<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084</id><updated>2011-07-30T09:10:57.733-07:00</updated><category term='flashback'/><category term='fiksi'/><category term='curahan hatiku'/><title type='text'>bunda_lupherz</title><subtitle type='html'>blog ini memuat tulisan asli dari hasil pemikiranku sendiri. bila ada yang tidak setuju, saya mohon maaf, tapi itu semua murni dari ide yang muncul tiap saat. dan buatku, menulis adalah kegiatan yang sangat istimewa karna bisa bebas menuangkan pikiran tanpa takut menyinggung pihak lain. SCRIPTA MANEN VERBA VOLAN (yang abadi adalah tulisan)...............</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-7926397764450309272</id><published>2010-04-15T00:24:00.000-07:00</published><updated>2010-04-15T00:49:03.425-07:00</updated><title type='text'>CERITA CINTA DARI SI GADIS BISU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S8bEzRAC-OI/AAAAAAAAACk/GuUuL4fxDdw/s1600/true+love.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 193px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S8bEzRAC-OI/AAAAAAAAACk/GuUuL4fxDdw/s200/true+love.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460267983249275106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Melirik embun pagi di balik kilauan cahaya sang surya di pantulan biasannya, membuatku tersenyum. Andai dalam biasnya embun itu memantulkan wajahmu, aku pasti akan berlari ke arahnya untuk mencari dimanakah kamu berdiri. Aku memang tidak bisa berucap dengan benar seperti gadis yang lainnya yang bisa dengan mudah mengeja kata “ A_K_U C_I_N_T_A K_A_M_U” tapi aku bisa kamu adu dengan mereka masalah pembuktiannya. Aku bisa menulis seribu kata untuk melukiskan bagaimana perasaanku sekarang padamu tapi aku tau itu tak kan pernah cukup. Ada orang bilang, “Terkadang kata itu tidak perlu, karena jika kamu mencintai seseorang dari hatimu maka semua itu akan tampak hanya melalui cara kamu memandangnya”. Mungkin kalimat itu benar dan berlaku padaku. Bagi gadis bisu sepertiku, berkata-kata melalui ucapan memang tidak akan mungkin. Tapi, bila kamu membaca buku ini kamu akan tau berapa banyak kata itu untukmu. Mungkin kamu tak pernah tau, aku selalu tersenyum bahagia ketika melihatmu tertawa. Aku selalu menyukai caramu tertawa. Meski bahan leluconmu terkadang tidak lucu, tapi jika itu membuatmu tertawa maka akupun selalu bisa tersenyum bahagia. Mungkin kamu tidak pernah tau, aku selalu mengingatmu setiap hari. Buktinya aku selalu mengirimimu pesan singkat setiap hari meski hanya sekali. Walau kamu jarang membalasnya. Aku selalu berpikir, mungkin kamu sedang sibuk dengan tugas-tugasmu, atau kamu sedang bermain bersama dengan teman-temanmu, atau kamu sedang malas membalas pesanku. Tak masalah bagiku, karena aku sangat mengenalmu. Mungkin gadis lain heran melihatku, mengapa aku bisa mencintaimu seperti ini, mencintaimu tanpa pernah kamu tau, mencintaimu tanpa pernah ada kata terucap sedikitpun dari mulutku. Tapi ketika mereka bertanya tentang itu, aku tak pernah mempunyai jawaban mengapa aku bisa mencintaimu seperti ini. Aku tak pernah punya alasan untuk mencintaimu. Aku hanya begitu bahagia ketika bertemu denganmu. Aku hanya begitu bahagia ketika menerima pesan singkat darimu. Aku hanya begitu bahagia ketika kamu tersenyum padaku. Tapi aku tak tau mengapa seperti itu. Bagi gadis lain, mungkin kamu biasa saja. Hanya seorang lelaki biasa, yang bertingkah laku biasa, mahasiswa biasa, dari keluarga biasa-biasa saja dan kamu hanya seorang penjual roti goreng. Tapi bagiku tidak seperti itu. Bagiku kamu adalah seorang lelaki aneh yang hobi melawak, yang tidak suka merepotkan oranglain, yang suka dan tergila-gila dengan musik punk, yang juga seorang punker sejati, yang sangat mencintai orangtua dan adikmu, yang bagiku semua itu tidaklah biasa. Aku tak tau bagaimana mendeskripsikannya melalui tulisan dan kata-kata. Yang aku tau, ketika bertemu denganmu, aku selalu menatapmu, kemudian terkadang kamu juga menatapku lalu tersenyum dan akupun tersenyum, lalu kamu pergi begitu saja tanpa berkata apa-apa padaku. Dan akupun hanya mengantar kepergianmu lewat sudut mataku dan sisa senyumku. Mengantarmu sampai kamu tak terlihat dari pandanganku lagi. Mungkin kamu heran mengapa aku hanya diam saja tiap bertemu denganmu, mungkin kamu juga menunggu sapaan dariku seperti aku yang selalu menunggu sapaan darimu, tapi aku memang tidak mampu berkata-kata. Aku tidak mau kamu tau bahwa aku hanya gadis bisu. Aku tidak mau kamu tau bahwa aku adalah si BINTANG yang mengirimi pesan padamu tiap hari itu. Aku tidak mau kamu tau bahwa aku selalu menunggumu di ujung jalan itu, untuk melihatmu pergi berjualan roti goreng. Mungkin kamu heran mengapa aku selalu disana tiap pagi, duduk dengan sebuah buku kecil di tanganku, kemudian diam seperti tak bernyawa, tapi itulah aku. Kamu tak akan pernah tau, aku selalu mengintipmu dari balik tirai jendela kamarku tiap sabtu sore untuk melihatmu nongkrong bersama teman-temanmu sambil main catur. Aku diam di balik tirai, aku mematung semua pikiranku hanya untuk memperhatikan tiap perubahan lekuk wajahmu. Aku begitu hafal, saat alis matamu mengerut menyatu dan saat tanganmu memegang kening adalah pertanda kamu sedang berpikir keras bagaimana cara mengalahkan lawan main caturmu. Aku begitu hafal ketika kamu dengan suara keras berkata, “Kalah Lagi” lalu kamu tertawa dengan suara keras bersama teman-temanmu. Aku selalu menanti tawa itu. Bagiku tawa itu begitu indah. Begitu lepas seperti bisa membawaku terbang dan berteriak. Aku ingin seperti kamu yang bisa berteriak dengan bebas dan lepas seperti itu. Kamu pasti tak pernah menduga, ada seorang wanita bisu yang mencintaimu seperti ini. Aku mempunyai suatu mimpi yang aku tak tau kapan mimpi itu akan terwujud. Aku ingin suatu saat berbicara denganmu berdua. Aku ingin kita bercanda berdua. Aku ingin kita berteriak berdua. Aku ingin mengikuti caramu tertawa. Aku ingin semua itu. Entah kapan semua itu nyata. Aku ingin mengucapkan bahwa, “Ada seorang gadis yang sangat mencintaimu. Yang tidak pernah bosan menunggumu.” Jika suatu saat kamu menikah dengan oranglain, maka aku akan datang ke pernikahanmu dan tersenyum bahagia padamu. Seperti kamu yang akan tersenyum bahagia ketika memperkenalkan pengantinmu padaku. Mungkin pada saat itulah salahsatu mimpiku untuk mengikuti caramu tertawa bisa terwujud. Aku percaya cinta yang datang dari hati tak akan pernah memaksa orang yang dicintai untuk membalas cintanya, tapi cinta itu akan selalu tersenyum saat melihat orang yang dicintai mendapatkan kebahagiaannya meski kebahagiaannya bukan untuk kita. Aku percaya itu. Mungkin akhirnya, aku dan dia akan mempunyai pasangan masing-masing. Dia bersama kekasih yang dicintainya dan aku bersama orang yang mencintaiku. Tak apa,asalkan tawa dari mulutmu tak pernah hilang. Cinta itu bisa belajar. Seiring dengan waktu. Tapi yang terpenting, selalu ada sejarah yang nyata tentang perjalananku mencintai seorang lelaki penjual roti goreng. &lt;br /&gt;Salam sayang untukmu&lt;br /&gt;My dream…always be my dream…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-7926397764450309272?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/7926397764450309272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2010/04/cerita-cinta-dari-si-gadis-bisu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/7926397764450309272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/7926397764450309272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2010/04/cerita-cinta-dari-si-gadis-bisu.html' title='CERITA CINTA DARI SI GADIS BISU'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S8bEzRAC-OI/AAAAAAAAACk/GuUuL4fxDdw/s72-c/true+love.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-6928926532400033776</id><published>2010-02-11T21:35:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T21:39:26.024-08:00</updated><title type='text'>SEBUAH CERITA UNTUK SEORANG WANITA HEBAT………………….</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S3TpfgTheKI/AAAAAAAAAB8/-_EQQPlwaFY/s1600-h/P1000385.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S3TpfgTheKI/AAAAAAAAAB8/-_EQQPlwaFY/s200/P1000385.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437227377600067746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 110210 (23.01)&lt;br /&gt;Bismillah…..&lt;br /&gt;Hemm…Alhamdulillah ada lagi kesempatan nulis hari ini. Setelah seharian tadi disibukkan dengan rutinitas harian di kampus, akhirnya datang juga kesempatan untuk merebahkan tubuhku di kasur. Sebenarnya sudah sejak tadi siang , rasa kantuk ini menagihku terus dan menggodaku untuk tidur, tetapi baru bisa aku lunasi malam ini mungkin. Haha…mungkin? Ya…karena terkadang penyakit insomniaku kambuh. Tadi siang, aku sudah menyempatkan tidur di musholla jurusan di kampusku, tapi bukannya nyenyak tidur malah badan sakit semua, karena badan yang sudah teramat lelah, tidur hanya beralaskan lantai yang dingin. Tapi, aku tetap bersyukur karena di balik semua itu, Alloh masih menaburkan berbutir-butir berkah untukku hari ini. &lt;br /&gt;Malam ini, sebelum tidur, aku ingin curhat. Sekedar curhat saja, tentang apa yang telah aku lewati hari ini. Aku akan memulai cerita sejak awal aku bangun tidur tadi pagi hingga malam menjelang tidur. Pagi ini, aku terlambat bangun karena semalam aku begadang mengerjakan tugas, sholat subuhpun terlambat. Tapi, tetap Alhamdulillah karena Alloh masih bersedia membangunkanku. Aku berangkat kuliah, seperti biasa, jalan kaki. Orangtuaku tidak memberiku sepeda motor seperti teman-teman yang lain, karena memang aku yang menghendaki begitu. Seandainya aku minta pada mereka, mungkin mereka akan memberiku, tetapi aku tidak mau. Bukan apa-apa, aku hanya merasa telah berhutang banyak pada kedua orangtuaku. Aku tau, mungkin dalam hati kedua orangtuaku, menginginkan aku langsung bekerja setelah lulus SMA, namun aku tidak bisa mewujudkan keinginan mereka karena sesuatu hal. Untuk membayar rasa bersalahku pada mereka itulah aku sengaja tidak meminta sepeda motor. Walaupun jarak kos dengan kampus lumayan membuatku berkeringat saat jalan kaki, namun aku tak menyesal dengan keputusanku itu. lagipula, aku sudah terbiasa dengan kondisi seperti saat ini, sejak SMA aku selalu pulang pergi ke sekolah naik bis kota dan bukan naik sepeda motor seperti teman-temanku yang lain. sering beberapa dari temanku bertanya, “Ta, kamu gak capek ya jalan kaki terus. Minta motor ibumu po’o.” aku hanya tersenyum jika mendengar mereka berkata begitu. Dalam hati ini, jujur, aku sangat ingin seperti mereka, karena aku juga manusia biasa yang punya rasa lelah, namun saat aku berpikir begitu, aku segera membelokkan arah pikiranku bahwa aku masih beruntung mempunyai dua buah kaki yang utuh dan mampu kugunakan untuk berjalan. Dan bukankah sesuatu barang akan lebih berharga jika sering dimanfaatkan untuk kebajikan???? Semoga begitu juga denganku. Lagipula, aku tidak setiap hari berjalan, Alhamdulillah teman-temanku sangat mengerti aku. Tidak jarang mereka menawariku boncengan saat pergi ke kampus ataupun pulang. Alhamdulillah. Setelah sampai kampus, aku segera menuju ruang baca FTK di jurusanku di lantai 3. Sejak akan berangkat kuliah, aku sudah menyusun agenda kegiatanku hari ini. Dan aku memulainya dengan mencari referensi untuk mengerjakan TM (tugas merancang). Mencari buku register kapal memang mudah, begitu aku menuju rak paling belakang, langsung ketemu! Namun, kesulitan terbesar adalah mencari kapal yang tepat sesuai jenis kapal pada TM. Aku berdiam diri di ruang baca kurang lebih 2 jam sebelum akhirnya aku kuliah konstruksi kapal 2. Kuliah hari ini terasa sangat bersemangat! Alhamdulillah. Sekitar pukul 4 sore aku pulang kembali ke kos. Kali ini aku tidak jalan kaki, karena aku berhasil nebeng seorang teman yang kosnya searah dengan kosku. Alhamdulillah. Sampai di kos, aku terperanga, mengapa kos masih sepi, padahal biasanya jam segitu ibu kos sudah pulang kerja dan anak-anaknya pun sudah pulang TPA. Aku merasa sepi menyeruak saat aku memasuki kos. Salamku pun tak ada yang menjawab. Ku menyebut asmaNya dalam hati. Aku lelah sekali saat itu. Dan aku tidak suka jika sepi tanpa teman satupun seperti saat itu. tapi, aku segera istighfar. Bukankah kita tidak pernah sendiri??? Ada Alloh yang selalu bersama kita. Entah kenapa, setelah sholat maghrib, aku ingin menangis. Bahkan sampai sekarang. Ada sesuatu yang sangat kurindukan, teman! Aku mencari-cari apakah itu? aku sengaja menelpon beberapa teman untuk menanyakan dia lagi dimana, ngapain dan sebagainya, dengan tujuan untuk mengusir sepiku. Namun itu tidak berhasil. Aku menelpon lelakiku, dan mencoba mengambil intonasi yang paling sumringah dan ceria untuknya, dan dia ternyata sedang sibuk dengan TAnya. Akupun memberinya semangat! Ternyata tadi juga tidak bisa mengusir sepiku. Kucoba cari apa yang membuatku seperti ini? Dan tanganku pun berhasrat untuk menyalakan laptop dan mencari album foto keluarga. Saat melihat sebuah foto, airmataku mengalir. Aku tersenyum dan menyebut nama sesosok manusia dalam foto itu. aku sangat merindukannya. Aku rindu karena besok aku tidak bisa pulang dan tidak bisa mendengarnya bercerita. IBU. Dialah semangatku! Dialah yang slalu membuatku bertahan dari apapun! Kupandangi foto itu, kuperhatikan tiap lekuk wajahnya, dan airmataku mengalir semakin deras. Dialah seorang pahlawan yang terhebat yang pernah kukenal. Dialah yang mengajariku banyak hal! Besok, aku tidak bisa pulang, mungkin dia sudah menyiapkan sebuah cerita untukku. Ibu, minggu depan aku akan pulang! Simpan dulu ceritamu untuk minggu depan…&lt;br /&gt;Pesan dari ceritaku adalah bahwa apapun keadaan kita, bagaimanapun kondisi kita, sudah sepantasnya kita bersyukur atas segala yang telah kita peroleh, karena semua itu adalah keputusan kita dan jerih payah kita. Dan dimanapun tempat kita berada, ingat satu hal bahwa kita mempunyai hutang yang sangat besar yang tidak akan mampu kita bayar pada seorang manusia yaitu IBU. Jadi,ingatlah dia saat kamu melakukan apapun….&lt;br /&gt;Aku bangga dengan apa yang kuperoleh sekarang karena semua ini adalah hasil jerih payahku dan hanya untuk satu orang, kepada IBU semua ini kupersembahkan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-6928926532400033776?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/6928926532400033776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2010/02/sebuah-cerita-untuk-seorang-wanita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/6928926532400033776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/6928926532400033776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2010/02/sebuah-cerita-untuk-seorang-wanita.html' title='SEBUAH CERITA UNTUK SEORANG WANITA HEBAT………………….'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S3TpfgTheKI/AAAAAAAAAB8/-_EQQPlwaFY/s72-c/P1000385.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-7055913419538107296</id><published>2010-01-17T17:32:00.000-08:00</published><updated>2010-01-17T17:36:57.807-08:00</updated><title type='text'>APA YANG MEMBUATMU SUKA PADAKU?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S1O7IRpRxYI/AAAAAAAAAB0/t_dUhDaIHMg/s1600-h/aster.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S1O7IRpRxYI/AAAAAAAAAB0/t_dUhDaIHMg/s200/aster.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427887726761461122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sunday night ( 07.50 pm )&lt;br /&gt;16 january 2010&lt;br /&gt;Bismillah…..&lt;br /&gt;Alhamdulillah…..di tengah suasana liburan semester yang sibuk dengan aktivitas membantu orangtua, masih ada waktu untuk posting. Sebenarnya, udah sejak beberapa hari yang lalu, aku ingin posting tapi aku masih sibuk membantu orangtuaku. Lagipula, aku merasa beberapa hari kemarin terasa HAMBAR, alias biasa saja. Tidak ada momen spesial atau istimewa. Hampir setiap hari, kegiatanku hanya itu-itu saja. Tapi, hari ini aku merasa ada sesuatu yang istimewa, dan menarik hasratku untuk menulis dan berbagi cerita dengan kalian semua. &lt;br /&gt;Berawal ketika sore tadi, ada seorang lelaki menelponku. Kusebut dia lelaki karena dia memang pantas disebut begitu,dia bukan lagi seorang cowok karena dia mempunyai pemikiran yang luar biasa dan sifatnya yang sangat dewasa. Lelaki itu bukan orang asing bagiku, bahkan bagiku dia adalah orang yang “istimewa”. Kusebut dia istimewa karena kami pernah mengalami momen bersama selama kurang lebih 2 tahun. Sampai sekarangpun kami masih selalu mempunyai momen bersama. Kami memutuskan untuk “break” sementara, paling tidak sampai kami berdua bekerja dan mapan. Aku bersyukur, karena kami mempunyai prinsip yang sama. Walau saat itu, jujur kuakui, aku sangat sulit beradaptasi dengan suasana baru yang bagiku cukup ekstrim, namun aku terus berusaha. Aku semakin mendekatkan diriku pada-Nya. Aku merasa wajib mencari “cinta” lain yang mampu mengisi jiwaku saat itu. Aku merasa tidak tertarik dengan lelaki manapun, aku merasa hatiku sudah tertutup untuk yang lain, karena aku telah berkomitmen dan komitmen itu rasanya seperti mendarah daging. Sesekali aku limbung, dan rapuh. Suasana yang awalnya, dia selalu ada untukku, namun berubah drastis, rasanya sangat sulit. Tapi, sekali lagi aku bersyukur karena dia tidak begitu saja menghilang. Dia tetap ada untukku namun yang berbeda hanya status kami saja. Kami selalu menjaga komunikasi. Tidak ada yang berubah dalam hal komunikasi. Dan sore tadi, bagiku adalah momen istimewa. Seperti biasa, dia menelponku. Kami saling menanyakan kabar, saling mengingatkan untuk beribadah, makan dan lain sebagainya. Kami berbincang seperti menit-menit, jam-jam, hari-hari yang lain. Sampai akhirnya dia menanyakan sesuatu yang cukup membuatku kaget dan berpikir lama. Dia bertanya, “Apa yang membuatmu suka padaku?”. Saat mendengar dia mengucapkan pertanyaan itu, aku terdiam untuk beberapa saat. Bukan karena aku memikirkan jawabannya, karena aku tak perlu memikirkannya dan aku selalu punya jawaban atas pertanyaan itu, tetapi aku bingung campur surprise karena tidak biasanya dia bertanya seperti itu padaku. Setelah terdiam beberapa saat, akupun menjawab dengan sangat yakin, “Aku menyukaimu karena kamu istimewa bagiku, kamu selalu menjadi dirimu sendiri di depanku,apa adanya dan aku selalu menyukai pemikiran-pemikiranmu yang hebat. Tetapi, aku sudah menyukaimu sebelum aku mempunyai alasan untuk menyukaimu. Lebih tepatnya, aku memang tak butuh alasan untuk menyukaimu”. Saat aku menjawab pertanyaannya, entah mengapa,aku menjadi sangat merindukannya. Dia terdiam untuk beberapa saat. Akupun melanjutkan jawabanku, “Aku sangat menyukai tawamu saat kita sedang jalan berdua. Aku bahkan berdoa, apapun yang terjadi, jangan sampai tawa indah itu hilang”. Dia tetap terdiam. Hening. Aku tak tahu apa yang dia pikirkan saat itu, tetapi mungkin dia sedang memikirkan jawaban-jawabanku. Kemudian dia bertanya, “Apa benar yang kamu katakan?”. Dan akupun menjawab dengan pasti, “tentu saja. Tidak ada alasan untuk berkata bohong saat ini”. Dan diapun tertawa. Aku sangat lega mendengar tawa itu. Entahlah….mungkin bagi kalian pertanyaan seperti yang dia lontarkan padaku adalah sesuatu hal yang biasa, namun bagiku pertanyaan itu sangat istimewa. Bahkan sampai sekarang, aku masih sangat merindukannya. Semua karena pertanyaannya itu. Sebuah pertanyaan yang sederhana namun membuat momen menjadi istimewa, itulah kehebatannya. Itulah mengapa dia kusebut lelaki bukan cowok. Jika kalian bertanya, sampai kapan rasa sukaku bertahan, aku akan menjawab, semuanya tak pernah dapat dipastikan, namun aku akan terus berusaha menjaga perasaan ini sampai Alloh memberi kehendak lain. Wallahu’alam.&lt;br /&gt;Nb: for my aster, you always make my heart so smily. You’re my aster, always be my aster! I called u ASTER because you like my favorite flower, ASTER. F___S is my aster.