HEADLINE TEXT MARQUE FITURE | CHANGE ALL OF THIS TEXT WITH YOUR OWN | NDYTEEN

Rabu, 07 Januari 2009

Untitled........

Bismillah….

Malam tetap datang menemaniku, tak bosan juga dia menyapaku walau telah berkali-kali berjumpa dengan gadis ini. Kali ini, aku ingin menikmati teduhnya sinar rembulan, yang beberapa hari ini tak kujumpai cahayanya yang ramah itu. Aku rindu pada wajah bulan yang bisu itu. Rasanya, walau dia bisu, tapi dia slalu mengerti apa yang aku risaukan, apa yang aku bahagiakan. Dia selalu menyimak tiap lekuk perubahan raut wajahku. Aku rasa, dia sangat pengertian padaku. Tidak seperti matahari, yang tidak mampu aku pandang sinarnya, terlalu menyilaukan. Membuat mataku sakit.

Malam ini, aku mencoba mencari sosok ramah yang menghilang beberapa hari ini. Aku ingin bercerita tentang suatu berita. Tentang seorang gadis yang sedang gundah menghadapi hidup. Hidup yang menurut dia terlalu indah dan sulit bagi dia untuk menikmati indahnya hidup itu. Saat dia sedang menikmati hiburan yang dihadiahkan alam padanya, dia harus dihadapkan pada kenyataan yang sulit dia terima. Kenyataan yang ingin sekali dianggap sebagai mimpi dan berharap dia Cuma sedang bermimpi. Tapi, beberapa kali dia memejamkan mata dan membuka matanya lagi, dia melihat bahwa itu bukan mimpi, itu nyata. Dia menganggap itu adalah mimpi terburuk dan ingin segera terbangun agar terbebas dari mimpi buruk itu. Keinginannya untuk menjadi gadis yang dinamis harus terbatasi karna suatu diagnose yang kedengarannya sangat mengerikan. Diagnosa yang menurutnya adalah tembok raksasa yang dibangun dari batu-batu gunung terkuat dan mempunyai pias yang tak terbatas, yang menghalanginya melanjutkan perjalanan mimpi panjangnya untuk menjadi gadis yang dinamis yang bebas menyalurkan smua kesempatan terindah. Diagnosa yang membuatnya merasa menjadi gadis lemah yang tak lebih dari seorang penyakitan yang Cuma berdiam diri di kursi pengadilan menunggu datangnya malaikat Izrail menyalami tangannya.

Melalui bait ini, aku ingin menghibur gadis itu. Gadis dinamis yang punya banyak mimpi indah yang belum terkabul itu berada lekat di sanubariku. Sakitnya yang dia rasakan, menjadi nyeri terkronis yang aku rasakan. Lekat dan menempel di hati ini. Dialah nyawa yang selama ini membuatku hidup. Dialah semangat yang membuatku bangkit dari keterpurukan tiap saat. Sekarang gadis itu lebih suka diam, sekarang gadis itu tak lagi ceria. Bulan, dimanakah engkau malam ini?? Aku ingin bercerita padamu. Aku ingin menangis, aku ingin membagi rasa sakit ini padamu. Aku ingin dia tersenyum lagi. Aku ingin gadis itu tetap bersemangat, meski sebagian mimpinya hilang. Aku ingin kamu menghiburnya. Buat dia tersenyum lagi.

Walau saat ini raga gadis itu sedang sibuk mencari sosokmu dan menangis pada malam,dan saat ini raganya Cuma bisa mengadu lewat bait-bait kalimat yang menjadi saksi betapa jiwanya kini sedang terguncang. Ya Alloh, sudah terlalu sering aku mencurahkan isi hatiku padamu. Dan aku yakin, Engkau pasti punya rencana indah untuk jiwaku ini, biarkan raga ini yang merasakan sakitnya. Tapi jangan jiwa ini ikut merasakannya. Aku….sang raga gadis dinamis itu, ingin menanggung semuanya, tapi jangan biarkan jiwa itu tertular pedih yang aku rasakan.

Untuk…..jiwaku yang sedang layu. BERSEMANGATLAH KARNA ALLOH TIDAK PERNAH MEMBERIKAN COBAAN DI LUAR BATAS KEMAMPUAN HAMBANYA………. AKU SAYANG KAMU.

Komentar :

ada 4 komentar ke “Untitled........”
putrabayu mengatakan...
pada hari 

Ada saat2 di mana hidup serasa tak berarti, seakan di hadapan kita hanya ada masalah dan masalah. Padahal sebenarnya semua itu tidak ada. Jiwa dan raga gadis manis itu baik-baik saja, hanya perasaannya saja yang tengah gundah gulana. Tak ada yang memenjarakannya. Tak ada yang mampu menolongnya, selain gadis manis itu mau bebaskan dirinya sendiri dari dera perasaan sendiri yang menciptakan belenggu untuk hatinya sendiri.

rista mengatakan...
pada hari 

Terimakasih bapak dosen yang baik dan so smart..
Iya, sebenarnya cuma saya sendiri yang bisa mengembalikan jiwa saya yang sedang rapuh. Bagi saya, yang menentukan tidak ada seorangpun yang berhak membuat saya harus membatasi mimpi saya. terima kasih banyak bapak dosen.
jazakallah.

ichan kapal mengatakan...
pada hari 

yaelah
gw apaan?

rista mengatakan...
pada hari 

chan maksudmu opo? gag jelas. lek kasih comment sing konkret lah!

Posting Komentar