sangat mencintaimu. Yang tidak pernah bosan menunggumu.” Jika suatu saat kamu menikah dengan oranglain, maka aku akan datang ke pernikahanmu dan tersenyum bahagia padamu. Seperti kamu yang akan tersenyum bahagia ketika memperkenalkan pengantinmu padaku. Mungkin pada saat itulah salahsatu mimpiku untuk mengikuti caramu tertawa bisa terwujud. Aku percaya cinta yang datang dari hati tak akan pernah memaksa orang yang dicintai untuk membalas cintanya, tapi cinta itu akan selalu tersenyum saat melihat orang yang dicintai mendapatkan kebahagiaannya meski kebahagiaannya bukan untuk kita. Aku percaya itu. Mungkin akhirnya, aku dan dia akan mempunyai pasangan masing-masing. Dia bersama kekasih yang dicintainya dan aku bersama orang yang mencintaiku. Tak apa,asalkan tawa dari mulutmu tak pernah hilang. Cinta itu bisa belajar. Seiring dengan waktu. Tapi yang terpenting, selalu ada sejarah yang nyata tentang perjalananku mencintai seorang lelaki penjual roti goreng.
Salam sayang untukmu
My dream…always be my dream…
READMORE...
Kamis, 15 April 2010
CERITA CINTA DARI SI GADIS BISU
Kamis, 11 Februari 2010
SEBUAH CERITA UNTUK SEORANG WANITA HEBAT………………….
Kamis, 110210 (23.01)
Bismillah…..
Hemm…Alhamdulillah ada lagi kesempatan nulis hari ini. Setelah seharian tadi disibukkan dengan rutinitas harian di kampus, akhirnya datang juga kesempatan untuk merebahkan tubuhku di kasur. Sebenarnya sudah sejak tadi siang , rasa kantuk ini menagihku terus dan menggodaku untuk tidur, tetapi baru bisa aku lunasi malam ini mungkin. Haha…mungkin? Ya…karena terkadang penyakit insomniaku kambuh. Tadi siang, aku sudah menyempatkan tidur di musholla jurusan di kampusku, tapi bukannya nyenyak tidur malah badan sakit semua, karena badan yang sudah teramat lelah, tidur hanya beralaskan lantai yang dingin. Tapi, aku tetap bersyukur karena di balik semua itu, Alloh masih menaburkan berbutir-butir berkah untukku hari ini.
Malam ini, sebelum tidur, aku ingin curhat. Sekedar curhat saja, tentang apa yang telah aku lewati hari ini. Aku akan memulai cerita sejak awal aku bangun tidur tadi pagi hingga malam menjelang tidur. Pagi ini, aku terlambat bangun karena semalam aku begadang mengerjakan tugas, sholat subuhpun terlambat. Tapi, tetap Alhamdulillah karena Alloh masih bersedia membangunkanku. Aku berangkat kuliah, seperti biasa, jalan kaki. Orangtuaku tidak memberiku sepeda motor seperti teman-teman yang lain, karena memang aku yang menghendaki begitu. Seandainya aku minta pada mereka, mungkin mereka akan memberiku, tetapi aku tidak mau. Bukan apa-apa, aku hanya merasa telah berhutang banyak pada kedua orangtuaku. Aku tau, mungkin dalam hati kedua orangtuaku, menginginkan aku langsung bekerja setelah lulus SMA, namun aku tidak bisa mewujudkan keinginan mereka karena sesuatu hal. Untuk membayar rasa bersalahku pada mereka itulah aku sengaja tidak meminta sepeda motor. Walaupun jarak kos dengan kampus lumayan membuatku berkeringat saat jalan kaki, namun aku tak menyesal dengan keputusanku itu. lagipula, aku sudah terbiasa dengan kondisi seperti saat ini, sejak SMA aku selalu pulang pergi ke sekolah naik bis kota dan bukan naik sepeda motor seperti teman-temanku yang lain. sering beberapa dari temanku bertanya, “Ta, kamu gak capek ya jalan kaki terus. Minta motor ibumu po’o.” aku hanya tersenyum jika mendengar mereka berkata begitu. Dalam hati ini, jujur, aku sangat ingin seperti mereka, karena aku juga manusia