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-7055913419538107296?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/7055913419538107296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2010/01/apa-yang-membuatmu-suka-padaku.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/7055913419538107296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/7055913419538107296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2010/01/apa-yang-membuatmu-suka-padaku.html' title='APA YANG MEMBUATMU SUKA PADAKU?'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S1O7IRpRxYI/AAAAAAAAAB0/t_dUhDaIHMg/s72-c/aster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-8556416804446993191</id><published>2010-01-04T18:40:00.001-08:00</published><updated>2010-01-04T20:19:51.272-08:00</updated><title type='text'>antara yang perawan dan yang bukan perawan....</title><content type='html'>Ahamdulillah....masih ada waktu untuk menyempatkan posting di sela-sela kesibukan ngoreksi hasil uas temen-temen. Hasrat untuk posting, berawal dari percakapan menggelitik antara aku dan ibuku. Percakapan yang awalnya membahas tentang kerusuhan yang terjadi di salahsatu tempat lokalisasi terbesar di Indonesia, bahkan ASia tenggara ini berubah menjadi percakapan yang sangat menggelitik bagiku, karena berawal dari percakapan itu, aku kembali mengingat sebuah kejadian yang hampir terlupakan. Padahal kejadian itu merupakan momen pertamaku mengetahui tentang sebuah rahasia penting, dan amat sangat sakral, berhubungan dengan kewanitaan. hihihi...&lt;br /&gt;Waktu itu, tanggal 3 Januari 2010 aku secara tidak sengaja membaca berita di sebuah surat kabar tentang adanya pengrusakan di sebuah tempat lokalisasi yang bertempat di Surabaya, yang dilakukan oleh beberapa oknum bertopeng. Kemudian akupun memberitahu ibu tentang hal itu dan terjadilah perbincangan. Entah bagaimana,perbincangan kami beralih ke masalah perawan. Kata ibu, sebagian besar cowok bisa membedakan mana cewek yang masih perawan dan mana yang sudah tidak perawan. Dan saat ibu berkata seperti itu, aku merasa De Javu, merasa sebelumnya sudah ada orang yang berkata padaku seperti itu, dan aku merasa hal itu adalah momen penting yang terlupakan. Dan, ternyata benar. Sebelumnya sudah ada seorang teman yang mengatakan hal seperti itu padaku. sebut saja namanya Tambun. Saat itu, entah tepatnya kapan, aku meminta Tambun untuk menemaniku membeli baju di salahsatu mall di Surabaya. Tambun adalah teman satu jurusan di kampusku dan dia adalah COWOK.Digarisbawahi ya...dia adalah cowok. Awalnya, semua kesibukanku memilih baju aman-aman saja. Sampai akhirnya, di sebuah stan baju merek DUST, si Tambun tiba-tiba mendekatiku dengan gelagat seperti seorang maling pakaian dalam. Dia berbisik padaku, "Ta...liat deh mbak yang di depanmu tuh." AKupun cuma melirik kemudian melanjutkan kesibukanku memilih baju. Melihat responku yang segitu aja, Tambun mungkin gak terima dan melanjutkan kalimatnya. Dia semakin mendekat ke mukaku, hingga hampir mencium pipiku (untung gak ada orang liat)," Ta...tuh cewek aku jamin udah gak perawan." Hah???? Gerakan tanganku yang saat itu sedang asik memilih pakaian langsung terhenti seiring dengan melototnya mataku. Reflek, aku langsung menarik Tambun menjauhi cewek itu, takut kalau si cewek mendengar omongan Tambun. Awalnya, aku pikir Tambun akan mengatakan kalau cewek yang berdiri di depanku cantik, karena memang sang perempuan yang berdiri di depanku itu lumayan cantik. Tubuhnya tinggi,kulitnya kuning, dan bibirnya seksi. Pakaiannya juga lumayan ketat,sehingga lekuk-lekuk tubuhnya keliatan jelas. &lt;br /&gt;SEtelah aku menjauh dari sang perempuan cantik itu, aku langsung menginterogasi Tambun. Kira-kira seperti inilah percakapan aku dan Tambun...&lt;br /&gt;"Heh...mulutmu itu lho..mbok ya dijaga. Kalo mbaknya tadi tau trus gimana? Punya mulut gak disekolahin!" kataku sambil sewot. Sewot karena kegiatanku memilih baju jadi terhenti gara-gara mulut Tambun.&lt;br /&gt;"Sorry. Habis...Tuh cewek tadi terlalu menarik perhatian. Apalagi aku kan cowok normal."jawabnya dengan tampang khasnya,blo'on. &lt;br /&gt;"Trus..trus...darimana kamu tau kalo tuh cewek udah gak perawan?" tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;"Yaaa....Browsing donk Ta. Jaman sekarang tuh kita harus punya wawasan yang luas, apalagi soal cewek. Aku gak mau donk ntar yang jadi istriku udah gak perawan." jawabnya dengan sok diplomatis. Aku cuma manggut-manggut.&lt;br /&gt;"Trus..ciri-cirinya cewek udah gak perawan apa? Kok kamu bisa yakin banget mbak tadi udah gak perawan...Heh...dont judge a book by its cover!" jawabku gak trima. Ya iyalah..gak terima. Kenapa kebanyakan orang tuh ngeliat orang lain cuma dari cangkangnya aja....&lt;br /&gt;"Yakin deh! Coba perhatiin pinggang mbak itu, pinggangnya tuh udah melar Ta, trus pantatnya udah turun, trus payudaranya udah keliatan kendor. POkoknya udah gak kenceng lagi deh!" jawabnya dengan sangat amat yakin. Aku memperhatikan tiap kata-kata Tambun sambil ngelirik ke cewek cantik yang dimaksud. Aku perhatikan tiap bagian tubuh si cewek. Dan memang benar kata Tambun, beberapa bagian tubuh cewek itu memang tampak sudah nggak kenceng lagi alias udah melar. ckckck...jeli banget ya mata cowok, pikirku saat itu. &lt;br /&gt;"Heh...tapi emang bener kaya gitu doank ya ciri-cirinya. kayanya belum valid deh," kataku setengah kurang yakin. Apalgi aku ingat punya teman SMA yang badannya juga seperti cir-ciri yang disebutkan Tambun, tapi gak mungkin banget kalo dia udah gak perawan. Pacaran aja gak pernah!&lt;br /&gt;"Intinya itu Ta...cewek yang udah gak perawan tuh pasti keliatan deh. Auranya tuh beda sama cewek yang masih perawan ting-ting," jawabnya dengan pasti. &lt;br /&gt;"Buset dah..omonganmu pake bawa-bawa aura segala. emang kamu tuh peramal?? Gaya tok.." jawabku sambil melengos pergi dan melanjutkan kesibukanku mencari baju. Tambun mengikutiku dari belakang dan berkata," Kalo kaya kamu gini Ta, keliatan begonya masalah cowok dan pacaran pasti masih perawan ting-ting." Akupun otomatis kaget dan melotot keduakalinya pada Tambun. Sialan, dia ngatain aku bego! &lt;br /&gt;Akupun hanya tersenyum tanpa makna mengingat semua percakapan dan kejadian di mall bersama Tambun. SEderhana sih tapi cukup bermakna, dan cukup membuatku berdecak kagum. Kagum, karena kehebatan cowok dalam menilai cewek. Ternyata selama ini, aku salah jika menilai bahwa sebagian besar cowok tuh mata keranjang, suka melotot saat memperhatikan cewek. Mereka memang sangat jeli dalam memperhatikan cewek, mereka mungkin memang melotot saat memperhatikan cewek, namun itu semua dilakukan bukan semata-mata atas dasar nafsu namun untuk menyeleksi. Eits...pernyataanku ini ditujukan untuk para cowok jomblo. Kalau kasusnya terjadi pada para cowok sudah berpasangan alias sudah punya istri, yaa...itu namanya tetep NAFSU! Dan bagi cowok yang statusnya MASIH pacaran, menurutku sah-sah aja kok untuk melirik cewek laen. Janur Kuning belum melengkung, jadi proses seleksi masih berjalan. hahahaha....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah..sepenggal ceritaku tentang perawan dan tidak perawan. ckckckck...ternyata jeli banget mata cowok tuh! Jadi buat kalian para cewek...jagalah diri kalian sebaik mungkin. Jadikan diri kalian seperti intan yang mahal harganya, sehingga hanya para lelaki yang kaya hati dan dunianya yang bisa membelimu!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nb: trus..kalo cowok bisa tau cewek perawan ato gak, cewek bisa gak ya tau cowok tuh masih perjaka atau gak??????????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-8556416804446993191?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/8556416804446993191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2010/01/antara-yang-perawan-dan-yang-bukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/8556416804446993191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/8556416804446993191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2010/01/antara-yang-perawan-dan-yang-bukan.html' title='antara yang perawan dan yang bukan perawan....'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-3695197983531890354</id><published>2010-01-02T04:50:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T05:24:28.297-08:00</updated><title type='text'>sekilas tentang "kambing jantan"</title><content type='html'>Alhamdulillah...malem ini walo lagi agak kurang sehat gara2 tadi maksa jalan-jalan ke borobudur...tapi masih bisa untuk posting. Ditemani gerimis dan bau ampo...membuatku semakin bergairah untuk menumpahkan semua ide yang belum sempat tercurah. PAsti...sebagian dari para pembaca mengira aku akan menceritakan tentang perjalanan malam tahun baru. Bukan! Aku tidak tertarik menulis tentang nostalgia malam tahun baruku, karena bagiku biasa saja. Tidak ada peristiwa "wah" yang membuat otak ini greget untuk berubah lebih baik. Aku lebih tertarik menceritakan peristiwa tepat pada tanggal 1 januari 2010. Ada sebuah pengalaman yang menurutku lucu. haha..itu hanya menurutku saja.&lt;br /&gt;Jadi, tepat pada malam awal tahun baru itu, aku merasa sangat malas untuk keluyuran (biasanya keluyuran...hehe). Selain capek karena begadang sampe jam 2 pagi, juga karena si om (pamanku) tidak ada rencana keluar. Mau keluar malam sendirian makin gak asyik, keponakan juga lagi sibuk meladeni temannya yang kebetulan malam itu menginap di rumah om. Rasa malas membuatku tersiksa. Kemudian aku berniat menelpon someone special for me. Dari percakapan itu, kesimpulannya adalah dia merekomendasikanku untuk menonton sebuah film yang diputar di salah satu stasiun televisi swasta untuk menghilangkan rasa bosanku. Aku pun semakin penasaran, kenapa dia begitu tertarik dengan film itu, kebetulan aku juga belum menonton film itu. Dan film itu berjudul "Kambing Jantan". film yang diambil dari sebuah buku karya Raditya Dika yang menceritakan kekonyolan hidup si Dika. Kebetulan pertama kali kunyalakan tivi, langsung adegan yang membuatku saat itu kaget bercampur heran. Aku merasa DE JAVU. SEpertinya adegan di film itu sudah sangat akrab aku lalui dengan someone special for me. Panggilan sayang antar kedua tokoh di film itu membuatku tertawa tanpa makna. Seolah yang menjadi tokoh Dika di film itu adalah dia dan yang menjadi kebo adalah aku. Sifat cemburu si kebo, dan sifat cuek serta keras kepala Dika adalah dua sifat yang seakan itu adalah jiplakan dari kami berdua. Aku hanya tersenyum tiap melihat adegan demi adegannya. Dia terus mengirim sms tiap ada adegan yang "ehem...ehem". Seolah dia teringat semuanya. Semua yang pernah kami alami bersama. Mungkin jika alur perjalanan kami selama dua tahun itu kami dokumentasikan, maka hasilnya akan mirip seperti film "Kambing Jantan". hahahahahha......&lt;br /&gt;Sepanjang menonton film itu, aku terus tersenyum. Aku tidak munafik, aku memang masih sangat mencintainya. Melihat film itu, membuatku merindukan semua masa-masa indah itu. Dia kurasa juga begitu. Saat film usai, aku menelponnya, dan dia terus tersenyum. Dia bahkan berkata "kok ada ya film yang cocok banget gini sama kita?" hahaha. Bahagia sekali mendengar dia tertawa seperti itu. Dan yang membuatku smakin bahagia adalah di akhir percakapan, dia berkata,"kita harus menonton film itu lagi berdua". Huaaaahhh...leganya hati ini. Ternyata malam awal tahun baru itu begitu bermakna walau senyumku selalu tanpa makna.&lt;br /&gt;Bagi kalian yang merasa sedang menjalani LDR (long distance relationship), aku sangat merekomendasikan untuk mencoba menyelami isi film ini. &lt;br /&gt;Pesan : jarak terkadang menjadi hambatan dalam menjalin hubungan, namun coba tanamkan pikiran "pendekatan,pacaran tujuan akhirnya dalah pernikahan". karna kekuatan sebuah hubungan adalah rasa saling percaya. &lt;br /&gt;That's my opini. so if u don't agree with my opini, up to u and please give a suggestion! oke.....ALWAYZ KEEP ON FIRE! ^^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-3695197983531890354?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/3695197983531890354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2010/01/sekilas-tentang-kambing-jantan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/3695197983531890354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/3695197983531890354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2010/01/sekilas-tentang-kambing-jantan.html' title='sekilas tentang &quot;kambing jantan&quot;'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-1053515282183738165</id><published>2009-12-28T19:47:00.000-08:00</published><updated>2009-12-28T19:48:09.033-08:00</updated><title type='text'>secuil perjalanan ke jogja</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-1053515282183738165?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/1053515282183738165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/12/secuil-perjalanan-ke-jogja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/1053515282183738165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/1053515282183738165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/12/secuil-perjalanan-ke-jogja.html' title='secuil perjalanan ke jogja'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-7265762137857685325</id><published>2009-12-22T02:10:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T02:49:31.001-08:00</updated><title type='text'>tak ada takdir yang bisa kita ubah.....</title><content type='html'>aku memilih judul itu karna seperti itulah adanya kita semua. aku merasa menjadi seorang pemain drama yang tiap skenarionya selalu menjadi teka-teki.aku merasa hanya menjadi aktris tanpa bayaran. aku tidak pernah tau..adegan apa setelahnya atau bagaimana endingnya. smua jalan ceritanya sudah ditulis oleh Sang Penulis Paling Canggih, siapa lagi kalo bukan Sang Pencipta alam semesta (Allohu Robbil Alamin). &lt;br /&gt;terkadang ketika aku mendapatkan sesuatu yang di luar dugaanku, aku menciba menghibur diriku sendiri bahwa mungkn Tuhan ingin menunda keinginanku atau ingin menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik, tetapi terkadang itu semua tidak berhasil membuatku terhibur. aku malah sering berpkir bahwa sesungguhnya kita dilahirkan ke dunia ini hanya untuk menyaksikan keagunganNya..tanpa diberi hak untuk memilih mana yang kita suka. terkadang aku benar-benar marah ketika semua berakhir tanpa sesuai harapanku! padahal aku telah berusaha keras untuk mencapai semua itu!&lt;br /&gt;kemarin....aku baru saja mengalami sesuatu yang membuatku merubah pandanganku terhadap smua lelaki.( kecuali hanya para nabi). aku pernah sangat mencinta seseorang. mungkin memang awalnya aku yang menyukai lebih dulu dan syukutlah dy pun begitu. hari demi hari, bulan demi bulan hingga 2 tahun pun berlalu. banyak masalah yang datang selama itu. tapi sebesar apapun masalah itu, selalu bisa aku selesaikan. DENGAN CARA AKU MENGALAH. namun 1 bulan setelah hari jadi kami berdua, hubungan kami kembali diterpa badai. awalnya bagiku badai itu tak sebegitu besar, namun aku salah. bermula karna aku mencurigainya karna sesuatu lalu dy marah besar dan ingin mengakhiri hubungan kami. aku sudah terlalu sering mendengarnya berkata begitu. aku pikir saat itu keadaan akan kembali membaik seperti semula tapi aku salah. ya...aku menghibur diriku dengan berpikir bahwa aku yang mungkin sudah terlalu sering membuatnya marah. tapi aku tidak terima dengan pikiranku sendiri....&lt;br /&gt;sejak awal aku membangun prinsip bahwa aku akan menunggunya. tapi rasanya itu tak adil!!!! kenapa niatku yang sedemikian tulus harus dibayar dengan cara seperti ini??? apa salah jika kita menanyakan sesuatu yang aneh!!! &lt;br /&gt;itu adalah kesekian kalinya, harapanku dibayar dengan "ngalah"!!! katanya ada takdir yang bisa kita ubah??????????? mana???????? apapun yang kita lakukan toh akhirnya, kembali padaNya!!!!!!!!!!! jadi intinya.....tidak ada takdir yang bisa kita ubah!!!!!! kita hanya bermain sebuah peluang!!! peluang menang atau kalah!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nb: prinsipku sekarang! NO BOY NO CRY!!! hahahahahahahaha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-7265762137857685325?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/7265762137857685325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/12/tak-ada-takdir-yang-bisa-kita-ubah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/7265762137857685325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/7265762137857685325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/12/tak-ada-takdir-yang-bisa-kita-ubah.html' title='tak ada takdir yang bisa kita ubah.....'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-4192282938562657898</id><published>2009-10-02T04:46:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T06:09:32.821-07:00</updated><title type='text'>sepenggal kisah dari ARINI</title><content type='html'>Assalamu'alaikum..smuanya. lama sekali jari-jari tangan ini tak bergerak, tuk sekedar mengukir ide dan kenangan yang belum sempat tertuang.&lt;br /&gt;mau ngucapin minal aidin wal faidzin dulu. &lt;br /&gt;saking banyaknya kenangan sampe bingung mau nulis yang mana.&lt;br /&gt;yang paling menyita banyak waktu, pikiran dan tenagaku saja.&lt;br /&gt;aku ingin menceritakan kisah seorang wanita yang sangat aku teladani. anggap saja namanya ARINI. mengapa aku sangat meneladani wanita ini? jawabannya terukir dalam sepenggal kisah yang akan kutulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya ARINI. umurnya 45 tahun. dia mempunyai 3 orang anak yang sangat membuat dia bangga dan melengkapi kebahagiaan dalam hidup berumah tangganya. dia bekerja sebagai guru di sebuah SMP di suatu desa. dia mempunyai seorang suami yang bekerja di sebuah instansi pemerintah. bisa dibilang, kehidupan Arini sudah cukup mapan. bagi sepasang suami-istri yang sama-sama bekerja sebagai PNS, mereka sudah mempunyai rumah sendiri, mobil pribadi, serta beberapa motor. selama beberapa tahun, Arini merasa menjadi wanita paling berbahagia, karena dia merasa telah memiliki segalanya. karir yang lancar, suami yang setia dan sukses, serta anak-anak yang pintar. &lt;br /&gt;namun, kehidupan slalu tak pernah lepas dari ujian dan cobaan. begitu pula dengan hidup Arini. cobaan demi cobaan pun berdatangan. satu per satu dia mampu menyelesaikan cobaan itu dengan bijaksana. namun, ternyata Alloh ingin menguji keimanan dan keteguhan hati wanita ini. pada suatu ketika, seperti pagi-pagi yang biasanya, dia menyiapkan segala sesuatu untuk sarapan hangat bagi suami dan anak-anaknya. terdengar dering telpon dari handphone suaminya, yang saat itu sedang mandi. Arini segera mengambil hp suaminya itu dan membuka sms yang masuk. betapa kagetnya dia ketika membaca pesan yang masuk ke hp suaminya itu. sebuah pesan mesra dari sebuah nama yang tertera di layar hp bernama ALIN. entah wanita atau bukan, namun kata-kata dalam pesan itu sudah cukup membuat jantungnya serasa akan meledak. dengan mengucap istighfar, dia letakkan hp itu kembali ke tempatnya. dan dia kembali menyiapkan sarapan hangat. saat itu, anak-anaknya sudah berkumpul di meja makan. hatinya yang perih setelah membaca pesan tadi berhasil dia sembunyikan di depan anak-anaknya. dia tetap tersenyum, walau hatinya menangis. sesaat kemudian, suaminya satang. dia masih tetap melayani suaminya seperti dia tidak pernah membaca pesan itu. tak lama kemudian, suaminya dan anak-anaknya meninggalkan rumah. Arini yang sendiri, tak bisa lagi menutupi rasa di balik hatinya. diambilnya air wudhu, dan mulailah dia sholat dhuha. dicurahkan segala perasaanya pada Sang Khaliq. dia meminta agar dia selalu diberi kesabaran agar kegalauan hatinya tidak pernah ikut dirasakan oleh buah hatinya. seusai sholat, dia mulai bekerja. dia tetap mengajar seprti biasa. sungguh tak nampak kegalauan di hatinya. dia tetap seorang ibu guru Arini yang sabar dan penuh kasih sayang. saat malam tiba, dia menanyakan pada suaminya, namun suaminya malah menjawab tidak tau. betapa dia sangat terpukul dengan ketidakjujuran suaminya itu. pertengkaran pun terjadi selama beberapa hari. dan akhirnya Arini mengalah, demi buah hatinya. namun, sebagian kepercayaannya pada suaminya itu sudah hilang. dia bertahan demi anak-anaknya. sebenarnya, dia sudah mendapatkan cukup bukti yang membuktikan bahwa suaminya berselingkuh namun ditahannya amarahnya itu, demi anak-anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepenggal kisah di atas adalah kisah nyata. kata-kata yang tidak akan pernah aku lupa dan membuatku semakin mengaguminya adalah "AKU AKAN BERTAHAN DEMI ANAK-ANAKKU, WALAU HATIKU SUDAH SANGAT LUKA NAMUN AKU AKAN TETAP BERSABAR DEMI BUAH HATIKU." sebuah ungkapan kata-kata yang membuatku menangis tiap malam jika mengingatnya. betapa dia adalah wanita yang sangat mulia. akupun menjadi sadar, mengapa Rasulullah SAW bahkan menempatkan kedudukan ibu di urutan pertama yang dihormati. kasih seorang ibu pada anaknya tak akan pernah berujung. &lt;br /&gt;dan yang membuatku tak habis pikir, mengapa lelaki yang sudah memiliki istri sesempurna Arini masih saja merasa kekurangan. itulah sifat manusia yang perlu diwaspadai!