HEADLINE TEXT MARQUE FITURE | CHANGE ALL OF THIS TEXT WITH YOUR OWN | NDYTEEN

Sabtu, 27 Desember 2008

KENANGAN MASA KECIL……………..

Bismillah……….
Malam ini seperti biasa, kuisi dengan menulis. Tadinya pengen melanjutkan novel yang udah lama gak kelar-kelar, tapi entah kenapa pikiran ini blank, gag ada ide samasekali tentang kelanjutan novel ini. Maklum, belum ketemu sama temen-temen Bali untuk cari info dan referensi tentang tempat bersejarah di Bali. Sekedar informasi saja, novelku mengambil setting di Ubud, Bali. Dan jujur, menurutku novelku kali ini benar-benar menguras tenaga karena aku harus mencari banyak informasi tentang tempat tinggal para tokoh dan juga harus belajar banyak tentang kepribadian cowok. Tokoh utamaku pada novelku ini sengaja aku pilih cowok karena aku bosan dengan tokoh novel cewek. Hehe…..bukan itu sebenarnya alasannya. Ada unsur pribadi yang tidak boleh disebutkan di sini. 
Kali ini aku ingin sedikit mengusik masa laluku. Flashback sedikit. Kembali ke masa lalu tidak ada salahnya kan? Sekedar untuk mereview apa saja yang telah kita lakukan selama ini dan menggaristebali kesalahan apa saja yang pernah kita lakukan agar kita tidak mengulanginya lagi. Bisa dibilang, masa laluku tidak terlalu indah. mungkin aku selalu iri bila mendengar teman-temanku bercerita tentang masa-masa kecil mereka. Hehe…kadang aku berkhayal andai aku seperti itu. Ah…tapi setelah aku pikir, untuk apa aku iri dengan mereka. Aku juga punya masa lalu yang bagiku sangat berharga dan sangat bermakna, tidak akan ada yang bisa menandingi betapa penuh warna masa laluku. Bahkan aku selalu bangga dengan masa lalu ini, Karena tidak semua orang punya masa lalu seperti aku. kebanyakan aku dengar dari teman-temanku, bahwa masa kecil mereka selalu bahagia, mendapatkan apa yang mereka inginkan, berkumpul bersama teman sebaya untuk bermain, dan segerbong cerita indah lainnya. Haha…beda dan sangat berbeda dengan aku. dulu aku pernah berpikir, kenapa Alloh tidak adil padaku? Kenapa teman-temanku selalu bebas bermain sesuka hati mereka, sedangkan aku tidak? Ya..maklum, pikiran anak-anak. Bahkan di buku diaryku waktu itu, pernah aku tulis kata-kata : AKU ANAK TIRI. Hahaha…..selalu ingin tertawa jika mengingatnya. Tapi itulah aku di masa kecil. Aku hidup di keluarga yang sangat menanamkan prinsip kedisiplinan. Maklum bapakku adalah seorang tentara. Bapakku juga sudah terbiasa hidup di keluarga militer karena kakekku juga seorang tentara. Semua anak kakekku bekerja sebagai tentara kecuali anak bungsu kakek, omku yang memilih menjadi seorang pelayar dan sekarang dia berada di Arab. Sejak aku mulai sekolah di bangku SD, orangtuaku telah menanamkan pikiran di otakku ini agar aku tidak ikut-ikutan gaya teman-temanku semasa SD saat itu. Pokoknya aku Cuma boleh belajar dan sepulang sekolah tidak boleh mampir apalagi keluyuran. Padahal waktu itu lagi ngetrendnya main orang-orangan dari kertas (entah apa namanya, aku lupa). Dan parahnya lagi, teman-teman perempuanku saat itu selalu mengiming-imingi aku dan membujukku untuk bermain bersama mereka sepulang sekolah. Tetapi, karena rasa hormatku ( lebih pantas disebut rasa takut) pada bapak dan mama di rumah, maka aku selalu menolak mereka. Tidak jarang, tiap pulang sekolah, aku menangis di kamar, meratapi masa kecilku yang aku rasa pada saat itu tidak bahagia. Rista kecil menjerit, Ya Alloh, Kenapa Engkau memberiku orangtua yang tidak sayang