biasa yang punya rasa lelah, namun saat aku berpikir begitu, aku segera membelokkan arah pikiranku bahwa aku masih beruntung mempunyai dua buah kaki yang utuh dan mampu kugunakan untuk berjalan. Dan bukankah sesuatu barang akan lebih berharga jika sering dimanfaatkan untuk kebajikan???? Semoga begitu juga denganku. Lagipula, aku tidak setiap hari berjalan, Alhamdulillah teman-temanku sangat mengerti aku. Tidak jarang mereka menawariku boncengan saat pergi ke kampus ataupun pulang. Alhamdulillah. Setelah sampai kampus, aku segera menuju ruang baca FTK di jurusanku di lantai 3. Sejak akan berangkat kuliah, aku sudah menyusun agenda kegiatanku hari ini. Dan aku memulainya dengan mencari referensi untuk mengerjakan TM (tugas merancang). Mencari buku register kapal memang mudah, begitu aku menuju rak paling belakang, langsung ketemu! Namun, kesulitan terbesar adalah mencari kapal yang tepat sesuai jenis kapal pada TM. Aku berdiam diri di ruang baca kurang lebih 2 jam sebelum akhirnya aku kuliah konstruksi kapal 2. Kuliah hari ini terasa sangat bersemangat! Alhamdulillah. Sekitar pukul 4 sore aku pulang kembali ke kos. Kali ini aku tidak jalan kaki, karena aku berhasil nebeng seorang teman yang kosnya searah dengan kosku. Alhamdulillah. Sampai di kos, aku terperanga, mengapa kos masih sepi, padahal biasanya jam segitu ibu kos sudah pulang kerja dan anak-anaknya pun sudah pulang TPA. Aku merasa sepi menyeruak saat aku memasuki kos. Salamku pun tak ada yang menjawab. Ku menyebut asmaNya dalam hati. Aku lelah sekali saat itu. Dan aku tidak suka jika sepi tanpa teman satupun seperti saat itu. tapi, aku segera istighfar. Bukankah kita tidak pernah sendiri??? Ada Alloh yang selalu bersama kita. Entah kenapa, setelah sholat maghrib, aku ingin menangis. Bahkan sampai sekarang. Ada sesuatu yang sangat kurindukan, teman! Aku mencari-cari apakah itu? aku sengaja menelpon beberapa teman untuk menanyakan dia lagi dimana, ngapain dan sebagainya, dengan tujuan untuk mengusir sepiku. Namun itu tidak berhasil. Aku menelpon lelakiku, dan mencoba mengambil intonasi yang paling sumringah dan ceria untuknya, dan dia ternyata sedang sibuk dengan TAnya. Akupun memberinya semangat! Ternyata tadi juga tidak bisa mengusir sepiku. Kucoba cari apa yang membuatku seperti ini? Dan tanganku pun berhasrat untuk menyalakan laptop dan mencari album foto keluarga. Saat melihat sebuah foto, airmataku mengalir. Aku tersenyum dan menyebut nama sesosok manusia dalam foto itu. aku sangat merindukannya. Aku rindu karena besok aku tidak bisa pulang dan tidak bisa mendengarnya bercerita. IBU. Dialah semangatku! Dialah yang slalu membuatku bertahan dari apapun! Kupandangi foto itu, kuperhatikan tiap lekuk wajahnya, dan airmataku mengalir semakin deras. Dialah seorang pahlawan yang terhebat yang pernah kukenal. Dialah yang mengajariku banyak hal! Besok, aku tidak bisa pulang, mungkin dia sudah menyiapkan sebuah cerita untukku. Ibu, minggu depan aku akan pulang! Simpan dulu ceritamu untuk minggu depan…
Pesan dari ceritaku adalah bahwa apapun keadaan kita, bagaimanapun kondisi kita, sudah sepantasnya kita bersyukur atas segala yang telah kita peroleh, karena semua itu adalah keputusan kita dan jerih payah kita. Dan dimanapun tempat kita berada, ingat satu hal bahwa kita mempunyai hutang yang sangat besar yang tidak akan mampu kita bayar pada seorang manusia yaitu IBU. Jadi,ingatlah dia saat kamu melakukan apapun….