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pesan: kepada semua lelaki, jika kau mencintai seorang wanita, cintailah dia dengan hatimu, lihatlah ibumu dan bayangkan betapa besar kasih sayangnya padamu. jadi, kamu akan berfikir dua kali untuk mempermainkan perasaan seorang wanita yang BAIK.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-4192282938562657898?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/4192282938562657898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/10/sepenggal-kisah-dari-arini.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/4192282938562657898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/4192282938562657898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/10/sepenggal-kisah-dari-arini.html' title='sepenggal kisah dari ARINI'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-6942296379901333979</id><published>2009-05-24T23:57:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T23:59:09.483-07:00</updated><title type='text'>yang paling...........menurut IMAM GHAZALI</title><content type='html'>Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya.&lt;br /&gt;Lalu Imam Al Ghozali bertanya :&lt;br /&gt;Pertama, “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”.&lt;br /&gt;Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “Mati”. Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran ;185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”.&lt;br /&gt;Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah masa lalu. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. “Apa yang paling besar di dunia ini?”.&lt;br /&gt;Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “Nafsu” (Al A’Raf : 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan keempat adalah, “Apa yang paling berat di dunia ini?”.&lt;br /&gt;Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban kalian benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah “memegang AMANAH” (Al Ahzab : 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang kelima adalah, “Apa yang paling ringan di dunia ini?”.&lt;br /&gt;Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan Solat. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat, gara-gara meeting kita tinggalkan solat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas pertanyaan ke enam adalah, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”.&lt;br /&gt;Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang… Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah “lidah manusia”. Karena melalui lidah, Manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-6942296379901333979?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/6942296379901333979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/05/yang-palingmenurut-imam-ghazali.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/6942296379901333979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/6942296379901333979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/05/yang-palingmenurut-imam-ghazali.html' title='yang paling...........menurut IMAM GHAZALI'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-4998598718885163424</id><published>2009-03-23T22:11:00.000-07:00</published><updated>2009-03-23T22:16:53.293-07:00</updated><title type='text'>Rindu Bidadari</title><content type='html'>10 Agustus 2002&lt;br /&gt;Bismillahirrahmanirrahim.....&lt;br /&gt;Untuk bidadari kecilku yang tercantik...Untuk bintangku yang selalu tersenyum.....Untuk sebutir embun yang menyejukkan kalbuku.....Untuk senyummu yang jadi darahku....&lt;br /&gt;Selamat Ulang Tahun Zahra! Semoga di usia yang ke 20, kau senantiasa menjadi cahaya di kala malam,senantiasa menjadi oase di tengah gersangnya gurun Sahara dan senantiasa menjadi pohon kurma yang meski sering dilempari oleh insan namun tetap memberikan buah yang manis, semanis kau, Sayang! Tetaplah tersenyum nak! Semoga Zahra bisa menjadi cangkir yang cantik  yang meski awalnya tampak usang namun setelah ditempa dan melalui berbagai macam proses yang menyakitkan menjadi sebuah cangkir yang cantik yang nantinya akan tersenyum penuh kemenangan ketika berdiri di depan cermin menghadap Sang Illahi. Amin Ya Robbal Alamin.&lt;br /&gt;        Yang merindukan dan mencintaimu&lt;br /&gt;         Umi dan abi&lt;br /&gt;Kututup surat yang kesekian dari orangtuaku di kampung halamanku yang sudah aku rindukan dalam beberapa bulan ini.Air mataku meleleh. Masih jelas terukir dalam benakku ketika pertama kali umi dan abi melepas kepergianku ke Surabaya untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi dan meneruskan amanah abi.&lt;br /&gt; Setelah berhasil lulus jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas di salah satu kota kecil di Sumatera Utara, Padang Bulak, kota kecilku yang subur dan sejuk, aku berniat untuk membantu umi dan abi bercocok tanam. Aku tak ada niatan untuk berkuliah karena aku sangat kenal dengan kondisi perekonomian orangtuaku. Umi dulunya adalah pedagang kain ulos yang terkenal di desanya. Sedangkan abi adalah petani sawah yang biasa-biasa saja. Namun abi mempunyai pekerjaan sampingan sebagai guru mengaji di masjid atau langgar-langgar sekitar desa termasuk desa umi. Sampai pada suatu waktu, umi mengikuti pengajian akbar di masjid Al Ikhlas,salah satu masjid besar di desa Padang Bulak dan yang menjadi pimpinan pengajian itu adalah abi. Dari situlah umi mengenal abi dan abi mengenal umi. Umi pernah bercerita kepadaku kalau umi terpesona oleh sikap abi yang halus dan tidak pernah berkata dengan suara keras meski kepada rekannya yang sama-sama lelaki. Bahkan kata umi,abi tidak pernah marah. Sedangkan kata abi, umi adalah seorang wanita yang sangat sabar. Umi rela meninggalkan pekerjaannya sebagai pedagang dan memilih untuk mengikuti abi sebagai petani. Padahal kata abi, umi adalah pedagang yang kaya namun dia rela meninggalkan semua itu karena hormatnya umi pada abi.&lt;br /&gt;Cerita-cerita umi dan abi itu seakan terpatri di hatiku. Cerita ini berlanjut. Ketika aku mengusulkan niatku pada umi dan abi kalau aku ingin membantu mereka bercocok tanam dan menggantikan abi yang sudah tua dan sering sakit-sakitan pada suatu malam, umi berkata padaku sambil menggenggam tanganku.&lt;br /&gt; “Zahra,umi senang sekali mendengar keinginanmu! Akan tetapi umi telah berjanji pada abi kalau umi akan menyekolahkanmu hingga setinggi-tingginya. Abi ingin kamu melanjutkan sekolah nak dan umi telah berjanji pada abi. Zahra mengerti kan? Umi harap keputusan yang kamu ambil nantinya adalah keputusan yang terbaik dan umi percaya keputusan yang kamu ambil nanti adalah takdir  Allah Azza Wa Jalla.”&lt;br /&gt;Setelah umi berkata begitu, umi meninggalkanku sendiri di dalam kamar. Aku begitu bingung. Dalam benakku menyeruak berjuta tanya yang seakan semakin lama semakin berdesakan di tiap lekuk otakku. Bagaimana jadinya nanti kalau umi aku tinggal? Siapa yang akan membantu umi bercocok tanam,sedangkan abi sudah tidak memungkinkan untuk bekerja? Siapa yang akan menemani umi memijit abi tiap malam? Siapa yang akan membantu umi membeli jamu ke desa seberang kalau abi sakit? siapa,siapa,siapa,dan siapa.....???? tiba-tiba aku merasa badanku lemas,seluruh persendianku seakan kaku, aku merasa tidak memiliki daya untuk sekedar berdiri. Kakiku rasanya malas menopang tubuhku. Rasanya kantung mataku sudah tidak mampu menahan airmata ini. Kubiarkan dia keluar membasahi pipiku. Baru kali ini aku merasa mempunyai beban yang terlampau berat hingga aku tak mampu memikulnya seperti ini. Aku merasa lemah! Ya Allah, aku lemah Ya Allah! Maafkan hambamu yang tidak tegar,tidak tabah menghadapi cobaanMu ini Ya Robbi! Tapi hamba hanya manusia biasa, hamba hanya wanita biasa bukan Siti Maryam yang tahan meski Engkau memberinya cobaan yang sebegitu beratnya! Ijinkan hamba untuk menangis dihadapanMu! Bukankah Engkau memang memberi kami para wanita sebuah keutamaan berupa airmata? Maka ijinkan hamba menangis dalam sujudku malam ini! Hamba ingin mencurahkan segenap perasaan hamba padaMu malam ini!&lt;br /&gt;Kemudian dengan mengucap basmallah,kukumpulkan seluruh energi yang tersisa. Kuberjalan ke luar kamar dan menuju ke padasan  untuk berwudhu. Pada waktu berjalan ke padasan, aku melewati kamar umi dan abi. Aku sempat berhenti saat melihat umi memijit abi. Sungguh rasanya aku ingin berlari kearah umi dan memeluknya,mencium keningnya dan aku tidak ingin melepas pelukan itu. Seandainya abi tidak memberi amanah pada umi untuk menyekolahkan aku setinggi-tingginya tentu aku tidak perlu risau seperti ini. Namun segera kuhapus pikiran kerdil seperti itu. Aku yakin, ini semua telah diatur oleh Allah. Dan aku yakin apapun keputusan yang aku ambil nanti adalah jalan yang ditunjukkan oleh Allah.&lt;br /&gt;Setelah berwudhu,aku kembali ke kamar. Aku berniat sholat istikharah dan berdzikir semalaman. Akupun memulai takbir, jiwaku serasa tenang. Seakan ada energi baru yang kini mengisi tiap ruang-ruang yang kosong dalam hatiku yang tadi sempat hilang karena kekalutanku. Aku merasa begitu khusyuk. Nikmat rasanya. Aku merasa begitu dekat dengan Allahu Ya Rahman. Hingga sujud terakhirku. Kucurahkan segenap perasaanku tanpa ada rasa condong ke salah satu pilihanku. Hingga aku merasa sajadah basah oleh airmata yang entah sejak kapan menetes. Kubiarkan airmata ini mengiringi tiap doaku. Kubiarkan dia menemaniku. Seiring dengan lirik doaku dan nyanyian airmataku,kusebut nama umi dan abi dalam hatiku. Kini, aku sudah mantap dengan satu keputusan yang aku yakin semua itu datangnya dariNya Yang Maha Mendengar. Aku merasa ada jiwa baru dalam tubuhku kini. Aku sudah lahir kembali menjadi Aisyah Az Zahra. Aku bisa merasakan urat-urat nadiku bernyanyi menyebut asma Illahi dengan riang dan penuh syukur. Kupejamkan mata. Kulantunkan dzikir memuji asmaNya yang agung. Kurasakan airmataku memang setia. Dia tidak pernah meninggalkanku disaat apapun. Disaat suka maupun duka. Dia masih menemaniku sampai aku telah menemukan pilihanku. Dalam nikmatnya dzikirku,aku merasa ada sebuah suara yang amat lembut kedengarannya. Suara itu memanggilku. Ya, suara itu memanggilku. &lt;br /&gt; “Aisyah Az Zahra anakku! Kemarilah nak !” suara itu memanggil namaku dan menyebutku dengan sebutan “nak”. Suara siapakah itu? kataku dalam hati.&lt;br /&gt; “Aku abimu nak! Kemarilah nak! Abi ingin bercerita padamu.” &lt;br /&gt;Aku terperanjat. Bagaimana mungkin abi bisa membaca pikiranku padahal sepengetahuanku tadi aku tidak bertanya padanya? Akupun menghentikan dzikirku. Dan membuka mata. Aku sungguh kaget, di depanku sudah berdiri yang sosok yang sangat kukenal dan kurindukan. Abi. Kemudian abi duduk bersila disampingku dan mulai bercerita padaku.&lt;br /&gt; “Zahra,sesungguhnya abi tahu apa yang sedang kau alami saat ini nak. Tapi sesungguhnya semua itu sudah merupakan rangkaian jalan yang harus kau tempuh! Percayalah bahwa Allah senantiasa bersama orang yang bersabar dan beriman. Abi memberi amanah begitu padamu bukan tanpa suatu tujuan tetapi abi mempunyai tujuan yang mulia. Abi ingin putri abi menjadi gadis yang mulia nantinya. Gadis yang memiliki kecantikan abadi yang kecantikannya bisa dibawa sampai mati. Abi punya pesan untukmu nak. Untuk mendapat bibir yang menawan,ucapkan kata-kata kebaikan dan nyanyikan asma Allah di tiap desah nafas. Untuk mendapat mata yang indah,cari kebaikan pada tiap orang yang dijumpai. Untuk mendapatkan badan yang menawan, bagikan makanan pada orang yang membutuhkan. Untuk mendapat sikap tubuh yang indah, berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan dan kau takkan pernah berjalan sendirian. Jadilah wanita muslimah yang berilmu dan pergunakanlah ilmumu untuk menambah keimananmu padaNya nak. Abi percaya, kamu bisa menjadi salah satu bidadari yang menghiasi surga kelak jika kamu bisa menjalankan pesan abi. Jadilah bidadari itu Zahra, maka abi dan umi akan tersenyum nanti!” &lt;br /&gt;Setelah berkata begitu, abi berdiri dan mencium keningku. Kemudian dia berjalan meninggalkanku dan menghilang bersama datangnya cahaya yang menyilaukanku. Aku tak kuat dengan cahaya itu dan aku tak ingat apa-apa lagi.&lt;br /&gt; “Zahra,bangun nak!sudah waktunya sholat subuh,” kudengar suara umi membangunkanku. Akupun bangun dan kaget. Seingatku semalam aku sholat istikharah,dzikir, dan...dan bertemu abi. Kemudian aku bertanya pada umi.&lt;br /&gt; “umi, apa tadi malam abi kekamarku? Semalam aku bertemu abi dan abi bercerita banyak padaku.” Umipun membelai rambutku dan berkata, “semalam kamu ketiduran waktu sholat,lalu umi memindahkanmu di kasur. Mungkin kami bermimpi nak.” Akupun tertegun. Jadi semalam aku bermimpi. Mimpi yang indah. Aku ingin mimpi itu lagi,desahku dalam hati.&lt;br /&gt;Setelah sholat, akupun segera menemui umi di dapur untuk mengatakan keputusanku. Setelah mendengar keputusanku akan berkuliah, umi senang sekali. Umi memelukku dan berkata, “Terimakasih nak. Abi pasti bahagia mendengar ini,” kata umi. Kurasakan hangat pelukan itu. Pelukan yang membuat semua yang didekapnya akan tenang. Itulah muslimah, pikirku. &lt;br /&gt;Sampai akhirnya tiba saatnya untuk melepas keberangkatanku ke Surabaya. Aku berhasil masuk salah satu institut negeri di Surabaya dan mengambil salah satu jurusan teknik dengan program pendidikan S1. Umi dan abi mengantarku ke bandara Polonia. Saat itu cuaca sedang tidak cerah. Sejak subuh tadi, tanah Polonia sudah diguyur hujan. Aku melihat arlojiku. Menunjukkan pukul 7. Masih ada waktu setengah jam. Kemudian terdengar suara dari operator mengatakan bahwa pesawat akan berangkat setengah jam lagi. Umi dan abi kemudian memelukku satu-satu. Aku tak bisa melukiskan perasaanku saat itu. Baru kali ini aku berpisah dengan orangtuaku untuk jarak yang jauh. Kemudian abi berbisik tepat di telingaku yang tertutup jilbab, “jangan lupa pesan abi ya.” Akupun terperangah dan abipun tersenyum. Senyum yang lega. Senyum tanpa beban. Aku mengangguk dan menjawab, “Pasti. Zahra pasti akan menjadi bidadari itu untuk abi dan umi.” akupun berangkat dengan langkah yang ringan. Inilah jalan yang akan membimbingku. Dari dalam pesawat kulihat kota kecilku. Aku tersenyum dan kupejamkan mata. Kulihat umi dan abi tersenyum padaku. Alhamdulillah! &lt;br /&gt; Itu adalah cerita dua tahun lalu. Dan dua bulan yang lalu aku genap berumur 20 tahun. Kuhapus airmata yang meleleh itu. Aku memang sudah lama tidak pulang menengok umi dan abi. Namun dalam setiap surat-suratnya, umi selalu mengabarkan bahwa keadaan mereka baik-baik saja. Umi malah menyuruh aku untuk giat belajar dan terus berdoa. Umi juga mengingatkanku untuk terus meningkatkan keimanan. Umi kerap mengirimiku jilbab sambil berpesan “PERTAHANKAN IZZAHMU NAK SEBAGAI MUSLIMAH SEJATI.” Libur semester genap belum usai. Masih ada waktu dua minggu. Kemarin-kemarin aku sibuk dengan berbagai kegiatan kampus dan inilah saatnya aku kembali ke kampung halaman untuk sekedar menengok umi dan abi. Aku rindu masakan umi. Aku rindu senyum abi. Aku rindu itik-itik yang riang bila sore tiba. Iya, aku akan pulang besok. Aku akan mengabarkan pada umi dan abi bahwa aku masih Zahra yang dulu. Aku masih muslimah yang sama ketika berangkat dari Polonia. Aku masih Zahra yang tidak pernah suka dandan. Aku masih memakai kacamata yang dibelikan umi waktu aku berulangtahun ke 17. Umi,abi, Zahra akan pulang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-4998598718885163424?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/4998598718885163424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/03/rindu-bidadari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/4998598718885163424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/4998598718885163424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/03/rindu-bidadari.html' title='Rindu Bidadari'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-4997727408240912664</id><published>2009-03-20T18:33:00.000-07:00</published><updated>2009-03-20T18:34:18.772-07:00</updated><title type='text'>BELAJAR DARI SURYO DAN BING</title><content type='html'>Saat ku berjalan meratapi lorong peluh&lt;br /&gt;Tak sengaja ku temui sosok meringkuk kedinginan&lt;br /&gt;Kaku bagai lidi enau, rapuh bagai kayu apu&lt;br /&gt;Ku sentuh sosok itu, ku rasakan getaran saraf sensoriku mengembang dan mengencang&lt;br /&gt;Sinyal pesan mengirimkan perintah ke otak untuk mengirimkan suplay air ke mata&lt;br /&gt;Dan...... bulir bening suci itu menjadi saksi pertemuanku dengannya kedua&lt;br /&gt;Bait....bait puisi itu, aku baca dalam sebuah cerita yang tak bisa kusebutkan sumbernya. Lebih senang kusebut “The Lost Book”. Buku karangan Mr. X ini sarat kisah. Kisah pilu tentang dirinya. Aku tak tau mengapa sosok lelaki yang slama ini begitu kukenal sebagai sosok gagah, tegap dan slalu bersemangat itu tampak sangat berbeda di bukunya. Dia menjelma menjadi Mr. Romantic. Kata-katanya bisa membuatku terhanyut dalam irama bait kalimatnya, bisa menyedot hampir separuh imajiku dalam “lubang ketersesatannya”. Dia seperti mempunyai dua kepribadian “Schyzoprenia” atau apalah istilahnya aku tak peduli. Tapi, entah mengapa, semakin kubuka tiap lembar sajaknya, makin dalam aku tersedot dalam syair-syairnya yang angker. Tapi, jujur,aku sangat menikmati irama suasana dalam bait-bait itu. Ada satu kisah yang membuatku harus rela menyumbangkan air mataku yang terlalu suci untuk meratapi kisah seorang anak manusia seperti dia. Entah kisah yang dia tulis itu tentang dirinya sendiri atau bukan, yang jelas kisah itu seperti mempunyai kesamaan dengan nada perjalanan kisah cintaku yang belum bisa berjalan mulus.  Kisah tentang seorang kakek yang menceritakan masa mudanya untuk cucunya tercinta.&lt;br /&gt;Namaku Suryo. 