Alhamdulillah...malem ini walo lagi agak kurang sehat gara2 tadi maksa jalan-jalan ke borobudur...tapi masih bisa untuk posting. Ditemani gerimis dan bau ampo...membuatku semakin bergairah untuk menumpahkan semua ide yang belum sempat tercurah. PAsti...sebagian dari para pembaca mengira aku akan menceritakan tentang perjalanan malam tahun baru. Bukan! Aku tidak tertarik menulis tentang nostalgia malam tahun baruku, karena bagiku biasa saja. Tidak ada peristiwa "wah" yang membuat otak ini greget untuk berubah lebih baik. Aku lebih tertarik menceritakan peristiwa tepat pada tanggal 1 januari 2010. Ada sebuah pengalaman yang menurutku lucu. haha..itu hanya menurutku saja.
Jadi, tepat pada malam awal tahun baru itu, aku merasa sangat malas untuk keluyuran (biasanya keluyuran...hehe). Selain capek karena begadang sampe jam 2 pagi, juga karena si om (pamanku) tidak ada rencana keluar. Mau keluar malam sendirian makin gak asyik, keponakan juga lagi sibuk meladeni temannya yang kebetulan malam itu menginap di rumah om. Rasa malas membuatku tersiksa. Kemudian aku berniat menelpon someone special for me. Dari percakapan itu, kesimpulannya adalah dia merekomendasikanku untuk menonton sebuah film yang diputar di salah satu stasiun televisi swasta untuk menghilangkan rasa bosanku. Aku pun semakin penasaran, kenapa dia begitu tertarik dengan film itu, kebetulan aku juga belum menonton film itu. Dan film itu berjudul "Kambing Jantan". film yang diambil dari sebuah buku karya Raditya Dika yang menceritakan kekonyolan hidup si Dika. Kebetulan pertama kali kunyalakan tivi, langsung adegan yang membuatku saat itu kaget bercampur heran. Aku merasa DE JAVU. SEpertinya adegan di film itu sudah sangat akrab aku lalui dengan someone special for me. Panggilan sayang antar kedua tokoh di film itu membuatku tertawa tanpa makna. Seolah yang menjadi tokoh Dika di film itu adalah dia dan yang menjadi kebo adalah aku. Sifat cemburu si kebo, dan sifat cuek serta keras kepala Dika adalah dua sifat yang seakan itu adalah jiplakan dari kami berdua. Aku hanya tersenyum tiap melihat adegan demi adegannya. Dia terus mengirim sms tiap ada adegan yang "ehem...ehem". Seolah dia teringat semuanya. Semua yang pernah kami alami bersama. Mungkin jika alur perjalanan kami selama dua tahun itu kami dokumentasikan, maka hasilnya akan mirip seperti film "Kambing Jantan". hahahahahha......
Sepanjang menonton film itu, aku terus tersenyum. Aku tidak munafik, aku memang masih sangat mencintainya. Melihat film itu, membuatku merindukan semua masa-masa indah itu. Dia kurasa juga begitu. Saat film usai, aku menelponnya, dan dia terus tersenyum. Dia bahkan berkata "kok ada ya film yang cocok banget gini sama kita?" hahaha. Bahagia sekali mendengar dia tertawa seperti itu. Dan yang membuatku smakin bahagia adalah di akhir percakapan, dia berkata,"kita harus menonton film itu lagi berdua". Huaaaahhh...leganya hati ini. Ternyata malam awal tahun baru itu begitu bermakna walau senyumku selalu tanpa makna.
Bagi kalian yang merasa sedang menjalani LDR (long distance relationship), aku sangat merekomendasikan untuk mencoba menyelami isi film ini.
Pesan : jarak terkadang menjadi hambatan dalam menjalin hubungan, namun coba tanamkan pikiran "pendekatan,pacaran tujuan akhirnya dalah pernikahan". karna kekuatan sebuah hubungan adalah rasa saling percaya.
That's my opini. so if u don't agree with my opini, up to u and please give a suggestion! oke.....ALWAYZ KEEP ON FIRE! ^^
Sabtu, 02 Januari 2010
sekilas tentang "kambing jantan"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Komentar :
Posting Komentar