Aku bangga dengan apa yang kuperoleh sekarang karena semua ini adalah hasil jerih payahku dan hanya untuk satu orang, kepada IBU semua ini kupersembahkan!
READMORE...
Minggu, 17 Januari 2010
APA YANG MEMBUATMU SUKA PADAKU?

Sunday night ( 07.50 pm )
16 january 2010
Bismillah…..
Alhamdulillah…..di tengah suasana liburan semester yang sibuk dengan aktivitas membantu orangtua, masih ada waktu untuk posting. Sebenarnya, udah sejak beberapa hari yang lalu, aku ingin posting tapi aku masih sibuk membantu orangtuaku. Lagipula, aku merasa beberapa hari kemarin terasa HAMBAR, alias biasa saja. Tidak ada momen spesial atau istimewa. Hampir setiap hari, kegiatanku hanya itu-itu saja. Tapi, hari ini aku merasa ada sesuatu yang istimewa, dan menarik hasratku untuk menulis dan berbagi cerita dengan kalian semua.
Berawal ketika sore tadi, ada seorang lelaki menelponku. Kusebut dia lelaki karena dia memang pantas disebut begitu,dia bukan lagi seorang cowok karena dia mempunyai pemikiran yang luar biasa dan sifatnya yang sangat dewasa. Lelaki itu bukan orang asing bagiku, bahkan bagiku dia adalah orang yang “istimewa”. Kusebut dia istimewa karena kami pernah mengalami momen bersama selama kurang lebih 2 tahun. Sampai sekarangpun kami masih selalu mempunyai momen bersama. Kami memutuskan untuk “break” sementara, paling tidak sampai kami berdua bekerja dan mapan. Aku bersyukur, karena kami mempunyai prinsip yang sama. Walau saat itu, jujur kuakui, aku sangat sulit beradaptasi dengan suasana baru yang bagiku cukup ekstrim, namun aku terus berusaha. Aku semakin mendekatkan diriku pada-Nya. Aku merasa wajib mencari “cinta” lain yang mampu mengisi jiwaku saat itu. Aku merasa tidak tertarik dengan lelaki manapun, aku merasa hatiku sudah tertutup untuk yang lain, karena aku telah berkomitmen dan komitmen itu rasanya seperti mendarah daging. Sesekali aku limbung, dan rapuh. Suasana yang awalnya, dia selalu ada untukku, namun berubah drastis, rasanya sangat sulit. Tapi, sekali lagi aku bersyukur karena dia tidak begitu saja menghilang. Dia tetap ada untukku namun yang berbeda hanya status kami saja. Kami selalu menjaga komunikasi. Tidak ada yang berubah dalam hal komunikasi. Dan sore tadi, bagiku adalah momen istimewa. Seperti biasa, dia menelponku. Kami saling menanyakan kabar, saling mengingatkan untuk beribadah, makan dan lain sebagainya. Kami berbincang seperti menit-menit, jam-jam, hari-hari yang lain. Sampai akhirnya dia menanyakan sesuatu yang cukup membuatku kaget dan berpikir lama. Dia bertanya, “Apa yang membuatmu suka padaku?”. Saat mendengar dia mengucapkan pertanyaan itu, aku terdiam untuk beberapa saat. Bukan karena aku memikirkan jawabannya, karena aku tak perlu memikirkannya dan aku selalu punya jawaban atas pertanyaan itu, tetapi aku bingung campur surprise karena tidak biasanya dia bertanya seperti itu padaku. Setelah terdiam beberapa saat, akupun menjawab dengan sangat yakin, “Aku menyukaimu karena kamu istimewa bagiku, kamu selalu menjadi dirimu sendiri di depanku,apa adanya dan aku selalu menyukai pemikiran-pemikiranmu yang hebat. Tetapi, aku sudah menyukaimu sebelum aku mempunyai alasan untuk menyukaimu. Lebih tepatnya, aku memang tak butuh alasan untuk menyukaimu”. Saat aku menjawab pertanyaannya, entah mengapa,aku menjadi sangat merindukannya. Dia terdiam untuk beberapa saat. Akupun melanjutkan jawabanku, “Aku sangat menyukai tawamu saat kita sedang jalan berdua. Aku bahkan berdoa, apapun yang terjadi, jangan sampai tawa indah itu hilang”. Dia tetap terdiam. Hening. Aku tak tahu apa yang dia pikirkan saat itu, tetapi mungkin dia sedang memikirkan jawaban-jawabanku. Kemudian dia bertanya, “Apa benar yang kamu katakan?”