Hari ini, aku mendengar sebuah lagu karya musisi terkenal. Bukan lagu tipeku, bukan lagu metal seperti yang biasa aku dengar, melainkan lagu mellow bertema cinta. Sebenarnya isi yang aku tangkap dalam lagu tersebut sangat ringan, tapi entah kenapa, satu kali aku mendengarnya, aku langsung tertarik dan terbawa dalam tiap alunan akustiknya. Musiknya sangat jujur, sangat ringan, tapi rasanya tiap aku mengulangi lagu itu, semakin kuat daya tarik lagu itu. sungguh aneh! Tidak biasanya aku tertarik dengan music akustik seperti ini. Music tanpa iringan drum, music yang tanpa beat yang membuatku jantungku terpacu dan membuatku bersemangat! Tapi entah kenapa music yang satu ini lain bagiku. Walau tanpa beat namun sanggup membuatku aliran darahku menari seiring petikan nada. Berulang kali aku putar lagu itu. lagu itu sebenarnya titipan teman. Biasanya tiap laptop dipinjam oleh teman, pasti saat kembali ke tanganku sudah banyak folder baru, entah berisi lagu atau data-data mereka.
Aku cermati bait-bait lagu itu. Ringan, namun mengena. Bagiku, lagu ini seperti puisi perjalanan cintaku. Sungguh mirip, sungguh berhimpit! Kuikuti syair musisi itu. andai ada gitar, aku ingin mencoba memainkannya. Rasanya, aku begitu larut, mencair dan bersatu lekat dalam bait nadanya. Bibirku ini komat-kamit bersatu dalam sajaknya…… beginilah syair itu :
Mungkin………
aku bisa bercinta dengan kamu kendati kata-katamu selalu menusuk jantung………
melukaiku...
mungkin……………….
ku mau memaafkanmu kembali demi cinta yang ada di hatiku meloloskanmu dari kata pisah
mungkin sang fajar dan sayap-sayap burung patah
menyaksikan kita berseteru slalu tak pernah damai
mungkin cintaku terlalu kuat dan menutupi
jiwa yang dendam akan kerasmu
sehingga kita bersama
mungkin………………
mungkin ku mau memaafkanmu kembali demi cinta yang ada di hatiku meloloskanmu dari kata pisah......
mungkin…………….
Syair dalam lagu ini, pikirku, sangat jujur. Persis seperti curahan hati seseorang. tak ada yang ditutupi. Mungkin, syair dalam lagu ini mewakili seluruh suara hatiku. Mungkin, seperti inilah bahasa nuraniku. Mungkin, seperti itulah bahasa cintaku. Iya, benar, cinta itu tidak pernah mengenal gengsi seperti cinta syair ini. Andai, kamu ada disini, aku ingin kamu tahu, inilah barisan kalimat yang tertahan di salah satu geratan pita suaraku. Inilah semua bahasa tak kenal dusta yang ingin aku titipkan pada genggaman tanganmu agar kau slalu membawanya kemanapun kau pergi, agar kau tidak pernah melupakannya.
Untuk lelaki di sebuah ruang di hati……………………….
Selasa, 30 Desember 2008
SEPERTI MUNGKIN…………….
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
ehemm....
Yups..lam knal juga ya....
Lgunya melly emang dasyat bgt...lagu yang melambangkan kisah kita emang lebih mudah dinikmati...
Assalamu'alaikum..ya akhi ya ukhti........
ehemm...juga pak!
iya nih lagunya melly nyentuh banget!
tengkyu ya commentnya...