Bismillah……
Penat, sesak, gundah, rapuh. Empat nyawa yang sekarang sedang ramah menemaniku. Kuhabiskan malam yang sangat indah ini dengan berdiam diri di kamarku. Malas sedang menguasaiku. Tak ingin kutemukan suara apapun yang menyapaku kecuali gumaman nyamuk, ratapan cicak, dan bisikan semut. Aku terlalu berburuk sangka pada mereka, selalu kukira mereka sedang membicarakanku, sedang menertawakan kebodohanku yang menyia-nyiakan malam seindah ini dengan berdiam diri di kamar yang tak lebih bagus dari kandang mereka. Ah…apa peduliku? Sekarang aku Cuma ingin membisu. Sekarang aku Cuma ingin menghibur diriku lewat lagu-lagu metal, underground, dan semua yang menggambarkan kebebasan jiwa. Ya….rasanya aku ingin melepas jiwaku sekarang. Kubiarkan saja dia yang menikmati malam karna sejatinya Cuma ialah yang butuh sanjungan,sedangkan cangkangnya akan tetap berdiam diri menunggu sapaan semut kembali bersua.
Kunikmati tiap bait kalimat lagu-lagu cadas itu. kubiarkan kakiku dan tanganku mengejang seiring gebukan drum yang semakin lama terdengar seperti semangat yang membakar habis amarah yang mendidih dalam nadi. Sengaja kupasang volume maksimal, sengaja kutulikan telingaku agar aku tak mendengar jeritan nyamuk yang bising akan suara garang sang vokalis. Kubiarkan semut memakiku atas kebodohanku yang malah aku bangga-banggakan!! Aku Cuma butuh melepaskan jiwaku yang tadi telah dihimpit oleh bujuk setan. Aku Cuma ingin membuang amarah yang daritadi merasuki naluri beningku dan menghadiahkan kabut untuknya. Kubiarkan amarahku mengalir keluar lewat butiran halus airmata. Kubiarkan hati ini berteriak sebebasnya!!!! Kubiarkan mulut ini memaki kenyataan yang terlalu pahit untuk dibayangkan!! Rasanya lagu-lagu itu adalah pengantarku menuju kedamaian abadi. Rasanya melodi angker ini menyerupai malaikat berwajah tampan yang membuatku tertarik untuk menggandeng tangannya lalu mengikuti semua perintahnya. Rasanya aku sangat damai lewat iringan drum yang cadas!!!!! Rasanya aku bebas berekspresi!!!! Rasanya aku bebas meneriakkan kekecewaan yang memilukan!!!!!
Dalam kebisingan yang indah ini, di sudut hatiku tempat bersemayamnya satu nama yang sangat aku sayangi sedang meleleh terluka karena suatu kekecewaan mendalam. Baru kali ini, rasanya bagian dari tubuhku hilang entah kemana, sakit, perih, dan sejuta rasa pilu lainnya yang tak sempurna aku gambarkan. Ingin rasanya kembali ke masa lalu saat smua belum terjadi. Kubasuh airmata penanda luka ini. kupandangi cermin dan ingin rasanya kuhancurkan cermin itu. bagiku, dia hanyalah cermin yang menggambarkan fakta tanpa pernah membohongi. Entah kenapa, mala mini terasa begitu lama. Dalam ratapan piluku lewat lirik-lirik lagu yang mengiringiku, kusisipkan sebuah doa. Doa untuk seseorang yang sangat aku sayangi. Doa untuk seseorang yang menanamkan bibit cinta dan sekaligus mencabutnya menjadi duri yang melukaiku. Doa untuk sesorang yang dulu kusebut BAPAK. Dulu, karena sekarang aku enggan memanggilnya seperti itu. aku lebih suka memanggilnya DIA. Dan doa itu adalah :
Ya Alloh, Ya Robbi, sesungguhnya Engkaulah Maha Besar itu. sesungguhnya Engkaulah Maha Pemurah itu dan Maha Pengampun itu. sekarang saksikan hambaMu yang telah membawa setumpuk dosa untuk Kau ampuni. Hamba barusaja melakukan dosa besar, hamba barusaja memaki ayah hamba sendiri. Jika maaf tak kudapatkan dari bapak, maka hanya kepadaMulah Ya Alloh maaf itu aku pinta. Aku sudah memaafkan bapak. Aku sudah mengikhlaskan semua. Dan sekiranya Engkau juga memaafkan semua kesalahannya. Ya Alloh, mungkin airmata ini tak pantas aku pamerkan, tapi aku tidak kuat akan smua ini. Ijinkan aku menangis sebentar sekedar untuk membuang dendam. Ya Alloh, aku tak punya tempat mengadu lagi. Aku merasa lemah sekarang. Kupasrahkan segalanya padaMu. Tapi hanya satu pintaku Ya Alloh, kembalikan bapakku yang dulu. Agar Bram bisa tertawa lagi, agar Bram bisa semangat lagi, agar Bram tidak merokok lagi, agar Bram adikku tidak menangis lagi. Ya Alloh, jika bapak bersalah, kembalikan ia ke jalan yang tak salah. Aku yakin, ini semua adalah peringatan dariMu untuk aku yang kurang bersyukur. Jika ada sesuatu yang bisa mengembalikan bapak, maka aku bersedia meraih sesuatu itu demi Bram, demi Tya dan demi mama.
Kuakhiri doa itu dengan ucapa syukur tak terkira. Kubiarkan airmata terus mengalir sebagai rasa syukur yang tak kunjung padam. Bapak, sebentar lagi kau akan menyaksikan sesuatu itu kembali. Dan saat itu kembali kupastikan kau akan tersenyum lagi padaku dan pada Bram. Kubiarkan melodi garang itu tetap mengiringi akhir asaku. Sebagai lagu penutup.
Untuk Bram……..Mbak Ita akan membuatmu melepaskan sumpahmu pada bapak. Mbak Ita janji. RISTA SAYANG BRAM. RISTA SAYANG TYA. RISTA SAYANG MAMA. RISTA SAYANG DIA.
Selasa, 03 Februari 2009
DOA UNTUK DIA…..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak mudah membuat tersadar pada seseorang yang tengah terlupa. Percayalah semua pasti berakhir, badai pasti berlalu.
Jangan pernah berfikir menakhlukkan badai dengan halilintar atau gemuruh kemarahanmu saat ini.
Berusahalah selalu berpikir, bersikap dan bertindak positif agar saat badai berlalu dia akan benar-benar menyesalinya, kamu dan Bram adalah gemintang yang dirindukannya. Kalian adalah langit cerah yang didambakannya.
semoga seperti itulah yang akan terjadi. mungkin saat ini, aku hanya terlalu takut berharap. seperti dulu, aku berharap sesuatu yang indah tapi kenyataannya bertolak belakang.