. Dan akupun menjawab dengan pasti, “tentu saja. Tidak ada alasan untuk berkata bohong saat ini”. Dan diapun tertawa. Aku sangat lega mendengar tawa itu. Entahlah….mungkin bagi kalian pertanyaan seperti yang dia lontarkan padaku adalah sesuatu hal yang biasa, namun bagiku pertanyaan itu sangat istimewa. Bahkan sampai sekarang, aku masih sangat merindukannya. Semua karena pertanyaannya itu. Sebuah pertanyaan yang sederhana namun membuat momen menjadi istimewa, itulah kehebatannya. Itulah mengapa dia kusebut lelaki bukan cowok. Jika kalian bertanya, sampai kapan rasa sukaku bertahan, aku akan menjawab, semuanya tak pernah dapat dipastikan, namun aku akan terus berusaha menjaga perasaan ini sampai Alloh memberi kehendak lain. Wallahu’alam.
Nb: for my aster, you always make my heart so smily. You’re my aster, always be my aster! I called u ASTER because you like my favorite flower, ASTER. F___S is my aster.
READMORE...
Senin, 04 Januari 2010
antara yang perawan dan yang bukan perawan....
Ahamdulillah....masih ada waktu untuk menyempatkan posting di sela-sela kesibukan ngoreksi hasil uas temen-temen. Hasrat untuk posting, berawal dari percakapan menggelitik antara aku dan ibuku. Percakapan yang awalnya membahas tentang kerusuhan yang terjadi di salahsatu tempat lokalisasi terbesar di Indonesia, bahkan ASia tenggara ini berubah menjadi percakapan yang sangat menggelitik bagiku, karena berawal dari percakapan itu, aku kembali mengingat sebuah kejadian yang hampir terlupakan. Padahal kejadian itu merupakan momen pertamaku mengetahui tentang sebuah rahasia penting, dan amat sangat sakral, berhubungan dengan kewanitaan. hihihi...
Waktu itu, tanggal 3 Januari 2010 aku secara tidak sengaja membaca berita di sebuah surat kabar tentang adanya pengrusakan di sebuah tempat lokalisasi yang bertempat di Surabaya, yang dilakukan oleh beberapa oknum bertopeng. Kemudian akupun memberitahu ibu tentang hal itu dan terjadilah perbincangan. Entah bagaimana,perbincangan kami beralih ke masalah perawan. Kata ibu, sebagian besar cowok bisa membedakan mana cewek yang masih perawan dan mana yang sudah tidak perawan. Dan saat ibu berkata seperti itu, aku merasa De Javu, merasa sebelumnya sudah ada orang yang berkata padaku seperti itu, dan aku merasa hal itu adalah momen penting yang terlupakan. Dan, ternyata benar. Sebelumnya sudah ada seorang teman yang mengatakan hal seperti itu padaku. sebut saja namanya Tambun. Saat itu, entah tepatnya kapan, aku meminta Tambun untuk menemaniku membeli baju di salahsatu mall di Surabaya. Tambun adalah teman satu jurusan di kampusku dan dia adalah COWOK.Digarisbawahi ya...dia adalah cowok. Awalnya, semua kesibukanku memilih baju aman-aman saja. Sampai akhirnya, di sebuah stan baju merek DUST, si Tambun tiba-tiba mendekatiku dengan gelagat seperti seorang maling pakaian dalam. Dia berbisik padaku, "Ta...liat deh mbak yang di depanmu tuh." AKupun cuma melirik kemudian melanjutkan kesibukanku memilih baju. Melihat responku yang segitu aja, Tambun mungkin gak terima dan melanjutkan kalimatnya. Dia semakin mendekat ke mukaku, hingga hampir mencium pipiku (untung gak ada orang liat)," Ta...tuh cewek aku jamin udah gak perawan." Hah???? Gerakan tanganku yang saat itu sedang asik memilih pakaian langsung terhenti seiring dengan melototnya mataku. Reflek, aku langsung menarik Tambun menjauhi cewek itu, takut kalau si cewek mendengar omongan Tambun. Awalnya, aku pikir Tambun akan mengatakan kalau cewek yang berdiri di depanku cantik, karena memang sang perempuan yang berdiri di depanku itu lumayan cantik. Tubuhnya tinggi,kulitnya kuning, dan bibirnya seksi. Pakaiannya juga lumayan ketat,sehingga lekuk-lekuk tubuhnya keliatan jelas.
