HEADLINE TEXT MARQUE FITURE | CHANGE ALL OF THIS TEXT WITH YOUR OWN | NDYTEEN

Selasa, 23 Desember 2008

LANGIT MALAM INI…………

Malam ini,entah kenapa terasa begitu teduh. Maklum,tadi sore hujan deras. Seusai maghrib,aku duduk di dipan depan rumah. Dipan kayu yang sudah entah berapa minggu tidak aku sentuh. Hemmm….. damainya malam ini. Aku sandarkan kepalaku di dipan, kuhirup nafas dalam-dalam, kubiarkan embun merasuk dalam tenggorokanku dan membersihkan labirin paru-paruku. Kupandangi langit malam ini, begitu teduh. Muncul pertanyaan dalam benakku, kenapa ya kalo habis ujan, langit tampak cerah dan teduh, seolah telah mengeluarkan semua bebannya seharian? Ya…mirip seperti orang habis nangis gitu.

Entah kenapa, saat memikirkan pertanyaanku itu, aku teringat masa laluku. Seperti ada yang menarikku kesana, ke tempat dan memory pada masa itu. Masa-masa ketika aku bersama seseorang. Dan entah kenapa, kubiarkan saja jiwaku melanglang buana di dalamnya, serasa menikmati film diri sendiri. Pasrah tapi sebenarnya memang ada ketertarikanku untuk kembali berada di sana. Melihat aktingku bersamanya kala itu. Haha…kadang tawa kecil ini menemaniku ketika aku melihat diriku melakukan suatu hal yang aku anggap lucu saat ini tetapi kadang hik…hik…tangis ini yang menemaniku,kala aku melihat diriku sedih. Apalagi ketika aku berada pada saat klimaks itu. Rasanya luka itu kembali melepuh dan meleleh bersamaan dengan hatiku yang kembali berdarah. Dan entah kenapa, saat tiba di adegan klimaks itu, rasanya aku emoh melanjutkan perjalananku lagi. Aku ingin kembali ke masa-masa yang membuatku tertawa tadi. Aku ingin berteriak STOP. Tapi aku tak mampu. Rasanya,semua itu tuntutan peran yang wajib aku maenkan dimana aku menjadi pemeran utamanya. Rasanya sang sutradara memintaku untuk terus berjalan menyusuri lorong memory yang dinding-dindingnya dipenuhi berjuta aktingku bersamanya. Akupun terus berjalan. Aku ingin menutup mata,aku tidak sanggup melihat semua terusan cerita ini. Adegan-adegan ketika aku sendiri tanpa dia lagi,adegan-adegan ketika aku merapikan smua barang pemberiannya, serta semua adegan ketika aku berjalan tanpa dia di sampingku lagi. Tapi ada satu seri saat aku memutuskan untuk berpisah dengannya. Kejadian yang takkan pernah aku dan dia lupakan. Ya…memang aku yang menginginkan perpisahan itu. Mungkin karena aku terlalu menyukainya hingga aku tak rela ketika dia harus membagi perasaannya untuk perempuan lain. Aku percaya dia tidak pernah bermaksud melukai hatiku karena aku tahu dia juga memiliki perasaan yang sama denganku. Dia hanya ingin menyedekahkan sedikit kasih sayangnya untuk perempuan yang belum seberuntung diriku. Lagi pula perempuan itu juga baik. Waktu, dia bilang padaku bahwa dia ingin menolong perempuan itu, aku sangat bangga padanya. Dia sosok lelaki yang sangat peduli pada wanita. Akupun menyetujuinya. Tetapi jauh di dalam lubuk hatiku terdalam, aku tak bisa rela kalo hatinya harus terbagi untuk perempuan lain. Semakin hari, bayang-bayang menakutkan itu semakin menyeruak keluar bagai asap. Kian lama, asap itu serasa berubah menjadi hantu yang siap menakutiku di tiap tidurku. Akhirnya aku sampai pada titik dimana aku lebih suka mengatakan sebagai klimaks. Dan smuanya terjadi. Dan tiba di ujung perjalanan di lorong memoryku ini, aku merasa ada seseorang yang berkata di depanku sana, tapi aku tak tau siapa orang itu atau mungkin hanya imajiku belaka. Dia berkata, “ terkadang kita perlu jatuh dari ketinggian yang tak pernah kita bayangkan, agar kita bisa merasakan sakitnya dan segera menyadari bahwa banyak sekali hal yang telah kita lewati begitu saja tanpa kita hiraukan keberadaannya sehingga kita bisa segera bangkit untuk terus mengumpulkan hal-hal berharga lain yang takkan pernah lagi kita abaikan.”

Aku lalu terhenyak dari lamunanku setelah orang dalam imajiku, entah siapa dia itu mengatakan pesan tersebut. Rasanya aku seperti mati suri. Aku tiba-tiba merasa merinding campur kagum,atas pesan tadi. Seperti seorang malaikat yang sengaja dikirim Alloh untuk mengajakku rekreasi refleksi diri. Setelah bangun dari mimpiku, aku tiba-tiba merasa punya energi luar biasa. Aku jadi penasaran, siapa ya orang bijaksana tadi. Apakah dia jodohku kelak. Haha..akupun tertawa lepas. Masa lalu memang bukan untuk dilupakan tetapi lebih tepat bila dijadikan untuk refleksi diri,bahkan bisa dinikmati. Ah…rasanya sekarang tubuhku serasa ringan sekali tanpa beban. Aku siap menghadapi apapun yang akan terjadi di depan sana. Baik ataukah buruk, aku akan tetap melangkah.

Aku menarik napas dalam-dalam sekali lagi, rasanya kali ini udara lebih segar. Dan rasanya aku melihat, dia dan perempuan itu sedang tersenyum padaku. Akupun membalas senyumnya. Bukankah, lebih bahagia jika melihat orang yang kita sayangi bahagia. Lagipula sekarang aku juga sedang dekat dengan seseorang, dan akupun juga bahagia bersamanya. Dan sekali lagi, aku ingin melalui hari-hariku nanti bersamanya, berjalan beriringan dengannya.

Suasana hatiku seperti langit malam ini. Damai namun tetap bersemangat…..

Komentar :

ada 1
putrabayu mengatakan...
pada hari 

Pantas aja langit terasa teduh. Memang, yang bikin dunia terasa teduh sebenarnya adalah suasana hati kita sendiri. Saat hati suntuk, langit yang cerah serasa mau runtuh. Bila suasana hati sedang bahagia, topan dan badai akan terasa seperti semilir angin surga.

Posting Komentar