padaku? Kenapa aku tidak boleh bermain bebas seperti teman-temanku yang lain? Aku iri pada mereka, kenapa mereka punya orangtua yang pengertian pada mereka? Tapi jeritan itu hanya dalam hati, tidak pernah serius aku katakan pada mama apalagi bapak. Rutinitasku tiap hari efektif adalah belajar dan belajar. Pernah suatu ketika, aku merasa teman-teman sekelas menjauhiku, aku tidak tau kenapa mereka tiba-tiba seperti itu. Dan yang lebih menyakitkan hati si Rista kecil saat itu adalah beberapa teman-teman cewekku yang tergabung dalam sebuah geng mengolok-ngolok aku. bahkan mereka tidak mau bersentuhan denganku, kata mereka aku ini menjijikkan. Hancur hatiku saat itu. Bahkan mereka juga menyebarkan pada teman-teman sekelas tentang diriku yang mereka anggap menjijikkan itu. Rista kecil memang sesosok bocah yang dekil, item, dan mungkin bagi mereka memang menjijikkan. Aku tidak pernah menyalahkan mereka saat itu karena aku memang merasa seperti itu, bahkan ada orangtua salahsatu teman yang juga mengatakan bahwa aku ini tidak pantas bergabung bersama anaknya ( sekarang beliau telah almarhum) . Saat itulah titik terendah yang aku rasakan pada masa kecil. tapi justru itulah yang akhirnya menjadi semangatku dalam meningkatkan prestasiku. Aku terus giat belajar. Aku benar-benar tidak perduli lagi dengan kesenangan teman-temanku. Dan akhirnya semua jerih payahku membuahkan hasil. Pada saat ebtanas aku berhasil menyabet peraih NEM terbaik nomer 3 di kabupatenku waktu itu. betapa bangganya aku. kemudian akupun berpisah dari teman-temanku semasa SD karena aku keterima di SMP terfavorit di kotaku saat itu, sedangkan teman-temanku yang lain sekolah di kabupaten saja. Betapa bangganya aku, karena Cuma dua orang yang terpilih masuk SMP tersebut. Apalagi aku berhasil masuk kelas unggulan di SMP tersebut. sejak saat itu, aku merasa bahwa orangtuaku sangat menyayangiku. Merekalah yang membuatku bisa tetap berdiri seperti sekarang. Bapak yang disiplin yang selalu berpesan bahwa waktu di dunia ini sangat berharga dan mama yang selalu menjadi penyemangat saat aku lesu. Rista si bocah kecil yang menjijikkan itu kini bisa seperti sekarang (yang jelas sudah tidak dekil lagi). Semua berkat kalian, berkat orangtuaku, dan juga berkat ejekan-ejekan kalian yang membuatku bangkit saat itu. terima kasih teman-temanku. Dimanapun kalian berada sekarang, aku selalu berdoa agar Alloh selalu melindungi kalian dan menyinari hati kalian. Sebenarnya aku sangat merindukan teman-teman SDku ini, kapan ya kita bisa berkumpul? Wulan, Fira, Ninggar, Anisa, Rossy, Linda, Aden, Archie, Agil, Hanggar, Sony, Rizki, Kiki, Adam, dan smuanya yang belum aku sebutkan namanya, TERIMA KASIH atas semua kenangan yang telah kalian torehkan dalam lembaran-lembaran hidupku. Bagiku tidak ada yang lebih indah ketika kita bisa berkumpul lagi bertukar cerita tentang semuanya. Jangan lupa jika ada yang menikah, jangan lupa kirimkan undangannya ke rumahku ya. aku belum pindah kok, masih di sebelah rumah Hanggar. 

I MISS U FULL………. 

Komentar :

ada 2 komentar ke “KENANGAN MASA KECIL……………..”
putrabayu mengatakan...
pada hari 

Nggak nyangka, ternyata pernah kecil juga....
Pasti anak SMP 2 ya? Anak Nglames ya?

rista mengatakan...
pada hari 

HAHAHA.........SALAH BESAR pak!!! Jauh banget ya sama rumahku............. hahaha......
kok bisa ngira anak nglames tuh piye to pak?? anak nglames ya?? emmm..... itu mah ......ku.

Posting Komentar