HEADLINE TEXT MARQUE FITURE | CHANGE ALL OF THIS TEXT WITH YOUR OWN | NDYTEEN

Rabu, 24 Desember 2008

CINTA TAK BUTUH MATA………

Judul di atas pasti menimbulkan kontroversi. Ada yang pro dan ada yang kontra. Tapi bukan maksudku untuk mengundang kontroversi. Aku Cuma ingin membagikan perasaanku ini untuk smua orang.

Aku yakin smua orang pasti pernah jatuh cinta. Masalah kesampaian atau tidak, itu urusan kesekian. Aku Cuma ingin memamerkan lukisan hatiku ini pada smuanya yang juga pernah mencicipi menu istimewa bernama CINTA. Lukisan hatiku ini telah aku bingkai dengan rapi dalam sebuah puisi. Puisi ini aku berikan untuk kalian semua dan khusus untuk seseorang yang selama ini telah tertidur di rumah hatiku. Terima kasih, lelaki, telah kau sirami bunga-bunga di hatiku dan telah kau jaga rumah hatiku dari semua yang akan mencemari perabotannya. Terima kasih, lelaki. insyaAlloh, Jika Alloh menghendaki hati ini kamu yang genggam, maka aku tidak perlu memanggilmu disini, lelaki, tapi lelakiku, belahan hatiku, matahariku, dan berbagai panggilan indah untukmu. Semoga kata-kata dalam puisi ini selalu bisa menjadi kereta yang mengantarmu ke mimpi indah. Amin…

Cinta tak pernah butuh mata……….
Seperti angin lincah dari gunung turun ke lembah
Tak pernah butuh tongkat untuk mengarahkannya
Seperti air dari muara berlari tanpa peta ke laut
Ia buta, tapi bisa sampai di rumahnya
Begitu juga hatiku, Ia juga tak punya mata, Ia Cuma punya wajah
Wajah yang punya seribu bahasa, bukan mata, wajah yang punya seribu cermin, bukan mata
Jika cinta butuh mata, takkan pernah ada ungkapan cinta itu buta…
Mereka orang dulu pasti lebih tau kenapa ungkapan itu ada
Ijinkan aku menjadi wajah yang selalu bersuara apa adanya dihatimu
Aku ingin menjadi seperti wajah air yang tak pernah berdusta
Ia bergetar saat udara membisikkan kata di wajahnya
Ia menari saat angin lincah menyentuhnya
Ia selalu setia menemani awan menunggu surya tidur untuk keduanya bersentuhan
Aku ingin menjadi seperti muka air yang tak pernah menyangkal
Ia menguap tanpa serpih saat surya kembali bangun
Ia membeku saat langit menjatuhkan dayang-dayangnya yang putih lembut
Ia tak pernah bersembunyi dari perubahan dan gejolak hati
Menanti awan kembali pada senja dengan tak pasti dan keduanya kembali bercumbu dengan kejujuran
Ijinkan aku menjadi muka air itu,
Yang merona saat disapa cinta, menjerit saat batin pedih, memerah saat asa hilang,dan merenung saat menunggu waktu
Ijinkan aku menjadi dia, tanpa mata
Tapi bisa menyentuhmu, bisa menari dihatimu
Bagai air yang tak pernah menolak lumut yang kotor
Ikhlas pada langit yang memayunginya………
Seperti aku yang selalu berdiri tegar menanti sang surya tidur dan malam datang mencari arti dirimu
Seperti aku yang selalu mengakar pada bumi menanti sang surya bangun dan kau luruh menjadi embun yang membelai wajahku….
Seperti aku yang tak butuh mata, saat memelukmu dalam asaku…seperti aku yang tak butuh mata saat mencintaimu… seperti air yang tak butuh mata saat menanti awan bercumbu dengannya……….seperti cinta yang tak pernah butuh mata…….

Lelaki,jangan pernah takut aku akan berpaling darimu hanya karna fisik atau apapun yang membuatmu cemas aku akan meninggalkanmu, karna hatiku ini tidak pernah punya mata. Dia hanya punya rasa. Dan rasa itu kini kamu yang jaga. Aku benar-benar tidak perduli orang mau berkata apa tentangmu, karna aku yakin kamu lelaki yang baik. Karna selama ini kamu telah menjaga hatiku, menguatkannya saat hati ini sedang rapuh dan mengendurkannya saat hati ini terlampau keras, dan menguatkan iman ini saat ia sedang malas.

Terima kasih lelaki.


Untuk kamu semua dan kamu yang selalu menjadi menu special di hariku…………

Komentar :

ada 2 komentar ke “CINTA TAK BUTUH MATA………”
putrabayu mengatakan...
pada hari 

Hik... Menu spesial? Kaya nasi pecel, rawon, soto, atau sambel tempe bosok aja... Sial banget itu lelaki, ya?
Eh, tapi mungkin juga dia sangat beruntung jadi menu spesial, karena pasti dilahap habis oleh sang pemilik menu. He..., nggak ada yang perlu tersisa dan basi.
Kata orang tua dulu, kalau makan nggak dihabiskan ayamnya bisa mati. Jadi, kalau selalu habis, berarti ayamnya hidup terus.
Selamat menikmati menu hari ini....ya?

rista mengatakan...
pada hari 

hehehe........yup, siiip!!
tengkyu atas commentnya lho bapak dosen yang baik!

tp masih penasaran ni....sama2 dari madiun kan?

Posting Komentar