SEtelah aku menjauh dari sang perempuan cantik itu, aku langsung menginterogasi Tambun. Kira-kira seperti inilah percakapan aku dan Tambun...
"Heh...mulutmu itu lho..mbok ya dijaga. Kalo mbaknya tadi tau trus gimana? Punya mulut gak disekolahin!" kataku sambil sewot. Sewot karena kegiatanku memilih baju jadi terhenti gara-gara mulut Tambun.
"Sorry. Habis...Tuh cewek tadi terlalu menarik perhatian. Apalagi aku kan cowok normal."jawabnya dengan tampang khasnya,blo'on.
"Trus..trus...darimana kamu tau kalo tuh cewek udah gak perawan?" tanyaku penasaran.
"Yaaa....Browsing donk Ta. Jaman sekarang tuh kita harus punya wawasan yang luas, apalagi soal cewek. Aku gak mau donk ntar yang jadi istriku udah gak perawan." jawabnya dengan sok diplomatis. Aku cuma manggut-manggut.
"Trus..ciri-cirinya cewek udah gak perawan apa? Kok kamu bisa yakin banget mbak tadi udah gak perawan...Heh...dont judge a book by its cover!" jawabku gak trima. Ya iyalah..gak terima. Kenapa kebanyakan orang tuh ngeliat orang lain cuma dari cangkangnya aja....
"Yakin deh! Coba perhatiin pinggang mbak itu, pinggangnya tuh udah melar Ta, trus pantatnya udah turun, trus payudaranya udah keliatan kendor. POkoknya udah gak kenceng lagi deh!" jawabnya dengan sangat amat yakin. Aku memperhatikan tiap kata-kata Tambun sambil ngelirik ke cewek cantik yang dimaksud. Aku perhatikan tiap bagian tubuh si cewek. Dan memang benar kata Tambun, beberapa bagian tubuh cewek itu memang tampak sudah nggak kenceng lagi alias udah melar. ckckck...jeli banget ya mata cowok, pikirku saat itu.
"Heh...tapi emang bener kaya gitu doank ya ciri-cirinya. kayanya belum valid deh," kataku setengah kurang yakin. Apalgi aku ingat punya teman SMA yang badannya juga seperti cir-ciri yang disebutkan Tambun, tapi gak mungkin banget kalo dia udah gak perawan. Pacaran aja gak pernah!
"Intinya itu Ta...cewek yang udah gak perawan tuh pasti keliatan deh. Auranya tuh beda sama cewek yang masih perawan ting-ting," jawabnya dengan pasti.
"Buset dah..omonganmu pake bawa-bawa aura segala. emang kamu tuh peramal?? Gaya tok.." jawabku sambil melengos pergi dan melanjutkan kesibukanku mencari baju. Tambun mengikutiku dari belakang dan berkata," Kalo kaya kamu gini Ta, keliatan begonya masalah cowok dan pacaran pasti masih perawan ting-ting." Akupun otomatis kaget dan melotot keduakalinya pada Tambun. Sialan, dia ngatain aku bego!
Akupun hanya tersenyum tanpa makna mengingat semua percakapan dan kejadian di mall bersama Tambun. SEderhana sih tapi cukup bermakna, dan cukup membuatku berdecak kagum. Kagum, karena kehebatan cowok dalam menilai cewek. Ternyata selama ini, aku salah jika menilai bahwa sebagian besar cowok tuh mata keranjang, suka melotot saat memperhatikan cewek. Mereka memang sangat jeli dalam memperhatikan cewek, mereka mungkin memang melotot saat memperhatikan cewek, namun itu semua dilakukan bukan semata-mata atas dasar nafsu namun untuk menyeleksi. Eits...pernyataanku ini ditujukan untuk para cowok jomblo. Kalau kasusnya terjadi pada para cowok sudah berpasangan alias sudah punya istri, yaa...itu namanya tetep NAFSU! Dan bagi cowok yang statusnya MASIH pacaran, menurutku sah-sah aja kok untuk melirik cewek laen. Janur Kuning belum melengkung, jadi proses seleksi masih berjalan. hahahaha....