13 tahun yang lalu seharusnya aku duduk di sini bersama seorang wanita yang sangat aku cintai. Rukiyah, nama wanita itu. Aku lebih suka memanggilnya “Bing”. Panggilan itu adalah panggilan kesayanganku untuknya. “Bing” berarti Bintang. Bintang yang sinarnya selalu menerangi pikiranku saat gelap, bintang yang cahayanya slalu memudarkan smua lamunan-lamunanku yang maya, tak tersentuh menjadi mampu kusentuh. “Bing” adalah Rukiyah. Semua berawal dari hari itu, tanggal 07 November 1987, malam bulan sabit yang bergairah. Hari itulah hari peresmian hubunganku di hadapan Alloh. Malam itu adalah malam yang menjadikan smua yang haram, pamali,tabu menjadi suatu ibadah yang menjamin 1/3 hidup kita di surga, menjadikan smua yang haram menjadi halal di mata Alloh. Malam itu adalah malam pertamaku. Malam yang bagiku tak akan pernah aku lupakan sampai ujung usiaku dan akan aku sampaikan pada anak cucuku. Subhanallah.....Alhamdulillah.....Laila ha ilallah...........segala puji syukurku padaNya,atas smua kenikmatan yang telah Dia karuniakan padaku. Rukiyah,wanita selama empat tahun menjadi teman perempuanku satu-satunya kini benar-benar menjadi pasangan hidupku yang sah. “bing” itu kini menjadi istriku. Hari demi hari kami lalui bersama. Bulan demi bulan kami telusuri berdua. Aku selalu ingat kebiasaannya tiap subuh jam 4, selalu kudengar suara merdunya melantunkan ayat-ayat Alloh sehabis sembahyang subuh. Aku sangat menikmati ayat demi ayat yang dia lantunkan, dan aku selalu merasa semakin betah berada di sampingnya. Bukan hanya itu, tiap pagi saat dia menyiapkan sarapan untukku, selalu kudengar iringan syair Murottal ataupun nasyid. Dan entah mengapa, dia menjadi sangat lincah tiap dia mendengar lantunan syair kalem nan damai itu. Dan akupun menjadi semakin bergairah untuk pulang kerja lebih cepat dan membelainya,serta bercumbu dengannya. Dan ada satu yang membuatku slalu tak tahan untuk terlalu lama jauh darinya. Mungkin itu adalah resep terampuh bagi kaum lelaki seperti aku. Tiap aku berangkat kerja, dia slalu berucap, “Mas, jangan lama-lama ya pulangnya,Bing dah gag sabar pengen punya momongan.” Begitulah, dia selalu bisa membuatku kalah oleh semuanya. Entah mengapa, senyumnya, suaranya, bahasa tubuhnya tak pernah bisa membuatku berhenti memikirkannya. Bulan demi bulan menjadi saksi isyarat cinta kami, dan satu tahunpun berlalu. Akhirnya Alloh mendengar doa kami. Bing hamil. Kami sangat bahagia saat itu. Rasanya lengkap sudah karunia Alloh yang Dia beri untukku. Istri yang sholehah serta calon buah hati kami. Tiap hari bagiku dan Bing adalah perjalanan ke surga. Indahnya hari-hari yang kami lalui rasanya tak akan pernah ada yang bisa menghapus. Bing semakin terlihat cantik seperti calon bidadari penghuni surga saat dia memakai baju hamil. Auranya terpancar. Aku sempat cemburu pada beberapa rekan, ketika Bing aku ajak ke acara hajatan salahsatu rekan kerjaku. Beberapa rekanku yang lain, sempat berkata bahwa jika ada kesempatan, mereka akan berlomba-lomba merebut Bing dari aku. Bak kebakaran jenggot, aku waktu itu, tapi smuanya aku tahan. Aku sangat percaya pada Bing. Sembilan bulanpun berlalu, dan tiba saatnya Bing untuk bertarung nyawa demi buah cinta kami. Allahu Akbar........Allahu Akbar....seketika itu juga ku lafazkan takbir, memuja keagungan Alloh saat kudengar teriakan insan lugu berwujud bayi. Aku sangat bersyukur. Entah bagaimana aku harus melukiskan kebahagiaanku saat itu. Putra pertamaku telah lahir. Dialah Fajar. Putraku satu-satunya. Fajar Rofiq Abdullah. Itulah nama yang aku cantumkan dalam akta kelahiran. Nama yang aku sendiri telah merancang, sembilan bulan sebelum pejuang cilikku itu lahir. Kebahagiaanku semakin lengkap setelah Bing dan Fajar sudah kembali ke rumah. Rasanya rumahku semakin ramai dan lengkap dengan kehadiran Fajarku. Dan yang membuatku semakin mencintai istriku adalah keteguhannya merawat Fajar, buah cinta kami. Tiap pagi,seusai sembahyang subuh, rutinitasnya bertambah, mengajak Fajar jalan-jalan menghirup udara pagi yang suci sesuci hatinya. Bing,sangat menikmati aktivitasnya sebagai ibu. &lt;br /&gt;Minggu demi minggu berlalu, Alloh pun tak pernah lepas menguji iman hambanya yang beriman. Dan ujian itupun datang padaku. Bing sakit. Saat itu Fajar masih berusia 6 bulan. Terpaksa kutitipkan Fajar pada ibu waktu itu. Bing harus dirawat di rumah sakit. Aku juga tak terlalu jelas paham tentang penyakit Bing. Dokter hanya bilang kalo Bing mengidap penyakit langka. Otaknya kekurangan oksigen. Aku tidak terlalu paham tentang istilah kedokteran, tapi intinya seperti itu. Aku sangat senang ketika suster bilang kondisi Bing semakin membaik. Aku sangat bersemangat merawat Bing. TAPI..........MEMANG MANUSIA HANYA MAMPU BERENCANA. Alloh telah mempunyai kehendak lain. Dan mungkin, Alloh menguji imanku, mungkin Alloh menguji seberapa besar cintaku untukNya dibanding dengan cintaku untuk Bing. Aku berfikir mungkin selama ini Alloh cemburu pada cintaku yang terlalu besar untuk Bing.&lt;br /&gt;Selang dua hari setelah suster bilang bahwa kondisi Bing membaik, kemudian Alloh membuktikan kekuasaanNya. Bing meninggal. Dan benar-benar menjadi bidadari surga. Entah.....apa yang kurasakan saat itu. Marah,sedih,galau,rapuh. Rukiyahku, Bintangku pergi meninggalkanku bersama buah cinta kami. Tapi, sampai saat ini, ada kalimat yang slalu menguatkanku. Sejenak sebelum meninggal, Bing berpesan, “ Mas, jangan pernah berfikir Alloh jahat padamu karna Dia telah mengambilku darimu nanti! Alloh, terlalu sayang padamu dan padaku,sehingga Dia ingin menjaga hati kita nanti untuk bertemu kembali di surga. Jadikan aku sebagai semangatmu, mas! Jadikan aku sebagai pemicu ibadahmu untuk mendekatkan diri padaNya! Itulah cinta sejati kita. Aku dan kamu akan bersatu dalam ikatan yang abadi jika mas bisa melaksanakan itu tadi. Jadikan Fajar sebagai pejuang yang selalu berjalan di jalanNya! Carikan Fajar sosok ibu yang baru jika dia menginginkannya. Dan smua untuk kebaikanmu, mas. Sungguh,aku sangat mencintaimu! Aku sangat bersyukur mempunyai suami yang sangat hebat seperti kamu, mas! Tak penah putus pintaku dalam tiap sujud, agar kau selalu dalam kebenaran. Kebenaran dalam cinta maupun dalam pikiran. Sungguh....aku merasa sangat berat sekarang harus meninggalkanmu sementara. Siapa nanti yang memelukku saat aku dingin, siapa yang menggodaku saat aku galau. Tapi ini Cuma sementara, mas! Berjuanglah di jalanNya, maka smua yang kita nantikan pasti terkabulkan. Terima kasih mas, atas semua cintamu. Saat kita bertemu nanti, cinta itu akan slalu terjaga untukmu. Sampaikan doa yang indah dariku untuk putra kita tercinta. Sampaikan bahwa, Rukiyah, ibunya, telah menantinya di sini. Aku mencintaimu.” Begitulah pesan tertulis dari Bing untukku dan Fajar. Dan kini, tiap tanggal perkawinanku, slalu kubaca surat itu dan airmataku tak pernah berhenti hingga sang fajar kembali menyapaku. Dan sampai kini, tak pernah bisa aku gantikan sosok Rukiyah di hatiku. Biarlah kisah cintaku dengannya bersambung sementara. Biarlah hatiku ini slalu perjaka untuk Bing. Biarlah kutahan getirku sampai nanti saat kembali ku bersua dengannya di sana. Bing, sampai kapanpun, cinta ini akan slalu ada untukmu. &lt;br /&gt;Begitulah kisah cinta sepasang suami istri. Bagiku kisah ini sangat mengena. Tiap aku mendalami sudut sajaknya, maka saat itu juga hati ini bergetir. Memang, cinta sejati hanya milik Alloh. Semoga,aku bisa mendampingi Bing nanti ketika bertemu dengan Suryo. &lt;br /&gt;Untuk................ Mama dan Bapak. Semoga terus bersama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-4997727408240912664?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/4997727408240912664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/03/belajar-dari-suryo-dan-bing.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/4997727408240912664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/4997727408240912664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/03/belajar-dari-suryo-dan-bing.html' title='BELAJAR DARI SURYO DAN BING'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-3167196813245714973</id><published>2009-03-16T07:33:00.000-07:00</published><updated>2009-03-16T07:35:01.659-07:00</updated><title type='text'>Menulis untuk kembali</title><content type='html'>Bismillah...&lt;br /&gt;Apa kabar duniaku yang tenggelam seribu abad?? Haha.....rasanya terlalu berlebihan bukan jika aku bertanya seperti itu, tapi memang seperti itulah potret suram imajiku selama beberapa minggu ini. Aku yang menjunjung tinggi prinsip “scripta manen verba volan” seperti Cuma bualan atau sekedar bisikan yang Cuma mampir sesaat di bibir ini. Ya, selama beberapa minggu ini, entah aku mau berkata terpaksa atau sok bertingkah layaknya selebriti yang diburu deadline syuting, yang jelas aku seperti tak mampu menjamah kumpulan lirik di lipatan memoryku yang mungkin sekarang sudah menjadi sebuah diary, padahal kapanpun lirik itu selalu setia menantiku untuk mendengarkan suaranya bernyanyi tentang perjalanan roda hidupku, tapi aku mungkin terlalu congkak. Kadang, aku menyesal mengapa aku harus terlahir menjadi gadis yang menderita sindrom “writing complex” seperti ini. Yang selalu tak bisa mengeja bayangan ide menjadi sebuah kata yang nikmat untuk disuarakan. Yang selalu merasa hidup yang nyata dalam dunianya sendiri, mirip gadis autis yang suka bermain-main dengan bait-bait kata. Ya, mungkin inilah alasan Tuhan memberiku sebuah “kelainan” yang terlalu indah ini. Aku, gadis, mahasiswi, dan sangat tertutup. Aku, wanita, pendiam tapi sangat periang dan terbuka pada satu benda, buku. Aku, perawan, pemalu, dan hanya menjadi sangat “agresif” pada satu adegan, menulis. Mungkin, inilah alasan Tuhan memberiku mata yang utuh, tangan yang utuh, serta otak yang normal. Agar aku selalu tidak merasa sepi, selalu tidak merasa sendiri, selalu merasa punya teman dimanapun aku berada. Cuma, aku kecewa pada satu anugrah ini,karna aku tidak bisa mengolah verbalku dengan masyur. Aku menjadi gadis tertutup. Dan menjadi aneh bagi sebagian orang. Dan aku juga menjadi sangat kecewa ketika aku terbangun dari itu smua lalu aku menemukan bahwa aku telah menelantarkan ide mereka. Ide segar mereka, ide segar teman-temanku yang seharusnya bisa memandikan dan mengelupas kulit ari bagian hipotalamusku agar tumbuh menjadi gadis normal seperti mereka. Entah,kenapa aku berpikir seperti ini, mungkin karna aku merasa mereka, sang pembawa perubahan, merasa telah muak dan jijik dengan tingkahku yang pengecut. Cuma bisa memaki lewat mimpi yang selalu semu, dan tampak abstrak bagi mereka. &lt;br /&gt;Jika kalian berjumpa dengan gadis seperti aku yang menderita suatu sindrom langka seperti ini, apakah kalian akan menghakimi aku bahwa sindrom itu buruk bagiku dan aku harus segera kabur dan lari sejauh-jauhnya?? Padahal bagiku, sindrom ini adalah anugrah terindah yang diberikan Tuhan padaku. Padahal bagiku, aku Cuma punya satu teman sejati yang tak akan pernah meninggalkanku kapanpun yaitu si “writing complex” ini. Padahal, kalian yang bicara Cuma sekedar buang abab untuk menghabiskan kemunafikan pada diri kalian sendiri, dan kalian Cuma benci pada kekalahan yang bagi kalian tidak adil, yaitu aku lebih memilih sesuatu yang kalian anggap “kelainan”. Padahal, kalian tidak pernah bisa memahami tiap gerak bibirku yang menyebut kata “Aku butuh kamu”!!!!!! apakah itu yang kalian anggap adil, teman-temanku???? Cuma kalian sendiri yang bisa menjawab. Entah itu Cuma sekedar menghiburku atau sekedar melemaskan urat bibir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-3167196813245714973?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/3167196813245714973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/03/menulis-untuk-kembali.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/3167196813245714973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/3167196813245714973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/03/menulis-untuk-kembali.html' title='Menulis untuk kembali'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-8348867643417529168</id><published>2009-02-05T22:30:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T22:32:52.145-08:00</updated><title type='text'>AKU SUDAH MEMAAFKANNYA</title><content type='html'>Bismillah…..&lt;br /&gt;Kesunyian mengantarku menuju ruang mimpi yang semu. Serasa tulangku ingin menyeruak keluar bersama dengan luruhnya semua syarafku menyambut kabut-kabut beku yang menghujam pori-poriku. Seharusnya aku telah membeku sekarang, apalagi tak ada satu makhlukpun yang mendengarkan jeritan ngiluku. Ya Alloh, kemanakah mereka yang biasa menungguku di sudut jalan itu? biasanya mereka menyambutku dengan kalung sutra tebal sekedar melelehkan butiran Kristal beku di ujung kukuku. Ya Alloh, inikah hadiah yang kau janjikan pada manusia munafik seperti aku?? akankah seperti inikah maut menjemputku nanti?? Ngeri aku membayangkannya! &lt;br /&gt;Kuhapus imaji hororku tadi. Beberapa hari ini, dia telah menyita waktuku. Dia, sebutan untuk seseorang yang sebenarnya sangat aku cintai dan aku sayangi tapi beberapa hari itu juga aku dengan lantang meneriakkan kebencian padanya. Tapi aku yakin itu hanyalah ekspresi semata. Sungguh, aku tak bisa mengusirnya begitu saja dari lembaran-lembaran album indah yang telah dia dan bersama aku rangkai selama ini. mungkin, suatu saat album itu bisa bertambah lagi. mungkin!! Entah kapan!!&lt;br /&gt;Malam ini, yang menemani ragaku giliran music slow rock. Music MLTR alias Michael learns to rock menjadi obat canduku akan petikan gitar. Haha……aku rasa duniaku tinggal 2, music dan tulisan. Nyawaku tinggal 2, music dan tulisan. Bagiku dua hal itu mirip dan sehati. Dua-duanya jujur, ungkapan hati. Dua-duanya tak pernah berdusta. Mungkin inilah yang menjadikanku jatuh cinta pada mereka. Musik tak bisa hidup tanpa lirik, begitu juga tulisan tak bisa mengalir tanpa nada. Serumpun bukan? Sama seperti cinta. Sama seperti cinta dan khayalan. Mereka juga serumpun. Cinta bisa jadi seindah pelangi jika diwarnai khayalan, dan khayalan bisa seangker lawang sewu jika cinta telah terluka. Luka itu pedih, perih, ngilu, bernanah, bau, menjerit. Luka itu membawa kesempurnaan dalam kata. Luka itu membawa berita dalam sajak. Dan aku ingin, semua luka itu menjadi kesempurnaan dalam pendewasaanku. Iringan music melankolis ini menjadi saksi, betapa aku menikmati luka itu. betapa aku mencintai khayalan yang terluka itu. dulu, aku pernah merasa takut bermimpi karena aku takut hidupku yang sebenarnya takkan pernah dimulai. Tapi, sekarang semua itu kubantah. Aku mau hidup dalam mimpi, karena aku hanya akan mendapat gambar-gambar indah dari mimpi itu yang tak lagi kudapatkan di hidup yang nyata. Aku ingin menjadi seperti autis yang asik dengan dunianya sendiri.  Dan saat semua itu nyata, maka aku menjadi pemenang sejati, the real winner!!!! The real challenger!!!&lt;br /&gt;Aku suka salahsatu kalimat dalam lagu itu yang berkata seperti ini :&lt;br /&gt;LOVE IS ONE BIG ILLUSION, I SHOULD TRY TO FORGET&lt;br /&gt;BUT THERE IS SOMETHING LEFT IN MY HEAD&lt;br /&gt;YOU’RE THE ONE WHO SET IT UP, NOW U’RE THE ONE TO MAKE IT STOP……………………&lt;br /&gt;Kalimat itu begitu menyentuh perasaanku. Membuatku meleleh bersama kalimat itu. rasanya mengingatkanku akan sesuatu yang sedang meluluhlantakkan tatanan sanubari. &lt;br /&gt;Kuikuti syair melodi melankolis itu tapi Cuma di bagian itu saja. Kuteriakkan kalimat sensitive itu. kubebaskan jiwaku. Iya……aku tak perlu malu. Toh…….ini hanyalah ekspresi!!! Cuma kalimat ini yang ingin aku katakan padanya. Jika bukan sekarang, maka biarkan kalimat ini menjadi bagian dari tumpukan sejarah hidupku yang senantiasa akan aku bingkai indah bersama senyumnya.&lt;br /&gt;Bapak,Siapapun bapak sekarang, apapun yang telah bapak lakukan pada rista dan bram, apapun kata-kata yang telah bapak hadiahkan untuk kami, Aku sudah melepas semua, aku sudah memaafkan bapak,sungguh aku rindu pada pelukanmu,pada belaianmu di kala aku menggeliat dalam tidur, aku rindu pada bapakku yang dulu. Aku sudah ikhlas pak! Aku sudah memaafkan bapak. Aku sudah menghapus memar yang kau gambar diwajahku. Aku sudah melepas semua sumpahku. Andai nanti aku datang ke rumah kembali, sambutlah aku dan peluklah aku sebelum semuanya tak pernah bisa kita rasakan lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-8348867643417529168?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/8348867643417529168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/02/aku-sudah-memaafkannya.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/8348867643417529168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/8348867643417529168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/02/aku-sudah-memaafkannya.html' title='AKU SUDAH MEMAAFKANNYA'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-5494227934635482806</id><published>2009-02-03T21:42:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T21:46:23.449-08:00</updated><title type='text'>DOA UNTUK DIA…..</title><content type='html'>Bismillah……&lt;br /&gt;Penat, sesak, gundah, rapuh. Empat nyawa yang sekarang sedang ramah menemaniku. Kuhabiskan malam yang sangat indah ini dengan berdiam diri di kamarku. Malas sedang menguasaiku. Tak ingin kutemukan suara apapun yang menyapaku kecuali gumaman nyamuk, ratapan cicak, dan bisikan semut. Aku terlalu berburuk sangka pada mereka, selalu kukira mereka sedang membicarakanku, sedang menertawakan kebodohanku yang menyia-nyiakan malam seindah ini dengan berdiam diri di kamar yang tak lebih bagus dari kandang mereka. Ah…apa peduliku? Sekarang aku Cuma ingin membisu. Sekarang aku Cuma ingin menghibur diriku lewat lagu-lagu metal, underground, dan semua yang menggambarkan kebebasan jiwa. Ya….rasanya aku ingin melepas jiwaku sekarang. Kubiarkan saja dia yang menikmati malam karna sejatinya Cuma ialah yang butuh sanjungan,sedangkan cangkangnya akan tetap berdiam diri menunggu sapaan semut kembali bersua. &lt;br /&gt;Kunikmati tiap bait kalimat lagu-lagu cadas itu. kubiarkan kakiku dan tanganku mengejang seiring gebukan drum yang semakin lama terdengar seperti semangat yang membakar habis amarah yang mendidih dalam nadi. Sengaja kupasang volume maksimal, sengaja kutulikan telingaku agar aku tak mendengar jeritan nyamuk yang bising akan suara garang sang vokalis. Kubiarkan semut memakiku atas kebodohanku yang malah aku bangga-banggakan!! Aku Cuma butuh melepaskan jiwaku yang tadi telah dihimpit oleh bujuk setan. Aku Cuma ingin membuang amarah yang daritadi merasuki naluri beningku dan menghadiahkan kabut untuknya. Kubiarkan amarahku mengalir keluar lewat butiran halus airmata. Kubiarkan hati ini berteriak sebebasnya!!!! Kubiarkan mulut ini memaki kenyataan yang terlalu pahit untuk dibayangkan!! Rasanya lagu-lagu itu adalah pengantarku menuju kedamaian abadi. Rasanya melodi angker ini menyerupai malaikat berwajah tampan yang membuatku tertarik untuk menggandeng tangannya lalu mengikuti semua perintahnya. Rasanya aku sangat damai lewat iringan drum yang cadas!!!!! Rasanya aku bebas berekspresi!!!! Rasanya aku bebas meneriakkan kekecewaan yang memilukan!!!!!&lt;br /&gt;Dalam kebisingan yang indah ini, di sudut hatiku tempat bersemayamnya satu nama yang sangat aku sayangi sedang meleleh terluka karena suatu kekecewaan mendalam. Baru kali ini, rasanya bagian dari tubuhku hilang entah kemana, sakit, perih, dan sejuta rasa pilu lainnya yang tak sempurna aku gambarkan. Ingin rasanya kembali ke masa lalu saat smua belum terjadi. Kubasuh airmata penanda luka ini. kupandangi cermin dan ingin rasanya kuhancurkan cermin itu. bagiku, dia hanyalah cermin yang menggambarkan fakta tanpa pernah membohongi. Entah kenapa, mala mini terasa begitu lama. Dalam ratapan piluku lewat lirik-lirik lagu yang mengiringiku, kusisipkan sebuah doa. Doa untuk seseorang yang sangat aku sayangi. Doa untuk seseorang yang menanamkan bibit cinta dan sekaligus mencabutnya menjadi duri yang melukaiku. Doa untuk sesorang yang dulu kusebut BAPAK. Dulu, karena sekarang aku enggan memanggilnya seperti itu. aku lebih suka memanggilnya DIA. Dan doa itu adalah :&lt;br /&gt;Ya Alloh, Ya Robbi, sesungguhnya Engkaulah Maha Besar itu. sesungguhnya Engkaulah Maha Pemurah itu dan Maha Pengampun itu. sekarang saksikan hambaMu yang telah membawa setumpuk dosa untuk Kau ampuni. Hamba barusaja melakukan dosa besar, hamba barusaja memaki ayah hamba sendiri. Jika maaf tak kudapatkan dari bapak, maka hanya kepadaMulah Ya Alloh maaf itu aku pinta. Aku sudah memaafkan bapak. Aku sudah mengikhlaskan semua. Dan sekiranya Engkau juga memaafkan semua kesalahannya. Ya Alloh, mungkin airmata ini tak pantas aku pamerkan, tapi aku tidak kuat akan smua ini. Ijinkan aku menangis sebentar sekedar untuk membuang dendam. Ya Alloh, aku tak punya tempat mengadu lagi. Aku merasa lemah sekarang. Kupasrahkan segalanya padaMu. Tapi hanya satu pintaku Ya Alloh, kembalikan bapakku yang dulu. Agar Bram bisa tertawa lagi, agar Bram bisa semangat lagi, agar Bram tidak merokok lagi, agar Bram adikku tidak menangis lagi. Ya Alloh, jika bapak bersalah, kembalikan ia ke jalan yang tak salah. Aku yakin, ini semua adalah peringatan dariMu untuk aku yang kurang bersyukur. Jika ada sesuatu yang bisa mengembalikan bapak, maka aku bersedia meraih sesuatu itu demi Bram, demi Tya dan demi mama. &lt;br /&gt;Kuakhiri doa itu dengan ucapa syukur tak terkira. Kubiarkan airmata terus mengalir sebagai rasa syukur yang tak kunjung padam. Bapak, sebentar lagi kau akan menyaksikan sesuatu itu kembali. Dan saat itu kembali kupastikan kau akan tersenyum lagi padaku dan pada Bram. Kubiarkan melodi garang itu tetap mengiringi akhir asaku. Sebagai lagu penutup. &lt;br /&gt;Untuk Bram……..Mbak Ita akan membuatmu melepaskan sumpahmu pada bapak. Mbak Ita janji. RISTA SAYANG BRAM. RISTA SAYANG TYA. RISTA SAYANG MAMA. RISTA SAYANG DIA.