Pernah nonton filmnya P.S I LOVE YOU gag? hemmmm...aku suka banget nih sama film satu ini. palagi aktornya si pria spartan ganteng, hehe...gerard butler! gag tau kenapa ya, aku kalo nonton film ini tuh kesannya natural gitu, gag dibuat-buat. aktingnya si hilary swank bener-bener alami banget. depresi istri yang ditinggal suaminya yang meninggal akibat tumor otak. kalo aku nangkep sih, si istri depresi karna belum bisa mengabulkan keinginan suaminya yang ingin punya anak.
Awal nonton film ini aku belum bisa nangkep maknanya. baru setelah nonton yang kedua kalinya di kamar kosku yang tenang dan damai, baru aku nangis. Nyentuh banget filmnya. Gag tega aja liat holly (hilary swank) berjuang bangkit. Yang bikin aku tersentuh, waktu tepat hari ulang tahun holly yang ke 30, tiba-tiba dia mendapat kiriman kue ulang tahun dari almarhum suaminya. diapun kaget dan tidak percaya. namun dia akhirnya percaya karena di dalam bungkusan kue tarnya itu terdapat rekaman suara suaminya. Dalam rekaman itu, suami (Gerry) berkata bahwa dia belum bisa say goodbye pada istri yang sangat dicintainya itu. Almarhum Gerry ingin membantu istrinya bangkit dengan kiriman surat-surat yang berisi langkah-langkah yang harus dijalani sang istri.
Film ini menurutku penuh makna. Bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Sehingga kita harus mempunyai jiwa yang lapang dan pikiran yang terbuka dalam menatap kehidupan nyata dunia ini. Dunia ini tidak seindah cerita novel drama yang kebanyakan kisahnya berakhir happy ending. Begitu juga dalam film ini. Ending pada film ini, mungkin sengaja diuat nggantung agar penonton bisa meneruskan sendiri ceritanya sesusi pikirannya dan imajinya. Yang jelas film ini tidak seperti kebanyakan cerita cinta yan berakhir happy ending. Ya....bagi penggemar drama pasti juga tau The Notebook. ya...menurutku fifty-fifty dengan The Notebook. TOP BGT deh pokoknya!!
Jumat, 26 Desember 2008
P.S I LOVE YOU
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mestinya jangan ambil jurusan perkapalan. Mungkin filsafat atau sastra cocok banget. Tapi boleh juga kalau pengennya seperti Ibnu Bathutah atau Marcopolo.
hahaha....dulu sempat kepikiran gitu, pengen ambil sastra, malah pengen ambil psikologi juga. Langsung deh...mama teriak-teriak gag terima. pokoknya gag mau kuliahin aku kalo ambil jurusan itu. heran deh....padahal kan aku hobi nulis, mama juga tau tuh. udah menghasilkan satu novel ya walau belum mau aku terbitin. Tapi gag apa2. Perkapalan asik deh..TOP BGT deh pokoknya. VIVAT PERKAPALAN!!!