Itulah..sepenggal ceritaku tentang perawan dan tidak perawan. ckckckck...ternyata jeli banget mata cowok tuh! Jadi buat kalian para cewek...jagalah diri kalian sebaik mungkin. Jadikan diri kalian seperti intan yang mahal harganya, sehingga hanya para lelaki yang kaya hati dan dunianya yang bisa membelimu!!
Nb: trus..kalo cowok bisa tau cewek perawan ato gak, cewek bisa gak ya tau cowok tuh masih perjaka atau gak??????????
READMORE...
Sabtu, 02 Januari 2010
sekilas tentang "kambing jantan"
Alhamdulillah...malem ini walo lagi agak kurang sehat gara2 tadi maksa jalan-jalan ke borobudur...tapi masih bisa untuk posting. Ditemani gerimis dan bau ampo...membuatku semakin bergairah untuk menumpahkan semua ide yang belum sempat tercurah. PAsti...sebagian dari para pembaca mengira aku akan menceritakan tentang perjalanan malam tahun baru. Bukan! Aku tidak tertarik menulis tentang nostalgia malam tahun baruku, karena bagiku biasa saja. Tidak ada peristiwa "wah" yang membuat otak ini greget untuk berubah lebih baik. Aku lebih tertarik menceritakan peristiwa tepat pada tanggal 1 januari 2010. Ada sebuah pengalaman yang menurutku lucu. haha..itu hanya menurutku saja.
Jadi, tepat pada malam awal tahun baru itu, aku merasa sangat malas untuk keluyuran (biasanya keluyuran...hehe). Selain capek karena begadang sampe jam 2 pagi, juga karena si om (pamanku) tidak ada rencana keluar. Mau keluar malam sendirian makin gak asyik, keponakan juga lagi sibuk meladeni temannya yang kebetulan malam itu menginap di rumah om. Rasa malas membuatku tersiksa. Kemudian aku berniat menelpon someone special for me. Dari percakapan itu, kesimpulannya adalah dia merekomendasikanku untuk menonton sebuah film yang diputar di salah satu stasiun televisi swasta untuk menghilangkan rasa bosanku. Aku pun semakin penasaran, kenapa dia begitu tertarik dengan film itu, kebetulan aku juga belum menonton film itu. Dan film itu berjudul "Kambing Jantan". film yang diambil dari sebuah buku karya Raditya Dika yang menceritakan kekonyolan hidup si Dika. Kebetulan pertama kali kunyalakan tivi, langsung adegan yang membuatku saat itu kaget bercampur heran. Aku merasa DE JAVU. SEpertinya adegan di film itu sudah sangat akrab aku lalui dengan someone special for me. Panggilan sayang antar kedua tokoh di film itu membuatku tertawa tanpa makna. Seolah yang menjadi tokoh Dika di film itu adalah dia dan yang menjadi kebo adalah aku. Sifat cemburu si kebo, dan sifat cuek serta keras kepala Dika adalah dua sifat yang seakan itu adalah jiplakan dari kami berdua. Aku hanya tersenyum tiap melihat adegan demi adegannya. Dia terus mengirim sms tiap ada adegan yang "ehem...ehem". Seolah dia teringat semuanya. Semua yang pernah kami alami bersama. Mungkin jika alur perjalanan kami selama dua tahun itu kami dokumentasikan, maka hasilnya akan mirip seperti film "Kambing Jantan". hahahahahha......