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-5494227934635482806?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/5494227934635482806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/02/doa-untuk-dia.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/5494227934635482806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/5494227934635482806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/02/doa-untuk-dia.html' title='DOA UNTUK DIA…..'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-6011338178793905562</id><published>2009-02-03T05:24:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T05:32:14.390-08:00</updated><title type='text'>AKU DAN SI BULIR AIR</title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.2  (Win32)"&gt;&lt;meta name="AUTHOR" content="AURISTA"&gt;&lt;meta name="CREATED" content="20090202;20340000"&gt;&lt;meta name="CHANGEDBY" content="AURISTA"&gt;&lt;meta name="CHANGED" content="20090202;21510000"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;Bismillah……&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Malam kembali datang menyambut sapa jenuh bulir hujan. Lagi-lagi bulan takut muncul di cermin cakrawala, lagi-lagi aku harus sendiri meniti tiap tetes berkah air hujan. Kutelusuri kemana air hujan ini mengalir. Kupikir, betapa lelahnya bulir itu mengembara dari wajah lautan menguap ke cakrawala menghadap ke sang dewa melaporkan tentang tur panjangnya di tiap ruas kanal lalu&lt;/span&gt;&lt;span lang="en-US"&gt; kembali ke lautan dan begitu seterusnya. Akupun tertawa, sekedar membayangkan jika aku menjadi bulir air itu. Kupikir, betapa sempurnanya hidupku. Mengalir dan Cuma mengalir, tak pernah berhenti kecuali jika musim surut melanda atau musim kemarau menyapa. Seandainya hidupku seperti itu, betapa nikmatnya. Serasa tiap hari adalah tur indah, serasa tiap hari adalah anugrah. Bertemu dengan rupa berbeda, tanpa harus berhenti, tanpa harus terganjal, tanpa harus terpeleset, tanpa harus takut tersesat. Tapi, aku merasa hidupku sudah seperti kisah si bulir air itu. mengembara dan mengembara. Belajar hal baru, bertemu orang baru, bersyukur atas  semua tamparan yang menyapa muka, tanpa takut kemana arah ini membawa. Karena aku yakin, asal ikhlas dan istiqomah maka smua arah adalah nikmat dan anugrah. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Pikiran ini membawaku menelusuri cakrawala sekedar untuk mendalami &lt;/span&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;buku perjalanan si bulir air. Aku ingin belajar dari ketegarannya, kekuatannya dan keikhlasannya. Kebetulan malam ini, hatiku sedang rapuh. Mungkin karena aku kurang bersyukur, mungkin karena aku kurang ikhlas menerima sesuatu. Sesuatu yang tidak sesuai dengan doaku, dengan asaku, dan dengan mimpiku. Sesuatu yang selalu aku harapkan jauh dari realita hidupku. Tapi, ternyata sesuatu yang aku anggap menjijikkan itu benar-benar hadir dan menampar muka ini. Menyadarkanku bahwa tak semua doa itu selalu dijawab olehNya. Tapi, jujur malam ini sengaja aku habiskan dengan menikmati tiap bulir air yang membersihkan sebijih dosa di mukaku ini, menyapu sebijih debu yang menodai suci naluri ini dan memberI sedikit air sejuk di hatiku yang sedang membara ini. Ya….aku sedang tak berselera untuk tersenyum. Aku sedang panas!!! Baru saja aku luapkan panas ini menjadi lava yang kubiarkan meletus melalui celah mata. Kubiarkan membanjiri wajah ini. aku tak bisa terima dengan itu semua. Aku akui aku memang belum sepenuhnya menjadi manusia yang senantiasa ikhlas dan istiqomah. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;Aku ingin bercerita malam ini pada kalian semua, pada kalian yang ikhlas memberi sedikit waktu untuk mendengarku. Mendengar teriakan hatiku, mendengar bisik kecewaku!!! Pertama, ijinkan aku berteriak. Meneriakkan sesuatu yang sungguh tak pantas didengar. Aku malu sesungguhnya. Tapi aku lebih suka seperti ini. aku bisa bebas!!!! Ya Alloh, ampuni aku!  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;I HATE YOU!!!! AKU BENCI KAMU, MANUSIA YANG KUSEBUT AYAH!! AKU BENCI TANGANMU YANG LUWES JIKA MEMUKUL ADEK YANG SANGAT KUSAYANGI, AKU BENCI MULUTMU YANG RAMAH MENCELA AKU, MENCELA ADEK, AKU BENCI LIDAHMU YANG SANTUN KETIKA MENGUMPATKU, MENGUMPAT ADEK, AKU BENCI BIBIRMU YANG INDAH KETIKA KATA-KATAMU YANG TAK PERCAYA AKANKU. AKU BENCI HATIMU YANG KAKU, AKU BOSAN DENGAN GAYAMU YANG PALSU DI DEPAN ANAK BUAHMU. AKU BOSAN DENGAN RAMAHNYA TANGANMU YANG MENYAPA MUKAKU. AKU BENCI OTORITERMU!!!!!! AKU BUKAN PEMBOHONG! AKU TAK PERNAH MEMBOHONGIMU, AYAHKU. AKU SANGAT MENYAYANGIMU!! AKU SANGAT MENGHORMATIMU! TAPI APA YANG KUDAPATKAN. KAU TAK PERCAYA PADAKU!!! AKU SAYANG KAMU, AYAH, TAPI SEKARANG SEMUA ITU HILANG!! AKU TAK RELA, JIKA KAU UCAPKAN KATA BURUK PADA ADEKKU. APA KAU TAU, AYAH, KATA-KATAMU ADALAH DOA BAGI KAMI, ANAK-ANAKMU. JANGAN LAGI KAU UCAPKAN KATA-KATA BURUK ITU PADA KAMI! KAMI SANGAT MENYAYANGIMU AYAH!! HATIKU TELAH LUKA. AKU KECEWA PADA KENYATAAN INI. AKU KECEWA!!!!!!!!!! AKU SELALU BANGGA PADAMU, AKU SELALU INGIN MENELADANIMU. MAAFKAN AKU YA ALLOH!! AMPUNI MULUT,DAN HATI INI!! AKU CUMA KECEWA DENGAN KENYATAAN INI. TAPI, AYAH, AKU BERJANJI AKAN MEMBAWAKAN BULAN TERINDAH DIHADAPANMU! AKU BERJANJI AKAN TETAP MEMBUATMU BANGGA PADAKU. AKU AKAN BUKTIKAN BAHWA AKU TAK PERNAH MEMBOHONGIMU! AKU TAK AKAN PERNAH BERUBAH. AKU TETAP INGIN MENJADI RISTA, SEORANG GADIS YANG SELALU BELAJAR! MENJADI RISTA YANG SELALU MENDOAKANMU!! MAAFKAN AKU YANG TELAH TERLUKA!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Astaghfirullah……..Ampuni aku Ya Alloh!! Kawan, jika kalian telah membaca tulisan ini, jadikan pelajaran. Begitulah aku. begitulah jalanku. Begitulah kisahku. Tidak jauh beda bukan dengan kisah si bulir air. Bedanya, si bulir air senantiasa ikhlas dan istiqomah menjalankan tugasnya walau tak jarang jalannya terselip karang, terhantam ombak tapi dia tetap berjalan bukan???? Sedangkan aku belum bisa sepenuhnya ikhlas, sedangkan aku sempat berhenti sejenak sekedar mengumpulkan puing-puing hatiku yang sempat tercecer, sedangkan aku sempat tertahan sejenak sekedar menata puzzle&lt;/span&gt;&lt;span lang="en-US"&gt; kehidupanku yang sempat berantakan. Sedangkan aku sempat tak bersyukur saat melihat kenyataan yang sangat jauh dari harapku. Aku telah belajar banyak dari si bulir air. Dan aku ingin menjadi dia. Perlahan, kuhirup bau ampo yang segar. Perlahan kumasukkan nafas bulir air ke labirin paruku agar dia mengalir menelusuri naluriku. Mengguyurkan air segar agar memadamkan api yang sempat membakarnya. Aku sedang belajar darinya. Aku sedang bangkit! Dan kalian jadi saksi!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;Terimakasih telah mendengarku. aku dan si bulir air…………………………..&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-6011338178793905562?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/6011338178793905562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/02/aku-dan-si-bulir-air.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/6011338178793905562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/6011338178793905562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/02/aku-dan-si-bulir-air.html' title='AKU DAN SI BULIR AIR'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-2313502024827877416</id><published>2009-01-31T04:57:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T05:12:57.860-08:00</updated><title type='text'>untitled..........</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;Bismillah……………&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Malam ini seakan menjadi bisu, tak bergairah seperti malam kemarin. Kumainkan jari, tuk sekedar menghitung berapa malam yang tlah kulalui begitu saja tanpa menyapa ide-ide segar yang selalu rindu akan guratan tangan ini. Kupandangi langit-langit kamar ini, tuk sekedar berharap menemukan ide segar itu lagi. sebenarnya banyak bisikan-bisikan lembut menyapa serabut halus saraf sensoriku yang mengingatkanku untuk tak berhenti menulis. Tapi apa daya, beberapa hari ini, rasanya aku lebih asyik tidur dan menikmati gemetarnya badan ini sebagai reaksi tubuh lemah berusia 19 tahun bersamaan dengan masuknya bahan kimia penghambat bakteri-bakteri jahat.  Rasanya reaksi bahan kimia itu bahkan lebih jahat dari bakteri pathogen ini. Dia seolah mematikan daya kreasiku. Dia membuatku tak lebih dari seorang penyakitan yang wajib tergeletak lemah, tak berdaya di tempat tidur. Tapi mala mini, aku merasa sedikit lebih baik. Tubuhku tidak lagi gemetaran. Mungkin, bakteri itu sudah bosan menghuni tubuhku ini. Alhamdulillah…akhirnya aku sempat juga menuangkan segenap rasaku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;Aku ingin menghiasi malam ini dengan berjuta mimpi yang entah sengaja atau tidak hadir dan menyapaku lewat mimpi. Kata orang, mimpi itu terkadang Cuma bunga tidur. Apalagi melihat kondisiku yang tak karuan kemarin, wajar jika mamaku pun tak menggubris mimpi yang kuceritakan padanya. Mungkin bagi mama, mimpi itu Cuma reaksi dari tubuh seorang gadis yang sedang tidak sehat. Tapi, tidak bagiku. Mimpi itu begitu berarti bagiku. Aku tak pernah mimpi seperti itu sebelumnya. Bahkan aku tak pernah memikirkan itu sebelumnya. Sampai sekarang, aku masih berpikir, mungkin mimpi itu suatu pesan atau pertanda bagiku. Tapi aku tak tau pesan atau pertanda apakah itu.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Dalam mimpi itu aku bertemu dengan macan berwarna hitam legam dan matanya putih bersinar. Rasanya, ketika itu aku bejalan bersama seorang kakek yang aku sendiri lupa bagaimana aku menyebut kakek itu. kami (aku dan kakek) berjalan di lereng jurang yang landai, sepertinya daratannya curam sekali, miring sekali. Daratan itu Cuma terdapat rumput-rumput hijau yang tak terlalu segar dipandang dan di atas lereng itu dipenuhi pohon-pohon bambu.  Entah aku membicarakan apa waktu itu bersama sang kakek. Yang aku ingat, tiba-tiba saja aku dan kakek terpisah setelah melihat seekor hewan mengerikan yang lebih mirip macan kumbang itu. Aku berlari tak karuan arah. Aku tak tau kemana kakek itu. yang aku lihat, di belakangku ada seekor hewan buas yang dari sorot matanya ingin memangsaku, dia melihatku seperti gumpalan daging segar yang sangat nikmat dimakan. Aku berlari dan terus berlari. Tapi anehnya aku seperti tak kehabisan tenaga untuk berlari. Sampai akhirnya aku sampai di ujung jurang, dan akupun berhenti. Aku menoleh ke belakang, dan macan itu menatapku tajam. Aku ingin sekali menenggelamkan diriku ke dalam jurang itu tapi aku tak mau mati hari ini. Aku seperti menghitung nasib, aku seperti makan buah simalakama. Aku merasa kaki kananku mengajakku loncat ke dalam jurang itu, tapi kaki kiriku serasa tertancap paku, kuat sekali sehingga aku ngilu saat akan berlari. Saat aku bimbang dengan ketakutan yang aku tak tau itu nyata atau tidak, kudengar suara auman mengerikan. Dari siapa lagi kalau bukan dari macan kumbang itu. aku terhipnotis oleh dahsyatnya auman angker itu, sehingga kaki kiriku pun telah terlepas dari tancapan paku tadi. Dan aku terbang bebas menyusuri tebing jurang, aku merasa sangat ringan, seringan kapas. Kubiarkan ketakutan itu menguasaiku. Kubiarkan angin-angin sejuk hasil perkawinan lambaian pepohonan menyempurnakan rasa getirku akan kematian yang tadi sempat mengancam dan mungkin nanti akan mengancam. Ya….kuputuskan untuk menjatuhkan diri ke jurang mengikuti ajakan kaki kananku setelah mendengar auman kelaparan dari macan itu. aku tak tau dimanakah kakek sekarang berada, yang pasti aku merasa sangat lama melayang-layang seperti kapas. Ya Alloh..seberapa dalam jurang ini. Kenapa aku tak sampai juga di dasarnya? Apakah yang menantiku di dasarnya nanti? Pertanyaan itu seperti hantu yang mengiringi rekreasiku menyusuri dinding jurang ini. Kemudian kurasakan tubuhku jatuh di suatu dasar. Bukkk…………terasa bunyi berdebum di telingaku. Ternyata itu bunyi tubuhku sendiri. Kuraba dasar jurang itu. kering, lembut. Kubau tanganku, tak ada bau apapun. Seperti udara biasa. Kuangkat tubuhku. Kuberdiri. Kubersihkan badanku. Kuraba kepalaku, kenapa aku merasa dingin di ubun-ubun. Ya Alloh, jilbabku kemana? Aku kaget setengah mati, jilbab itu telah hilang dari kepalaku. Kemudian kulihat badanku, dadaku, perutku, pahaku, betisku, yang sedari tadi terasa dingin disambut embun. Astaghfirullah……kemana kain yang menutupi tubuhku???? Aku benar-benar telanjang!!! Tak sehelai kainpun menutupi tubuhku. Akupun lemas. Aku Cuma bisa menangis. Mama….aku dimana? Kenapa aku seperti ini? Kemana yang lain? aku duduk dengan melingkarkan kedua tanganku pada kedua kakiku yang tertekuk layaknya orang kedinginan. Kubenamkan wajahku pada kedua tanganku. Kemudian, aku merasa ada suara lembut yang membangunkanku. Kuangkat wajahku. Rasanya ingin pingsan saja aku melihat sosok itu. dia adalah aku. sosok berjilbab di depanku itu aku. kemudian dia membimbingku ke sebuah tempat. Disitu aku melihat video-video indah dan akulah yang jadi bintang filmnya. Kami tertawa bersama saat melihat kisah lucuku dan kami menangis bersama saat melihat kisah sedihku. Setelah puas menonton film gratis itu, diapun mengajakku ke suatu tempat. Rasanya tempat itu aneh. Masa’ dimana-mana ada cermin. Kemudian dia berkata, bahwa aku telah melakukan banyak kesalahan. Dan aku harus memperbaiki kesalahan itu. dia bilang, macan dan kakek adalah sebuah petunjuk. Aku harus mengikuti keduanya untuk memperbaiki kesalahan itu. kemudian gadis itu bilang bahwa aku harus segera kembali. Suatu saat kami akan berjumpa lagi. aku benar-benar tak mengerti maksud ucapannya. Tapi, saat aku sibuk mencerna kalimatnya, tiba-tiba tubuh ini terasa pening dan akupun terbangun dari mimpi itu. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;Mungkin sampai sekarang aku masih bingung. Kenapa aku berjumpa dengan aku sendiri. Dan kenapa aku telanjang? Kenapa aku bertemu macan? Kenapa aku tidak sakit waktu jatuh ke jurang? Kenapa, kenapa dan kenapa? Aku berpikir, mungkin, sebenarnya aku sudah berada di alam antara hidup dan mati. Aku berharap semoga hidupku stelah bangun ini, lebih baik. Aku merasa mungkin sebenarnya aku sudah mati suri. Hahaha…tapi entah benar atau tidak, aku tidak tau. Tapi aku berjanji, akan menjadi rista yang lebih baik! Menjadi muslimah seutuhnya!! Entah mimpi atau bukan, aku ta peduli. Aku bersyukur mendapat hidayah yang tak ternilai harganya. Entah umurku tinggal berapa jam lagi, berapa hari lagi, atau berapa tahun lagi, yang pasti mimpi itu benar-benar mimpi paling bermakna dalam hidupku.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;ALHAMDULILLAH………………….&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-2313502024827877416?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/2313502024827877416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/01/untitled_31.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/2313502024827877416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/2313502024827877416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/01/untitled_31.html' title='untitled..........'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-3585288515918249652</id><published>2009-01-09T00:00:00.000-08:00</published><updated>2009-01-09T00:03:07.161-08:00</updated><title type='text'>GADIS ITU BERNAMA ASRI…………..</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Namanya berawalan huruf “A”, sama seperti namaku. Asri Lestari. Nama yang sederhana namun penuh makna. Umurnya 10 tahun. Perawakannya kurus tapi lincah. Aku suka melihat gadis cilik itu ketika mengumpulkan sampah di dekat kosku. Aku sangat tertarik pada senyum manisnya dan goyangan rambutnya yang tiap hari selalu dikucir model ekor kuda. Aku sering melihatnya ketika pagi hari saat aku sibuk menyiapkan diri untuk berangkat kuliah. Dia datang dengan karung berasnya, menjinjingnya kemana-mana seolah karung itu berisi buku penuh ilmu yang eman jika dibuang. Ya..bagi dia dan keluarganya, isi karung beras itu memang sangat penting dan sangat eman jika disia-siakan. Botol air mineral yang mungkin bagi kita, tidak berarti apa-apa, yang tiap habis manis sepah dibuang, tapi bagi dia, botol itu adalah sumber uang sakunya tiap hari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Pagi ini aku kembali berjumpa dengannya, dengan gadis cilik bernama Asri itu. Sama seperti pagi-pagi yang lain, dia tetap ceria. Sama sekali tak Nampak dari raut wajahnya yang polos itu barang sebijih penyesalan dan rasa malu. Dia tampak ikhlas memunguti bekas botol air mineral dan sampah plastic, dia tampak girang menyambut sesuatu yang biasa kita sebut sampah itu, karna baginya sampah itu adalah suatu emas yang berharga. Aku selalu tersenyum melihat kelincahan jari-jari lentiknya memunguti sampah-sampah itu. Lantas saat dia sedang berdiri memungut sampah di depan kosku, akupun tak menyia-nyiakan untuk berkenalan dengan idola baruku. Ya aku mengidolakan Asri sebagai gadis tangguh, aku suka dan kagum padanya, pada tawanya, pada percaya dirinya, pada semua yang dia miliki. Andai, aku mampu, aku ingin mengangkatnya sebagai adikku, agar aku bisa melihat tawanya yang renyah itu tiap hari, tiap saat. Aku memanggilnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Dek…sebentar ya, aku punya botol bekas banyak di dalem. Tunggu bentar ya!” kataku sambil berlalu ke dalam kamar dan mengambil botol bekas yang kujanjikan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aku memang sudah berniat akan memberikan botol-botol bekas itu pada Asri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Ini dek,” kataku sambil menyerahkan botol-botol bekas itu. bibirnya pun tersenyum riang. Matanya tampak berkilat, dia tampak girang mendapat botol-botol bekas itu layaknya mendapat harta karun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Makasih ya mbak!” kemudian dia bersiap beranjak pergi dan meninggalkan aku yang sudah terlalu terpesona pada kemurnian auranya. Lalu akupun menahan kepergiannya itu. aku ingin kali ini bisa ngobrol dengan idolaku itu. aku ingin pagi ini menjadi pagi tak terlupakan bersama gadis cilik itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Adek…mau kemana? Kok buru-buru gitu. Gag capek apa? Sini deh, aku punya sesuatu untuk kamu.” Kataku sambil menarik tangannya yang mungil itu. Saat kusambut tangannya, dia buru-buru melepasnya dari genggamanku, dan mengusap tangannya ke kaosnya. Ternyata dia tidak ingin tanganku ikutan kotor, padahal aku tak peduli. Bagiku, gadis yang kini berdiri di hadapanku itu adalah gadis tersuci yang pernah aku jumpai. Setelah mempersilakan gadis cilik itu duduk di teras, akupun masuk kembali ke dalam kamar dan mengambil beberapa barangku yang aku rasa sudah tidak aku butuhkan. Tak lupa, aku bawakan snack dan air minum untuknya. Dia pasti lelah, walau itu Cuma kiraku saja karna samasekali tak Nampak sedikitpun sinyal lelah itu dari bahasa tubuhnya yang tetap lincah tak berubah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Nih, aku punya sesuatu buat kamu. Maaf ya dek, Cuma kaya gini tok.” Kataku sambil menyerahkan barang-barang itu padanya. Diapun menerima barang itu dengan rasa girang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Makasih ya mbak. Tapi kenapa kok dikasihkan ke saya?” tanyanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Karna aku suka sama adek. Udah…ambil aja. Tapi jangan dijual lho ya. anggep aja itu hadiah dari aku. oya..nama adek siapa? Namaku Aurista, tapi temen-temen biasa panggil aku Rista,” kataku sambil mengulurkan tangan berharap dia menerima salam perkenalanku. Dan diapun menyambutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Namaku Asri Lestari, mbak. Tapi ibu dan adek manggil aku Asri.” Jawabnya. Kulanjutkan ke pertanyaan selanjutnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Dek Asri umur berapa? Emang jam segini nggak sekolah to, kok malah cari botol?” tanyaku. Kuperhatikan tiap lekuk bibirnya saat menyebut tiap bait kalimat yang meluncur, kuperhatikan sinar di matanya, sungguh, dia punya aura istimewa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Umurku 10 tahun, mbak. Sekolahku siang kok di inpres. Jadi kalo pagi gini ya cari botol, bantu ibu. Kalo nggak cari botol, aku nggak sangu. Lha mbak’e nggak sekolah to kok pagi-pagi malah nganggur?” tanyanya. Pertanyaannya yang terakhir seperti sengatan listrik yang menegakkan serabut sarafku. Pertanyaan sederhana dan aku tau dia tidak bermaksud apa-apa, tapi aku menangkap suatu pesan dari pertanyaannya itu. betapa dia melihatku sebagai makhluk yang beruntung karna pagi-pagi bisa nganggur, sedangkan dia harus bekerja. Betapa aku adalah sangat beruntung! