HEADLINE TEXT MARQUE FITURE | CHANGE ALL OF THIS TEXT WITH YOUR OWN | NDYTEEN

Sabtu, 20 Desember 2008

KENAPA KAMU BERTERIAK?


Terkadang aku heran kenapa orang yang marah sering ngomong keras bahkan sambil berteriak pada lawan bicaranya. Padahal jarak mereka begitu dekat. Kenapa ya? awalnya aku pikir, ah mungkin itulah kenapa Alloh memberi akal dan emosi pada manusia. Ketika seseorang sedang marah, emosinya cenderung labil dan dengan akal dan perasaan inilah yang bertugas menyetabilkan emosi itu lagi. Aku pikir, orang yang menanggapi suatu masalah tidak dengan emosi adalah orang yang sangat bijaksana dan hoho...Aku sangat menyukai orang seperti ini. Like my mom.
Tapi tadi aku baru saja membaca sebuah artikel dan ada satu alasan yang membuatku tertegun sejenak dan sangat terpesona dengan artikel itu.
Sedikit cerita ya. Jadi artikel itu menceritakan tentang seorang guru yang bertanya pada muridnya. Pertanyaan yang mungkin bagi sebagian orang terkesan tidak penting dan simpel. "Mengapa orang berteriak ketika sedang marah?". Guru tersebut menanyakan pada murid2nya, apa jawaban dari pertanyaan itu. Tapi tak satupun dari jawaban murid-murid itu yang benar. Lantas guru tersebut berkata," ketika sedang marah, orang suka berbicara keras bahkan berteriak pada lawan bicaranya atau pada orang yang membuatnya marah, karena pada saat marah hati mereka berjauhan. Sehingga mereka harus berteriak agar terdengar apa yang dikatakan.,semakin mereka berteriak maka hati mereka akan semakin jauh sehingga harus berteriak lebih keras lagi." Begitulah jawaban guru tersebut. Murid2nya terpana mendengar jawaban guru itu. Sama seperti aku ketika membacanya.
Kemudian guru tersebut kembali bertanya, " Mengapa ketika orang saling jatuh cinta selalu berbicara halus lembut?" dan kali inipun murid2nya tidak ada yang bisa menjawab. Guru tersebut kembali menjawab. " Karena ketika seseorang saling jatuh cinta, hati mereka begitu dekat. Saking dekatnya mereka bahkan tidak perlu bicara untuk mengutarakan maksud hati. Cukup dengan tatapan mata dan senyuman, maka itu sudah menjawab semuanya."
Aku ambil kesimpuan dari artikel itu, bahwa sebenarnya, hal yang paling bijak dilakukan oleh orang yang sedang marah adalah diam. Karena menurutku diam bisa meredam segalanya. Jika terus berteriak akan membuat hati semakin jauh.
INNALLAHA MA'ASSOBIRIN (Sesungguhnya Alloh mencintai orang-orang yang sabar)!!

Komentar :

ada 2 komentar ke “KENAPA KAMU BERTERIAK?”
putrabayu mengatakan...
pada hari 

Orang Amerika punya ungkapan yang lumayan untuk menyebut marah, bukan Angry, tapi Mad (gila). Jauh sebelum Sigmund Freud lahir, Abu Bakar Ar-Razy menyebut kemarahan sebagai dominasi an-nafs al-ghadlabiyah, yakni manusia yang dikuasai jiwa kehendak, bukan rasionalitasnya (an-Nafs an-nathiqah).
Semakin tinggi derajad rasionalitasnya maka manusia tak mudah marah, paling tidak dalam ekspresi kesehariannya. Kemarahan sendiri memang sebuah cara individu melepaskan beban batinnya, tetapi biasanya disertai dengan munculnya masalah lain dalam relasi sosialnya, seperti ketidakenakan dengan yang dimarahi ataupun menciptakan musuh bagi dirinya sendiri.
Orang sabar bukanlah orang yang tidak pernah marah atau merasa marah, tetapi mereka yang mampu mengendalikan, dan bila perlu menyalurkan kemarahannya dengan cara bijak dan bermanfaat.
Pesan: Kalau suatu saat bener-bener bikin kapal, nggak usah pake marah, ya?

RieyaAriq's mengatakan...
pada hari 

Hmmm.... kalau saja marah bisa menyelesaikan masalah,...sayangnya masalah itu tidak pernah menyelesaikan masalah melainkan menambah masalah... tapi marah juga sebuah ekspresi kok..jd jgb takut untuk marah... cuman marah juga butuh manageman

Posting Komentar