Sepanjang menonton film itu, aku terus tersenyum. Aku tidak munafik, aku memang masih sangat mencintainya. Melihat film itu, membuatku merindukan semua masa-masa indah itu. Dia kurasa juga begitu. Saat film usai, aku menelponnya, dan dia terus tersenyum. Dia bahkan berkata "kok ada ya film yang cocok banget gini sama kita?" hahaha. Bahagia sekali mendengar dia tertawa seperti itu. Dan yang membuatku smakin bahagia adalah di akhir percakapan, dia berkata,"kita harus menonton film itu lagi berdua". Huaaaahhh...leganya hati ini. Ternyata malam awal tahun baru itu begitu bermakna walau senyumku selalu tanpa makna.
Bagi kalian yang merasa sedang menjalani LDR (long distance relationship), aku sangat merekomendasikan untuk mencoba menyelami isi film ini.
Pesan : jarak terkadang menjadi hambatan dalam menjalin hubungan, namun coba tanamkan pikiran "pendekatan,pacaran tujuan akhirnya dalah pernikahan". karna kekuatan sebuah hubungan adalah rasa saling percaya.
That's my opini. so if u don't agree with my opini, up to u and please give a suggestion! oke.....ALWAYZ KEEP ON FIRE! ^^
READMORE...
Senin, 28 Desember 2009
Selasa, 22 Desember 2009
tak ada takdir yang bisa kita ubah.....
aku memilih judul itu karna seperti itulah adanya kita semua. aku merasa menjadi seorang pemain drama yang tiap skenarionya selalu menjadi teka-teki.aku merasa hanya menjadi aktris tanpa bayaran. aku tidak pernah tau..adegan apa setelahnya atau bagaimana endingnya. smua jalan ceritanya sudah ditulis oleh Sang Penulis Paling Canggih, siapa lagi kalo bukan Sang Pencipta alam semesta (Allohu Robbil Alamin).
terkadang ketika aku mendapatkan sesuatu yang di luar dugaanku, aku menciba menghibur diriku sendiri bahwa mungkn Tuhan ingin menunda keinginanku atau ingin menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik, tetapi terkadang itu semua tidak berhasil membuatku terhibur. aku malah sering berpkir bahwa sesungguhnya kita dilahirkan ke dunia ini hanya untuk menyaksikan keagunganNya..tanpa diberi hak untuk memilih mana yang kita suka. terkadang aku benar-benar marah ketika semua berakhir tanpa sesuai harapanku! padahal aku telah berusaha keras untuk mencapai semua itu!
kemarin....aku baru saja mengalami sesuatu yang membuatku merubah pandanganku terhadap smua lelaki.( kecuali hanya para nabi). aku pernah sangat mencinta seseorang. mungkin memang awalnya aku yang menyukai lebih dulu dan syukutlah dy pun begitu. hari demi hari, bulan demi bulan hingga 2 tahun pun berlalu. banyak masalah yang datang selama itu. tapi sebesar apapun masalah itu, selalu bisa aku selesaikan. DENGAN CARA AKU MENGALAH. namun 1 bulan setelah hari jadi kami berdua, hubungan kami kembali diterpa badai. awalnya bagiku badai itu tak sebegitu besar, namun aku salah. bermula karna aku mencurigainya karna sesuatu lalu dy marah besar dan ingin mengakhiri hubungan kami. aku sudah terlalu sering mendengarnya berkata begitu. aku pikir saat itu keadaan akan kembali membaik seperti semula tapi aku salah. ya...aku menghibur diriku dengan berpikir bahwa aku yang mungkin sudah terlalu sering membuatnya marah. tapi aku tidak terima dengan pikiranku sendiri....
sejak awal aku membangun prinsip bahwa aku akan menunggunya. tapi rasanya itu tak adil!!!! kenapa niatku yang sedemikian tulus harus dibayar dengan cara seperti ini??? apa salah jika kita menanyakan sesuatu yang aneh!!!
itu adalah kesekian kalinya, harapanku dibayar dengan "ngalah"!!! katanya ada takdir yang bisa kita ubah??????????? mana???????? apapun yang kita lakukan toh akhirnya, kembali padaNya!!!!!!!!!!! jadi intinya.....tidak ada takdir yang bisa kita ubah!!!!!! kita hanya bermain sebuah peluang!!! peluang menang atau kalah!!!!
Nb: prinsipku sekarang! NO BOY NO CRY!!! hahahahahahahaha
READMORE...