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Oh..aku juga masuk siang kok dek. Jam 1 nanti. Adek tinggal dimana? Punya berapa saudara?” tanyaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Rumahku di deketnya sd inpres, mbak. Aku punya adek 1, umurnya masih 7 tahun. Dia nggak ikut cari botol kaya aku. dia kalo pagi gini sekolah, nti siang dia jaga rumah. Aku pengen kasih boneka ini ke adekku aja mbak. Nggak apa-apa kan mbak?” tanyanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“oh…ya jelas nggak apa-apa banget to! Lha memangnya bapak kamu kemana to dek?” tanyaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Aku aja juga nggak tau bapakku kemana. Kata ibu sih waktu aku bayi bapak pergi kerja, tapi kerja kok nggak pernah pulang? Hehehe..” katanya sambil tertawa lepas seolah tanpa beban dia ucapkan tentang ketidaktauan mengenai keberadaan bapaknya. Dalam hati aku sangat bersyukur bisa berjumpa dengan idolaku itu. Rasanya, tiap dia tertawa, aku juga merasakan kegirangannya. Dia sangat menikmati hidup, walau dia tahu perjalanan masa kecilnya dihabiskan untuk bekerja bukannya bermain seperti anak yang lainnya. Saat aku tengah larut dalam tawanya, diapun pamit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Mbak, aku ta’ cari botol lagi ya. ntar keburu siang.” Katanya sambil menjabat tanganku dan menciumnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Mbak, kapan-kapan aku boleh main kesini to? Makasih banyak ya mbak! Ntar kapan-kapan aku ajak adekku kesini, aku pengen dia kenalan sama mbak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rista. Boleh to mbak?” tanyanya sambil menjinjing karung berasnya lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Oh…Boleh…boleh banget. Tiap hari juga nggak apa-apa kok dek. Tenan lho ya, ta’ enteni pokoke! Jo’ bosen mrene lho ya! ya udah salam ya buat ibu dan adikmu,” kataku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;“Yoha, mbak. Suwun jajane!” katanya sambil berlari meninggalkan gerbang kosku. Kuperhatikan langkah kakinya yang riang tanpa keluhan. Akupun tau kenapa aku senang dan sangat kagum pada gadis cilik itu. Aku kagum pada semangatnya yang tak kenal mengeluh. Aku kagum pada tawanya yang tak kenal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rapuh. Ya…sosok itulah yang aku rindukan selama ini. Sosok itulah yang ingin aku jumpai lagi di tiap mimpi. Dialah jiwaku yang hilang selama beberapa hari ini. Pagi ini aku belajar suatu ilmu yang bagiku lebih berharga dari teori bangunan kapal, karna aku menemukan kembali semangatku yang bersembunyi akhir-akhir ini. Aku adalah gadis yang sangat,sangat beruntung karna masih bisa menikmati sejuknya udara pagi, nikmatnya bulir-bulir embun, dan indahnya senja. Aku masih sangat, sangat beruntung walau ada tembok raksasa yang berada di depanku menghalangi jalanku menuju kedinamisan , tapi aku masih mampu merasakan kehadiran orang-orang yang menyayangiku. AKu berjanji aku akan bangkit lagi. Aku akan kembali tersenyum dan menatap lantang ke tembok raksasa itu dan merobohkannya. Aku bukan si penyakitan. Aku bukan si pengecut yang menghentikan smua mimpi Cuma karna suatu vonis dari seorang makhluk Alloh. Aku akan kembali menggapai mimpi itu. Membiarkan sisa hidupku untuk menggapai smua mimpi-mimpiku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;TERIMA KASIH ASRI..ATAS SEMANGAT YANG TLAH KAU KIRIM….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-3585288515918249652?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/3585288515918249652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/01/gadis-itu-bernama-asri.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/3585288515918249652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/3585288515918249652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/01/gadis-itu-bernama-asri.html' title='GADIS ITU BERNAMA ASRI…………..'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-8547881936646561609</id><published>2009-01-07T23:44:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T23:46:33.337-08:00</updated><title type='text'>Untitled........</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Bismillah….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Malam tetap datang menemaniku, tak bosan juga dia menyapaku walau telah berkali-kali berjumpa dengan gadis ini. Kali ini, aku ingin menikmati teduhnya sinar rembulan, yang beberapa hari ini tak kujumpai cahayanya yang ramah itu. Aku rindu pada wajah bulan yang bisu itu. Rasanya, walau dia bisu, tapi dia slalu mengerti apa yang aku risaukan, apa yang aku bahagiakan. Dia selalu menyimak tiap lekuk perubahan raut wajahku. Aku rasa, dia sangat pengertian padaku. Tidak seperti matahari, yang tidak mampu aku pandang sinarnya, terlalu menyilaukan. Membuat mataku sakit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Malam ini, aku mencoba mencari sosok ramah yang menghilang beberapa hari ini. Aku ingin bercerita tentang suatu berita. Tentang seorang gadis yang sedang gundah menghadapi hidup. Hidup yang menurut dia terlalu indah dan sulit bagi dia untuk menikmati indahnya hidup itu. Saat dia sedang menikmati hiburan yang dihadiahkan alam padanya, dia harus dihadapkan pada kenyataan yang sulit dia terima. Kenyataan yang ingin sekali dianggap sebagai mimpi dan berharap dia Cuma sedang bermimpi. Tapi, beberapa kali dia memejamkan mata dan membuka matanya lagi, dia melihat bahwa itu bukan mimpi, itu nyata. Dia menganggap itu adalah mimpi terburuk dan ingin segera terbangun agar terbebas dari mimpi buruk itu. Keinginannya untuk menjadi gadis yang dinamis harus terbatasi karna suatu diagnose yang kedengarannya sangat mengerikan. Diagnosa yang menurutnya adalah tembok raksasa yang dibangun dari batu-batu gunung terkuat dan mempunyai pias yang tak terbatas, yang menghalanginya melanjutkan perjalanan mimpi panjangnya untuk menjadi gadis yang dinamis yang bebas menyalurkan smua kesempatan terindah. Diagnosa yang membuatnya merasa menjadi gadis lemah yang tak lebih dari seorang penyakitan yang Cuma berdiam diri di kursi pengadilan menunggu datangnya malaikat Izrail menyalami tangannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Melalui bait ini, aku ingin menghibur gadis itu. Gadis dinamis yang punya banyak mimpi indah yang belum terkabul itu berada lekat di sanubariku. Sakitnya yang dia rasakan, menjadi nyeri terkronis yang aku rasakan. Lekat dan menempel di hati ini. Dialah nyawa yang selama ini membuatku hidup. Dialah semangat yang membuatku bangkit dari keterpurukan tiap saat. Sekarang gadis itu lebih suka diam, sekarang gadis itu tak lagi ceria. Bulan, dimanakah engkau malam ini?? Aku ingin bercerita padamu. Aku ingin menangis, aku ingin membagi rasa sakit ini padamu. Aku ingin dia tersenyum lagi. Aku ingin gadis itu tetap bersemangat, meski sebagian mimpinya hilang. Aku ingin kamu menghiburnya. Buat dia tersenyum lagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Walau saat ini raga gadis itu sedang sibuk mencari sosokmu dan menangis pada malam,dan saat ini raganya Cuma bisa mengadu lewat bait-bait kalimat yang menjadi saksi betapa jiwanya kini sedang terguncang. Ya Alloh, sudah terlalu sering aku mencurahkan isi hatiku padamu. Dan aku yakin, Engkau pasti punya rencana indah untuk jiwaku ini, biarkan raga ini yang merasakan sakitnya. Tapi jangan jiwa ini ikut merasakannya. Aku….sang raga gadis dinamis itu, ingin menanggung semuanya, tapi jangan biarkan jiwa itu tertular pedih yang aku rasakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Untuk…..jiwaku yang sedang layu. BERSEMANGATLAH KARNA ALLOH TIDAK PERNAH MEMBERIKAN COBAAN DI LUAR BATAS KEMAMPUAN HAMBANYA………. AKU SAYANG KAMU.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-8547881936646561609?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/8547881936646561609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/01/untitled.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/8547881936646561609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/8547881936646561609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/01/untitled.html' title='Untitled........'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-8943142239539506981</id><published>2009-01-05T19:29:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T20:10:55.068-08:00</updated><title type='text'>AKU  INGIN MENULIS LAGI..........</title><content type='html'>Bismillah........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemm...lama banget nih gag posting. Maklum, dua minggu ini aku ujian akhir semester. Lagi sibuk belajar dan belajar. Alhamdulillah tiga mata kuliah telah kutempuh, yah...walau kebanyakan pake SKS alias sistem kebut semalam tapi insyaAlloh, berhasil kulalui dengan lancar, tinggal tunggu hasil aja. Terakhir mata kuliah MARPOL alias marine pollution and prevention. Tapi sekali lagi Alhamdulillah. Alloh telah membimbingku sampai sejauh ini. Tidak banyak yang ingin aku tulis  disini karena sebenarnya memang lagi pengen bermeditasi sebentar. Menenangkan hati dan pikiran yang sedang panas. Panas karena harus bergulat dengan rumus-rumus mekanika fluida, TBK, mekanika teknik, konstruksi kapal, ataupun panas karena masalah intern yang bergulat di sarafku, dan membuatku semakin tegang akhir-akhir ini. Rasanya bilik di otakku ini sudah tak mampu menampung ide. Melanjutkan novel pun tak mungkin. Ya...aku akui memang bagiku menulis bisa melampiaskan segala perasaanku yang meluap-luap layaknya air mendidih. Perasaan yang sering tak mampu aku ungkapkan kepada orang lain, perasaan yang lebih suka aku lukiskan lewat kata-kata dalam bait-bait tulisan. Rasanya lebih lega, rasanya aku puas mengumpat semua kemunafikan semu yang aku anggap nyata. Entah, mungkin karena aku cenderung suka bermain dengan tulisan atau karena hasrat bicaraku sangat sedikit. Bagiku, tidak bebas dalam berbicara dari hati ke hati jika bertatapan langsung, ada sesuatu yang kadang harus ditutupi. Aku sangat suka dengan pendapat "Scripta Manen Verba Volan", yang abadi itu adalah tulisan.&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, aku memang sedang ingin mengistirahatkan ide ini, untuk sesaat ingin kuabaikan berjuta kelebat ide-ide indah ini apalagi tubuhku juga sedang lemah, batuk yang telah berminggu-minggu menemaniku membuatku serasa habis berlari, tiap hari, lelah. Mungkin karena ingin konsentrasi ke ujian akhir ini tapi yang bukan mungkin adalah karena pikiran ini sedang tersita oleh sesuatu. Sebenarnya aku tak ingin membuatnya menjadi beban, tapi rasanya  semakin ingin aku membuatnya berlalu begitu saja, semakin "sesuatu" itu menekanku. Aku penat rasanya. Sebenarnya, aku sedang bersemangat tapi rasanya hati ini kering. Ibaratnya bunga, aku ini sedang mekar dan ingin terus mekar tapi kekurangan air. Sebenarnya juga, semakin ada sesuatu yang menggangguku maka aku akan semakin tertarik untuk akrab dengan sesuatu itu.&lt;br /&gt;FFFIIIIUHHH......Aku ingin berekreasi sebentar saja dengan bermain dengan ide-ide ini. Hanya untuk sementara saja. Jadi anggap saja ini cuma curahan hati seorang yang sedang rindu pada masa lalu.&lt;br /&gt;kehangatan seseorang yang aku rindu, dimanakah dia berada sekarang???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk.......kamu yang berada di suatu tempat di hatiku, tapi kini seolah hilang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-8943142239539506981?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/8943142239539506981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/01/aku-ingin-menulis-lagi.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/8943142239539506981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/8943142239539506981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/01/aku-ingin-menulis-lagi.html' title='AKU  INGIN MENULIS LAGI..........'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-8463703908835554675</id><published>2009-01-01T00:05:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T00:54:10.891-08:00</updated><title type='text'>RENUNGAN AWAL TAHUN..............</title><content type='html'>Malam tahun baru itu kulalui begitu saja. Ada perasaan tak tega jika harus melalui malam tahun baru i tu dengan bersenang-senang. Ada perasaan senang tapi lebih pantas dibilang rasa syukur tak terkira. Aku senang karena masih bisa berjumpa dengan tahun 2009, aku senang masih bisa berkeliaran tanpa perasaan cemas sedikitpun di hati, aku senang karena masih bisa bebas berkumpul dengan teman-teman menjelang awal tahun. Tapi kemarin, menjelang pesta kembang api, ada pandangan yang sangat kontras. Sekitar pukul 22.00, muncul sekelompok pemuda membawa spanduk besar bertuliskan "DOA KAMI UNTUK PALESTINA" sambil melafadzkan kalimat "ALLAHU AKBAR...LAILAHAILALLAH...". Sekelompok pemuda itu tergabung dalam suatu himpunan mahasiswa terkemuka. KEmarin aku memang sempat pergi ke suatu tempat yang cukup ramai di daerah sidoarjo. Tapi tak lama aku disitu. Entah kenapa, ada perasaan risih melihat hiruk pikuk di situ. Para Pengunjung yang rata-rata para pemuda pemudi itu seolah tak peduli dengan aksi mahasiswa tadi. Mereka terkesan diam saja. Tak tampak reaksi apapun dari mereka. YA...ALLOH...seperti inikah generasi muda Indonesia?????&lt;br /&gt;Aku langsung pulang saat itu juga. Benar-benar tak enak hati! Sejak awal aku merasa tak sanggup bepergian. Bagaimana mungkin, aku menyaksikan sendiri di tv bahwa Israel sudah berjaga-jaga dengan tank-tanknya menunggu perintah dari kabinet untuk melancarkan serangan daratnya ke Palestina. Sedangkan di sini, aku, kita sebagai sesama umat muslim justru tak ambil pusing dan tak mau terbebani dengan itu semua, dengan penderitaan yang akan dialami oleh Palestina!! Seandainya bisa, seandainya mampu, aku justru ingin menemani mereka di sana, cuma sekedar membagi kebahagiaanku menyambut awal tahun, cuma sekedar membagi kebebasanku pada mereka.&lt;br /&gt;Miris hati ini menyaksikan berbagai hiburan dimana-mana! Miris, jika membandingkan apa yang akan terjadi di ranah Palestina sana!!&lt;br /&gt;Tepat, pukul 00.00, terdengar suara kembang api dimana-mana! Keindahan kembang api di sini, dan kegetiran hati penduduk Palestina menyambut letupan meriam! Kemegahan awal tahun di sini, seperti halnya semangat ZIONIS TERKUTUK ISRAEL dalam meluluhlantakkan Palestina. Fakta yang sangat kontras bukan?? Tiba-tiba, aku terhenyak oleh getaran hp. kubuka message. Hhhh...seperti yang kuduga...ucapan selamat tahun baru..happy new year..atau entahlah itu. aku enggan membalasnya. Aku tidak ingin merayakan, memberikan selamat kepada orang-orang. Aku tidak ingin merasa bangga melihat indahnya pesta kembang api. AKu cuma ingin membaur bersama harapan-harapan saudara-saudaraku di PAlestina dalam menyambut tahun baru. Mungkin mereka cuma punya satu harapan pada tiap awal tahun baru yaitu YA ALLOH, HENTIKANLAH PERANG DI BUMIMU TERCINTA INI. Sangat sederhana bukan?? Andai saat ini aku bisa melihat indahnya kembang api, semoga awal tahun mendatang, mereka yang menderita di sana bisa tersenyum!&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan kembali ke surabaya itu, aku cuma terdiam. mulut ini enggan bergumam. Hati ini leleh oleh pilu yang mendalam. Ya.....aku sekali lagi cuma mampu berdoa dan berdoa. Semoga korban di tanah tak berdosa itu tak akan bertambah! Ya...awal tahun itu kuhabiskan di jalan. Tiap letusan kembang api memendar, aku cuma meliriknya dengan tatapan nanar. Ah....untuk apa aku bahagia cuma melihat seperti itu. Mungkin, bagi saudara-saudaraku di Palestina sana, letusan kembang api itu malah membuat hati mereka semakin berdarah karna merasa bahwa saudara-saudaranya sesama muslim tak mau peduli. Mungkin, letusan kembang api itu justru mengingatkan mereka akan ledakan rudal yang samasekali tak ramah pada mereka.&lt;br /&gt;Aku ingin awal tahun ini, kuhabiskan sepertiga malamku dengan bersimpuh di hadapanNya, mengadu akan kegundahan hati ini melihat penyiksaan tak manusiawi itu, aku ingin mengadu padaNya tentang semua keinginanku yang selama ini semu, aku ingin bercerita pada Nya tentang semua mimpi yang slalu menghantuiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEMIMU WAHAI AL AQSA...&lt;br /&gt;DEMIMU WAHAI BAITUL MAQDIS......&lt;br /&gt;DEMIMU WAHAI SAUDARAKU........&lt;br /&gt;AKU MINTA MAAF BELUM BISA MEMBAGI SENYUM INI UNTUK KALIAN........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi...tak ada yang abadi di dunia ini, begitu juga dengan kejayaan mereka(zionis)!! Aku yakin, Alloh telah meyiapkan "hadiah" terpantas untuk mereka (zionis terkutuk)!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catatan ini untuk semua generasi muda di seluruh pelosok negeri..............&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-8463703908835554675?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/8463703908835554675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/01/renungan-awal-tahun.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/8463703908835554675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/8463703908835554675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2009/01/renungan-awal-tahun.html' title='RENUNGAN AWAL TAHUN..............'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-6229083049630020049</id><published>2008-12-30T20:58:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T21:43:11.259-08:00</updated><title type='text'>SEPERTI MUNGKIN…………….</title><content type='html'>Hari ini, aku mendengar sebuah lagu karya musisi terkenal. Bukan lagu tipeku, bukan lagu metal seperti yang biasa aku dengar, melainkan lagu mellow bertema cinta. Sebenarnya isi yang aku tangkap dalam lagu tersebut sangat ringan, tapi entah kenapa, satu kali aku mendengarnya, aku langsung tertarik dan terbawa dalam tiap alunan akustiknya. Musiknya sangat jujur, sangat ringan, tapi rasanya tiap aku mengulangi lagu itu, semakin kuat daya tarik lagu itu. sungguh aneh! Tidak biasanya aku tertarik dengan music akustik seperti ini. Music tanpa iringan drum, music yang tanpa beat yang membuatku jantungku terpacu dan membuatku bersemangat! Tapi entah kenapa music yang satu ini lain bagiku. Walau tanpa beat namun sanggup membuatku aliran darahku menari seiring petikan nada. Berulang kali aku putar lagu itu. lagu itu sebenarnya titipan teman. Biasanya tiap laptop dipinjam oleh teman, pasti saat kembali ke tanganku sudah banyak folder baru, entah berisi lagu atau data-data mereka. &lt;br /&gt;Aku cermati bait-bait lagu itu. Ringan, namun mengena. Bagiku, lagu ini seperti puisi perjalanan cintaku. Sungguh mirip, sungguh berhimpit! Kuikuti syair musisi itu. andai ada gitar, aku ingin mencoba memainkannya. Rasanya, aku begitu larut, mencair dan bersatu lekat dalam bait nadanya. Bibirku ini komat-kamit bersatu dalam sajaknya…… beginilah syair itu :&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Mungkin………&lt;br /&gt;aku bisa bercinta dengan kamu kendati kata-katamu selalu menusuk jantung……… &lt;br /&gt;melukaiku...&lt;br /&gt;mungkin………………. &lt;br /&gt;ku mau memaafkanmu kembali demi cinta yang ada di hatiku meloloskanmu dari kata pisah&lt;br /&gt;mungkin sang fajar dan sayap-sayap burung patah &lt;br /&gt;menyaksikan kita berseteru slalu tak pernah damai&lt;br /&gt; mungkin cintaku terlalu kuat dan menutupi &lt;br /&gt;jiwa yang dendam akan kerasmu &lt;br /&gt;sehingga kita bersama&lt;br /&gt;mungkin……………… &lt;br /&gt;mungkin ku mau memaafkanmu kembali demi cinta yang ada di hatiku meloloskanmu dari kata pisah......&lt;br /&gt;mungkin…………….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Syair dalam lagu ini, pikirku, sangat jujur. Persis seperti curahan hati seseorang. tak ada yang ditutupi. Mungkin, syair dalam lagu ini mewakili seluruh suara hatiku. Mungkin, seperti inilah bahasa nuraniku. Mungkin, seperti itulah bahasa cintaku. Iya, benar, cinta itu tidak pernah mengenal gengsi seperti cinta syair ini. Andai, kamu ada disini, aku ingin kamu tahu, inilah barisan kalimat yang tertahan di salah satu geratan pita suaraku. Inilah semua bahasa tak kenal dusta yang ingin aku titipkan pada genggaman tanganmu agar kau slalu membawanya kemanapun kau pergi, agar kau tidak pernah melupakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lelaki di sebuah ruang di hati……………………….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-6229083049630020049?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/6229083049630020049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/seperti-mungkin.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/6229083049630020049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/6229083049630020049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/seperti-mungkin.html' title='SEPERTI MUNGKIN…………….'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-4538005959747541847</id><published>2008-12-27T20:29:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T21:39:46.505-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curahan hatiku'/><title type='text'>UNTUK PALESTINAKU...........</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/SVcQW4d6LhI/AAAAAAAAABk/GyW3pptQjQQ/s1600-h/palestina.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 184px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/SVcQW4d6LhI/AAAAAAAAABk/GyW3pptQjQQ/s200/palestina.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284710673043566098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Bismillah........&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pagi tadi, seprti biasa karena hari libur, tiap habis subuhan, aku tidur lagi. tapi kali ini, aku tidak bisa tidur nyenyak, karena sedari malam sesak nafasku kambuh. rasanya ada yang lari-lari di tenggorokanku, menggelitik bola-bola udara yang merengsek masuk menyapu batangnya. Tenggorokanku terasa gatal. Dan bunyi ngik...ngik....merdu dari dalam lorong paru-paruku sana seperti menjadi nyanyian pengiring tidur. Aku cuma bisa mengusir rasa sesak itu dengan minum banyak air. membuatku semakin sering terjaga karena kebelet ke belakang terus. Maklum...kemarin malam hujan deras mengguyur kota Surabaya ini sehingga aku terpaksa membatalkan niatku membeli obat di apotik. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekitar jam 08.30 aku terbangun oleh suara nada dering hp. ternyata ada sms dari GJ temanku satu jurusan. Aku memanggilnya GJ, sebenarnya namanya Windha tapi sejak SMA aku dan teman-teman memanggilnya GJ. kata dia, GJ singkatan dari  GENG JIHAD. Aku kagum pada temanku satu ini. dia begitu memegang teguh prinsip hidupnya. Dia adalah seorang akhwat yang ingin mengabdikan hidupnya dengan menjadi wanita sholeh seutuhnya. Bagi dia, pacaran itu tidak pernah ada dalam Islam, karena Alloh melarang bagi dua orang bukan muhrim untuk berdekatan. Bisa dibilang GJ termasuk orang yang berjasa mengantarkanku menjadi Rista seperti sekarang, memakai rok dan jilbab lebar. Dialah yang mengenalkanku dengan apa itu mentoring, apa itu jilbab dan apa hakekat jilbab itu sendiri. AKu bahkan baru tahu bahwa hukum jilbab itu wajib bagi muslimah setelah ikut mentoring bareng dia tiap hari Jumat siang. Aku sangat kagum padanya. Dan yang paling membuaku betah bersama dia adalah karena dia bisa menghormati prinsip masing-masing orang. dia tidak pernah memaksa kehendaknya terhadap orang lain. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;akupun membuka pesan yang dia kirim. isinya sebagai berikut : &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Berita Duka, saat ini saudara qt d Palestina menghadapi serangan dari zionis Israel. 200 rakyat Palestina dibantai. Mesir melakukan blokade. Mohon mobilisasi do'a, Smoga Alloh menguatkan saudara-saudar qt disana. sebarkan! &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;begitu membaca sms itu, rasanya dada ini bergemuruh seperti ada suatu gejolak di dalamnya. Aku merasa aliran darah ini seakan terhenti di ubun-ubun membuatku amarahku bersatu dan akan meledak. Dalam hati aku berteriak mengumpat Israel. "ISRAEL BAJINGAN!!!! ISRAEL IBLIS!!! ISRAEL TERKUTUK!!!" kemudian segera kusiram darah yang telah mendidih tadi dengan kalimat istighfar, Astaghfirullah....... segera kubalas sms GJ : Semoga Alloh memberikan perlindungannya bagi semua rakyat palestina. Aku yakin tempat terindah di akherat kelak yang akan menjadi hadiah dari Alloh untuk mereka yang teraniaya saat berjuang di jalan Alloh. Amin. kukirim pesan itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;setelah mengirim pesan itu, rasanya aku lemas tak berdaya. Kadang, aku merasa aku ini banyak omong. AKu cuma gembar-gembor membenci Israel tapi tak bisa melakukan wujud nyata dari rasa benciku ini. Aku ingin sekali membantu saudara-saudaraku di Palestina sana. Tapi bagaimana? cuma dengan sumbangan uangkah?? kadang aku ragu, kenapa penderitaan saudaraku disana tidak ada habisnya! padahal seluruh dunia sudah menyalurkan berbagai bantuan. Aku bahkan pernah membaca sebuah artikel tentang penderitaan wanita palestina. Wanita itu sempat melakukan percobaan bunuh diri dengan membenturkan kepala mereka. Wanita Palestina itu berkata :&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; "&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Bunuhlah kami. Lebih baik jika kalian membunuh kami. KArena kami mengandung anak-anak dari para zionis Israel. Bunuhlah kami agar anak terkutuk ini tidak bisa melanjutkan perjuangan bapaknya menindas Palestina. Bunuhlah kami!! Kami tidak perlu belas kasihan kalian!! Kami sudah terlalu lama menderita!! Bunuhlah kami!!" &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Sebagai sesama muslimah, aku malu membacanya. Bukankah itu sindiran untuk kita semua wahai muslimah di seluruh dunia?? Mungkin para wanita di Palestina sana sudah lelah menanti asa yang tak kunjung ada. Mungkin para wanita di sana sudah terlalu lelah dengan sikap bungkam yang gaib ini. kenapa gaib? karena tindakan kita tidak nyata!! Aku heran, kenapa ya mereka (muslimah) sanggup memakan daging dan meminum darah saudara mereka sendiri. bagaimana tidak, lha wong mereka saja gemar makan makanan junkfood produk yahudi yang penghasilannya akan disalurkan pada orang Yahudi di Israel untuk membantai orang Palestina. nah lho????? Gimana tuh. makanya jangan merem dong!! Buka mata dan mari bersama-sama membantu mereka yang tertindas di sana. Salahsatunya dengan memboikot produk yahudi.  di bawah ini saya kutip dari sebuah artikel yang saya baca :&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;“Saya berbaring di tanah yang berdebu dan merangkak ke belakang dinding pos keamanan Israel, mencari tempat aman untuk melahirkan, di atas pasir, seperti hewan. Saya m&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;emeluk bayi saya, ia bergerak sebentar tapi beberapa menit kemudian dia meninggal dalam dekapan saya,” kisah Rula Asthiya mengenang pengalaman pahitnya yang terjadi pada tanggal 26 Agustus 2003. Dengan menahan tetesan air mata, ia menceritakan bagaimana ia terpaksa melahirkan di pos militer Israel karena tentara Israel tidak memberinya izin melewati pos agar bisa melahirkan di Rumah Sakit Nablus. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Semoga........kita semua selalu mendapat hidayahNya dan selalu mendapat petunjuk dalam setiap langkah kita. Amin. Semoga Alloh tidak pernah mencabut rasa sabar dari hati saudara-saudaraku di Palestina bahkan terus menambahnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;TIAP TETES KERINGAT, AIRMATA DAN DARAH MEREKA ADALAH TIKET PENGANTAR KE ISTANA TERINDAH DI AKHERAT KELAK. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku Datang Dari Kegelapan ::..&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;..:: Aku Berjalan Di Dalam Kegelapan ::..&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;..:: Aku Kembali Kepada Kegelapan ::..&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; Sesungguhnya Di Sanalah Terang Sejati Akan Kutemui&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;jazakumullah...........&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-4538005959747541847?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/4538005959747541847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/untuk-palestinaku.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/4538005959747541847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/4538005959747541847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/untuk-palestinaku.html' title='UNTUK PALESTINAKU...........'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/SVcQW4d6LhI/AAAAAAAAABk/GyW3pptQjQQ/s72-c/palestina.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-6388006017125599064</id><published>2008-12-27T20:06:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T20:13:28.091-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flashback'/><title type='text'>KENANGAN MASA KECIL……………..</title><content type='html'>Bismillah……….&lt;br /&gt;Malam ini seperti biasa, kuisi dengan menulis. Tadinya pengen melanjutkan novel yang udah lama gak kelar-kelar, tapi entah kenapa pikiran ini blank, gag ada ide samasekali tentang kelanjutan novel ini.  Maklum, belum ketemu sama temen-temen Bali untuk cari info dan referensi tentang tempat bersejarah di Bali. Sekedar informasi saja, novelku mengambil setting di Ubud, Bali. Dan jujur, menurutku novelku kali ini benar-benar menguras tenaga karena aku harus mencari banyak informasi tentang tempat tinggal para tokoh dan juga harus belajar banyak tentang kepribadian cowok. Tokoh utamaku pada novelku ini sengaja aku pilih cowok karena aku bosan dengan tokoh novel cewek. Hehe…..bukan itu sebenarnya alasannya. Ada unsur pribadi yang tidak boleh disebutkan di sini. &lt;br /&gt;Kali ini aku ingin sedikit mengusik masa laluku. Flashback sedikit. Kembali ke masa lalu tidak ada salahnya kan? Sekedar untuk mereview apa saja yang telah kita lakukan selama ini dan menggaristebali kesalahan apa saja yang pernah kita lakukan agar kita tidak mengulanginya lagi. Bisa dibilang, masa laluku tidak terlalu indah. mungkin aku selalu iri bila mendengar teman-temanku bercerita tentang masa-masa kecil mereka. Hehe…kadang aku berkhayal andai aku seperti itu. Ah…tapi setelah aku pikir, untuk apa aku iri dengan mereka. Aku juga punya masa lalu yang bagiku sangat berharga dan sangat bermakna, tidak akan ada yang bisa menandingi betapa penuh warna masa laluku. Bahkan aku selalu bangga dengan masa lalu ini, Karena tidak semua orang punya masa lalu seperti aku. kebanyakan aku dengar dari teman-temanku, bahwa masa kecil mereka selalu bahagia, mendapatkan apa yang mereka inginkan, berkumpul bersama teman sebaya untuk bermain, dan segerbong cerita indah lainnya. Haha…beda dan sangat berbeda dengan aku. dulu aku pernah berpikir, kenapa Alloh tidak adil padaku? Kenapa teman-temanku selalu bebas bermain sesuka hati mereka, sedangkan aku tidak? Ya..maklum, pikiran anak-anak. Bahkan di buku diaryku waktu itu, pernah aku tulis kata-kata : AKU ANAK TIRI. Hahaha…..selalu ingin tertawa jika mengingatnya. Tapi itulah aku di masa kecil. Aku hidup di keluarga yang sangat menanamkan prinsip kedisiplinan. Maklum bapakku adalah seorang tentara. Bapakku juga sudah terbiasa hidup di keluarga militer karena kakekku juga seorang tentara. Semua anak kakekku bekerja sebagai tentara kecuali anak bungsu kakek, omku yang memilih menjadi seorang pelayar dan sekarang dia berada di Arab.  Sejak aku mulai sekolah di bangku SD, orangtuaku telah menanamkan pikiran di otakku ini agar aku tidak ikut-ikutan gaya teman-temanku semasa SD saat itu. Pokoknya aku Cuma boleh belajar dan sepulang sekolah tidak boleh mampir apalagi keluyuran. Padahal waktu itu lagi ngetrendnya main orang-orangan dari kertas (entah apa namanya, aku lupa). Dan parahnya lagi, teman-teman perempuanku saat itu selalu mengiming-imingi aku dan membujukku untuk bermain bersama mereka sepulang sekolah. Tetapi, karena rasa hormatku ( lebih pantas disebut rasa takut) pada bapak dan mama di rumah, maka aku selalu menolak mereka. Tidak jarang, tiap pulang sekolah, aku menangis di kamar, meratapi masa kecilku yang aku rasa pada saat itu tidak bahagia. Rista kecil menjerit, Ya Alloh, Kenapa Engkau memberiku orangtua yang tidak sayang padaku? Kenapa aku tidak boleh bermain bebas seperti teman-temanku yang lain? Aku iri pada mereka, kenapa mereka punya orangtua yang pengertian pada mereka? Tapi jeritan itu hanya dalam hati, tidak pernah serius aku katakan pada mama apalagi bapak. Rutinitasku tiap hari efektif adalah belajar dan belajar. Pernah suatu ketika, aku merasa teman-teman sekelas menjauhiku, aku tidak tau kenapa mereka tiba-tiba seperti itu. Dan yang lebih menyakitkan hati si Rista kecil saat itu adalah beberapa teman-teman cewekku yang tergabung dalam sebuah geng mengolok-ngolok aku. bahkan mereka tidak mau bersentuhan denganku, kata mereka aku ini menjijikkan. Hancur hatiku saat itu. Bahkan mereka juga menyebarkan pada teman-teman sekelas tentang diriku yang mereka anggap menjijikkan itu. Rista kecil memang sesosok bocah yang dekil, item, dan mungkin bagi mereka memang menjijikkan. Aku tidak pernah menyalahkan mereka saat itu karena aku memang merasa seperti itu, bahkan ada orangtua salahsatu teman yang juga mengatakan bahwa aku ini tidak pantas bergabung bersama anaknya ( sekarang beliau telah almarhum) . Saat itulah titik terendah yang aku rasakan pada masa kecil. tapi justru itulah yang akhirnya menjadi semangatku dalam meningkatkan prestasiku. Aku terus giat belajar. Aku benar-benar tidak perduli lagi dengan kesenangan teman-temanku. Dan akhirnya semua jerih payahku membuahkan hasil.  Pada saat ebtanas aku berhasil menyabet peraih NEM terbaik nomer 3 di kabupatenku waktu itu. betapa bangganya aku. kemudian akupun berpisah dari teman-temanku semasa SD karena aku keterima di SMP terfavorit di kotaku saat itu, sedangkan teman-temanku yang lain sekolah di kabupaten saja. Betapa bangganya aku, karena Cuma dua orang yang terpilih masuk SMP tersebut. Apalagi aku berhasil masuk kelas unggulan di SMP tersebut. sejak saat itu, aku merasa bahwa orangtuaku sangat menyayangiku. Merekalah yang membuatku bisa tetap berdiri seperti sekarang. Bapak yang disiplin yang selalu berpesan bahwa waktu di dunia ini sangat berharga dan mama yang selalu menjadi penyemangat saat aku lesu. Rista si bocah kecil yang menjijikkan itu kini bisa seperti sekarang (yang jelas sudah tidak dekil lagi). Semua berkat kalian, berkat orangtuaku, dan juga berkat ejekan-ejekan kalian yang membuatku bangkit saat itu. terima kasih teman-temanku. Dimanapun kalian berada sekarang, aku selalu berdoa agar Alloh selalu melindungi kalian dan menyinari hati kalian. Sebenarnya aku sangat merindukan teman-teman SDku ini, kapan ya kita bisa berkumpul? Wulan, Fira, Ninggar, Anisa, Rossy, Linda, Aden, Archie, Agil, Hanggar, Sony, Rizki, Kiki, Adam, dan smuanya yang belum aku sebutkan namanya, TERIMA KASIH atas semua kenangan yang telah kalian torehkan dalam lembaran-lembaran hidupku. Bagiku tidak ada yang lebih indah ketika kita bisa berkumpul lagi bertukar cerita tentang semuanya. Jangan lupa jika ada yang menikah, jangan lupa kirimkan undangannya ke rumahku ya. aku belum pindah kok, masih di sebelah rumah Hanggar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I MISS U FULL………. &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-6388006017125599064?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/6388006017125599064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/kenangan-masa-kecil.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/6388006017125599064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/6388006017125599064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/kenangan-masa-kecil.html' title='KENANGAN MASA KECIL……………..'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-3848770516625852998</id><published>2008-12-26T21:42:00.000-08:00</published><updated>2008-12-26T22:02:00.758-08:00</updated><title type='text'>P.S I LOVE YOU</title><content type='html'>Pernah nonton filmnya P.S I LOVE YOU gag? hemmmm...aku suka banget nih sama film satu ini. palagi aktornya si pria spartan ganteng, hehe...gerard butler! gag tau kenapa ya, aku kalo nonton film ini tuh kesannya natural gitu, gag dibuat-buat. aktingnya si hilary swank bener-bener alami banget. depresi istri yang ditinggal suaminya yang meninggal akibat tumor otak. kalo aku nangkep sih, si istri depresi karna belum bisa mengabulkan keinginan suaminya yang ingin punya anak. &lt;br /&gt;Awal nonton film ini aku belum bisa nangkep maknanya. baru setelah nonton yang kedua kalinya di kamar kosku yang tenang dan damai, baru aku nangis. Nyentuh banget filmnya. Gag tega aja liat holly (hilary swank) berjuang bangkit. Yang bikin aku tersentuh, waktu tepat hari ulang tahun holly yang ke 30, tiba-tiba dia mendapat kiriman kue ulang tahun dari almarhum suaminya. diapun kaget dan tidak percaya. namun dia akhirnya percaya karena di dalam bungkusan kue tarnya itu terdapat rekaman suara suaminya. Dalam rekaman itu, suami (Gerry) berkata bahwa dia belum bisa say goodbye pada istri yang sangat dicintainya itu. Almarhum Gerry ingin membantu istrinya bangkit dengan kiriman surat-surat yang berisi langkah-langkah yang harus dijalani sang istri. &lt;br /&gt;Film ini menurutku penuh makna. Bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Sehingga kita harus mempunyai jiwa yang lapang dan pikiran yang terbuka dalam menatap kehidupan nyata dunia ini. Dunia ini tidak seindah cerita novel drama yang kebanyakan kisahnya berakhir happy ending. Begitu juga dalam film ini. Ending pada film ini, mungkin sengaja diuat nggantung agar penonton bisa meneruskan sendiri ceritanya sesusi pikirannya dan imajinya. Yang jelas film ini tidak seperti kebanyakan cerita cinta yan berakhir happy ending. Ya....bagi penggemar drama pasti juga tau The Notebook. ya...menurutku fifty-fifty dengan The Notebook. TOP BGT deh pokoknya!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-3848770516625852998?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/3848770516625852998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/ps-i-love-you.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/3848770516625852998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/3848770516625852998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/ps-i-love-you.html' title='P.S I LOVE YOU'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-7172654889481714295</id><published>2008-12-25T20:38:00.000-08:00</published><updated>2008-12-25T22:07:11.835-08:00</updated><title type='text'>TERNYATA CUMA MIMPI.............</title><content type='html'>Hari ni mama menyuruhku berbelanja di pasar. Dia sudah menyiapkan list barang apa saja yang harus dibeli. Akupun membaca list itu. Mataku terbelalak seketika, banyak banget barang yang harus dibeli.&lt;br /&gt;"ma, ini semuanya yang dibeli?" tanyaku dengan kosakata yang acak-acakan. mama cuma mengangguk tanpa memperhatikan wajah putrinya yang udah kaya mayat hidup saking kagetnya. fffiuuuuhh....akupun menarik napas panjang. Sabar, pengorbanan mama gag ada bandingnya dibanding ini. akupun bergegas mengambil kunci motor dan meluncur ke pasar. Kebodohan pertama adalah aku tidak memakai helm. Untung aja gag ada razia polisi hari ini. Kebodohan kedua adalah aku tidak membawa tas jinjing buat barang-barangnya. oya..perlu diketahui, bahwa pasar yang aku datangi adalah pasar tradisional, bukan supermarket. maklum...rumahku terletak di daerah pinggiran. Ndeso gitu lah! kemudian akupun terpaksa membeli tas jinjing terlebih dahulu baru kemudian melancarkan aksi tawar-menawar membeli daftar kebutuhan rancangan mamaku. Yang membuat aku seneng kalo ke pasar adalah bisa membeli jajanan kesukaanku yang saat ini hampir punah keberadaannya. Tau kue cucur kan? nah itu tuh yang selalu bikin aku kangen rumah, trus ada lagi tuh makanan namanya "wajik ketan", hahaha....nama itu diambil karna bentuk makanan ini terbuat dari ketan dan berbentuk wajik, hemmmm...enak banget, manis gitu. Ih..ni mikirin apaan sih,belum apa-apa kok udah mikir makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyelesaikan tugas, kemudian akupun segera meluncur ke tempat orang jualan jajanan pasar. Yang jualan namanya mbah cokro, orangnya ramah banget. mama tuh sering beli di situ. transaksi jual beli pun dimulai&lt;br /&gt;"Sugeng enjing mbah (selamat pagi nek)," sapaku pada mbah cokro yang saat itu terlihat anggun dengan kebaya merahmuda dan jarit coklat, pakaian khas orang desa. Mbah cokro tampak kaget disapa oleh cewek SKSD alias sok kenal ini. Dia tampak mikir lama, baru kemudian ingat.&lt;br /&gt;"Oalah...nduk. Putrine bu Sulis yo (anaknya bu Sulis ya?)" tanya mbah cokro.&lt;br /&gt;"nggih mbah (iya nek), " jawabku.&lt;br /&gt;"Oalah...pangling aku nok, lha kowe wis gedhe ngene, ndisik la' seneng melu ibumu pas kowe isih cilik. Lha iyo saiki kok wis dadi prawan ngene. Bedo banget karo cilikanmu ndisik. saiki wis pinter macak yo, tambah ayu tenan kowe nduk (oalah...lupa saya. lha kamu udah besar gini, dulu kan suka ikut ibu waktu kamu masih kecil. sekarang kok udah jadi gadis gini. beda sekali dengan masa kecilmu dulu. sekarang udah pintar dandan ya, tambah cantik saja kamu)," kata mbah cokro sambil memegang janggutku. akupun tersipu-sipu. Ya Alloh aku dibilang ayu, alhamdulillah. Kemudian mbah cokro melanjutkan omongannya,&lt;br /&gt;" Piye kabare ibu bapakmu? kowe saiki kok jarang mrene maneh? (gimana kabar orangtuamu? kamu sekarang kok jarang kesini lagi?) " tanya mbah cokro lagi.&lt;br /&gt;" Oh...Alhamdulillah ibu kaliyan bapak sae kemawon. oh... kulo sampun kuliah dateng suroboyo mbah. lha nggih niki badhe tumbas jajan sekaliyan silaturahim, hehehe....," jawabku dengan grammar bahasa jawa yang acak-acakan. Aduhh....malunya. semoga mbah cokro gag sadar ma kalimatku yang acak-acakan ini. Maklum aku jarang ngomong bahasa jawa. Di rumah juga pake bahasa Indonesia biasa.&lt;br /&gt;"kabaripun mbah pripun? ( kabar nenek gimana?) ," tanyaku.&lt;br /&gt;" Aku yo koyo ngene iki nok. yo gag maleh-maleh. tapi alhamdulillah aku iso nerusno sekolah Ardi...yo wis syukur alhamdulillah. kowe isih eling karo Ardi to?" tanya simbah. Hah?? Ardi siapa lagi? mampus...lupa setengah mati nih.&lt;br /&gt;"Ardi? Ardi pundi mbah? hehe...nuwun sewu kulo kesupen,"jawabku cengengesan. pasti mbah cokro kecewa banget ni.&lt;br /&gt;"Oh...iyo mesti kowe gag eling lha aku yo lali ngenalne nang kowe nduk. yo engko nek Ardi wis entuk long wekkend, ta' kon dolan nang omahmu. bapakmu wis kenal mesti. wong ndisik dibantu bapakmu. yo wis iki arep tuku opo? cucur, opo wajik ketan?" jawab mbah cokro. fiuuuh...aku lega ternyata aku memang belum kenal dia. kemudian akupun memilih kue cucur dan wajik ketan.&lt;br /&gt;"Ardi pendidikan nopo mbah? kulo tumbas niki," kataku sambil menaruh jajanan itu di kresek.&lt;br /&gt;"Ardi ketompo karbol. yo saiki neng jogja kono. yo wis engko nek bocahe wis prei mesti dolan nang omahmu. salam kanggo bapak ibumu. ati2," kata mbah cokro.&lt;br /&gt;"Nggih mbah. suwun. assalamu'alaikum," pamitku. kemudian akupun menarik napas panjang. Ya Alloh terima kasih karna telah membimbingku berbicara bahasa jawa tadi. Jujur deg-degan banget tadi.&lt;br /&gt;Akupun pulang. Kukendarai motorku. Di tengah jalan berulang kali aku mendengar suara klakson. gag jelas nglakson siapa. sampai dirumah, akupun terheran-heran. kenapa ada bendera putih di depan rumah. Lho, siapa yang meninggal?? Akupun turun dari motor. dan betapa kagetnya aku ketika melihat mama menangis di pelukan bapak. Lho siapa sih yang meninggal? kemudian akupun melihat ada sesosok tubuh terbujut kaku. kudekati sosok itu dan rasanya kepalaku pening. aku melihat diriku yang terbujur kaku itu. hah...tidak masuk akal! kapan aku mati???? tadi aku kan masih ngobrol lama sama mbah cokro. trus kapan aku mati?????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aaarrrrrghhh................&lt;br /&gt;derrrt...derrrrt...derrrrt....ada yang bergetar di tanganku.Kemudian akupun sadar. Ternyata aku cuma mimpi di siang bolong. Ya Alloh syukurlah. ternyata semua cuma mimpi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian kubuka message di hp&lt;br /&gt;" mbak, ada berita duka. mbah cokro meninggal. kamu bisa balik ke madiun kapan?" itulah bunyi pesan dari mamaku. Ffffiuuuh......mungkin mbah cokro kangen sama aku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-7172654889481714295?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/7172654889481714295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/ternyata-cuma-mimpi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/7172654889481714295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/7172654889481714295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/ternyata-cuma-mimpi.html' title='TERNYATA CUMA MIMPI.............'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-4898594980633162065</id><published>2008-12-24T21:29:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T22:58:38.745-08:00</updated><title type='text'>I HATE ZIONISM!!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/SVMudGfAk5I/AAAAAAAAABc/rQeo6EkFmjg/s1600-h/hamas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 166px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/SVMudGfAk5I/AAAAAAAAABc/rQeo6EkFmjg/s200/hamas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283617865327481746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bismillah.....Dengan Menyebut nama Alloh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin menuliskan suatu kisah dari tanah tempat saudara-saudaraku menangis, menjerit dan tak berdaya. Saudara-saudaraku di Palestina. Kalian ingat seorang ikhwan hebat bernama YAHYA AYYASY. Seorang muhandis (insinyur) yang kini telah gugur dalam pembunuhan yang direncanakan oleh kaum zionis terkutuk Israel itu adalah sosok yang sangat hebat bagi semua rakyat Palestina dan juga teladan bagi ikhwan-ikhwan hebat yang berjuang di jalan Alloh. Dialah "sang Insinyur" yang telah menjadi hamasah (semangat) bagi rakyat Palestina. Dialah sang mujahid yang membakar habis rasa takut dalam diri rakyat Palestina. Yang membuatku begitu kagum padanya adalah keteguhannya dalam melawan teroris Israel. rasanya dia sudah benar-benar meninggalkan kesenangan duniawi. Yang ada dalam pikirannya hanya bagaimana cara mengusir dan memberantas kekejaman rezim zionis Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, dialah yang menjadi teladan bagi para pemuda Palestina untuk tidak gentar melawan Israel meski harus mengorbankan diri mereka. Setelah dia wafat, begitu banyak berita-berita tentang bom bunuh diri yang dilakukan pemuda Israel. Bagiku, dan bagi rakyat Palestina, Israel tidak pernah mendengar bahasa kami, mereka hanya mau mendengar rentetan peluru yang kami tembakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuatku heran, kenapa ketika saudara-saudara kita sesama umat muslim di Palestina sana menjerit dan berteriak karna harga diri mereka dirampas, kita disini seolah diam saja? Aku melihat masih banyak sekali umat muslim di sini yang terlihat tutup mata tidak mau tahu keadaan saudara-saudaranya disana. Aku heran, apakah mereka tidak tergugah hatinya ketika ada berita tentang bayi yang ditembaki oleh tentara bangsat Israel? Aku heran kenapa mereka tidak tertarik ketika ada seminar pengumpulan dana untuk rakyat Palestina??? kenapa??? Ya Alloh, maafkan hati ini jika aku tampak sombong, tapi aku benar-benar jengah dengan keadaan orang-orang disini!!! Sepertinya mereka buta,atau mungkin malah berpura-pura buta!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika membaca artikel-artikel tentang Palestina, terkadang aku tidak menyalahkan para teroris seperti Imam Samudra, Amrozi, Dr. Azhari,dkk yang benar-benar geram terhadap semua orang Amerika dan sekutunya. sehingga mereka tidak perduli walau mereka mungkin bukan pendukung adanya penindasan di Palestina. Jelas saja mereka geram, apalagi mereka pernah mengikuti pendidikan militan di Argentina untuk menumpas para zionis, lha gimana gak geram, mereka sebagai &lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt; istisyhadiyun &lt;/em&gt;(para pelaku syahid) melihat dengan nyata saudara mereka dibantai seperti itu. Aku saja yang bukan pelaku syahid geram apalagi mereka. Jadi jangan sepenuhnya menyalahkan para teroris itu! Salahkan pada mereka yang membuat teroris itu menjadi seperti itu. Salahkan Amerika dan sekutunya yang terus menopang Israel menindas bangsa-bangsa yang dibenci Amerika. Sudah terlalu banyak, kawanku, bangsa yang tertindas akibat Amerika. sebut saja Iran, Palestina, dan negara-negara lain. Aku sejujurnya berkata adalah pendukung Ahmadinejad, Yahya Ayyasy,serta para istisyhadiyun!!! Terkadang aku berpikir, kenapa Israel begitu tega menembaki bayi-bayi tak berdosa, orang tua yang tak berdaya, memperkosa para wanita lemah? padahal bagiku rakyat Palestin telah begitu baik mengijinkan mereka menumpang di buminya. Aku termasuk setuju dengan pendapat Ahmadinejad tentang holocaust. Ahmadinejad menyangkal sejarah holocaust. Akupun juga merasa aneh, karena jika memang benar tentara NAZI membumihanguskan kaum yahudi kenapa kaum yahudi (Israel) itu larinya harus ke Palestina dan merampas hak hidup rakyat Palestin? kenapa tidak Jerman saja yang memberikan sebagian daerahnya untuk Israel itu?? kenapa harus rakyat Palestina yang harus menanggung akibatnya?? Bagiku, holocaust hanya alasan bagi Israel agar mereka dikasihani, agar mereka mendapat dukungan dari publik!! tapi, tidak bagi kami, para pembela Palestina!! bagiku, Israel benar-benar harus segera diusir dari Palestina!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maafkan aku Ya Alloh jika aku geram seperti ini. aku hanya merasa tidak mampu berbuat apa-apa untuk membantu saudara-saudaraku yang menderita disana. ketika para wanita di Indonesia bebas berbuat dan berpendapat, sementara para wanita di Palestina tidak. mereka harus mengangkat senjata untuk melindungi anak-anaknya ketika suaminya harus berjihad di jalan Alloh. Ya Alloh, aku tidak bisa berbuat apa-apa, meski aku sangat ingin melakukannya. rasanya semangat ini sudah meletup-letup bagai lahar yang siap meletus kapan saja. Semoga, semakin banyak ikhwan di Indonesia yang berjiwa Yahya Ayyasy, yang menomorduakan kesenangan duniawi. untuk kalian, saudaraku, renungkanlah syair ini, syair yang menggambarkan perasaan seorang bocah Palestina yang kehilangan orang tuanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;(Sebuah renungan bagi kita semua, setelah saya melihat melihat film Fakta Kekejaman Israel Terhadap Kaum Muslim di Palestina)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: left;" dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:small;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ayah…kata mereka (Yahudi) engkau seorang penjahat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Padahal sebenarnya engkau bukan seorang penjahat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ayah…!! Mengapa mereka menjauhkan Engkau dariku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mereka menangkapmu tanpa memberi kesempatan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk menciumku walaupun hanya untuk sekali saja&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Atau untuk mengusap air mata ibu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ibu…!! Aku melihat air mata di kelopak matamu di setiap pagi,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apakah Palestina tidak berhak diberi pengorbanan…?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setiap hari aku bertanya pada Matahari&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ibu.., Apakah Ayah akan kembali pada suatu hari&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ataukah dia akan pergi selamanya sampai hari kiamat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Atau dia akan mengusap air mata ibu yang terus menetes setiap hari..?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Wahai ayah dimanakah engkau..?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ooohh bayi-bayi yang dijajah..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kini telah datang hari raya baru menggantikan hari raya tahun lalu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan bayi baru pun terlahir setelah bayi yang itu,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan para Syuhada berguguran setelah gugurnya Syahid yang lalu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sedang ayah masih disembunyikan dibalik jeruji besi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam sel yang mengerikan yang tidak layak dihuni oleh manusia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mana hari kemenangan dan kehancuran penjara-penjara besi itu..?,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Malulah kalian……&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Malulah kalian……&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";color:red;" &gt;Malulah kalian……&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Aku ingin Ayah pulang.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";color:blue;" &gt;Aku ingin Ayah pulang.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: center; font-family: arial;" dir="ltr" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Aku ingin Ayah pulang.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: left;" dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;UNTUK SAUDARAKU DI PALESTINA....AKU YAKIN ALLOH TELAH MENYIAPKAN TEMPAT DI AKHIRAT SANA YANG TERINDAH UNTUK KALIAN.&lt;br /&gt;BIARLAH ALLOH MENGUJI CINTA KALIAN PADANYA......NAMUN BALASAN TERINDAH YANG KALIAN TERIMA..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAMASAH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-4898594980633162065?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/4898594980633162065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/i-hate-zionism.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/4898594980633162065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/4898594980633162065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/i-hate-zionism.html' title='I HATE ZIONISM!!!!'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/SVMudGfAk5I/AAAAAAAAABc/rQeo6EkFmjg/s72-c/hamas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-1901724672069653902</id><published>2008-12-24T21:15:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T21:17:03.358-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curahan hatiku'/><title type='text'>AKU CUMA INGIN JADI DIA…………</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;Hey…teman, mari kita sambut malam yang cerah ini. Seperti kata salah seorang sahabat yang berkata bahwa suasana alam itu adalah cermin suasana hati kita (bener gag pak? Kalo salah dianggep bener aja ya!). Malam ini bagiku sangat ceria. Bintang-bintang tampak tersipu malu-malu tuh, wajahnya aja kadang redup kadang benderang. Senangnya melihat kawan-kawanku itu ceria lagi. Jadi aku bisa mengadukan isi hatiku pada mereka lagi.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Aku kali ini ingin mengundang kalian semua untuk menyedekahkan sedikit rasa bahagia ini. Aku berharap kalian tidak akan pernah jera menjadi temanku. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Hari ini, aku merasa seperti wajah telaga yang tak pernah bohong. aku kali ini ingin mengarahkan cerminku pada semuanya. Biar kalian semua tau yang sebenarnya tentang aku. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Waktu aku memperhatikan kolam di depan kampus teknik elektro, aku merasa seperti ada sesuatu yang membuatku tertarik untuk memperhatikannya. Ternyata aku senang memperhatikan kulit kolam itu. Kulit paling luar yang tiap hari ramah menyapa teratai di atasnya. Kuperhatikan dengan serius seperti memperhatikan dosen menjelaskan tentang  teori bangunan kapal. Aku tertarik dengan reaksi wajah air itu ketika disentuh angin, ketika disapa oleh hujan dan ketika menyambut undangan alam. Dia beriak saat angin menyentuhnya, dia menari saat hujan menyapanya, dan dia tak pernah menghindar dari undangan alam. Bagiku, wajah air itu sangat jujur. Tak ada satupun yang disembunyikan. Mirip seperti wajah bayi yang baru saja lahir, yang langsung memerah dan menjerit menangis. Begitu lugu dan jujur! Aku begitu terkesima memperhatikannya. Lalu aku bertanya pada diriku sendiri, kenapa aku tidak bisa seperti wajah air itu? Aku sering sekali menganggap diriku munafik. Sering kali aku menolak sesuatu padahal aku menginginkannya. Sering kali aku berada di depan orang dengan memakai topeng yang sangat tebal. Lalu aku berdiri dan tersenyum. Aku mendapat pelajaran berharga kali ini. Subhanallah…… Allahu Akbar…… Alhamdulillah. Berulang kali aku menyebut kalimat itu. Aku merasa baru saja Alloh menunjukkan sebuah hidayah padaku, baru saja Alloh menyampaikan suatu pesan melalui salahsatu ciptanNya padaku. Aku serasa baru saja melepaskan topengku dan seluruh atribut yang selama ini menutupi rohku dan aku merasa berdiri di hadapanNya dengan bertelanjang kemudian Dia memakaikanku atribut yang baru. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Teman-temanku semua yang pasti pernah mengira bahwa aku adalah perempuan mellow, seperti kata salah seorang senior yang aku anggap sebagai kakakku yang mengatakan bahwa aku begitu kalem. Hehe…… ya..memang ada kalanya aku seperti itu. Tapi jiwa tomboyku yang telah tertanam sejak SD masih melekat pada kulit darahku. Tapi, teman, dengarlah, bahwa aku barusaja mendapat sesuatu pesan, bahwa aku pasti bisa menjadi seperti wajah air di kolam itu yang tidak pernah menyangkal. Aku ingin tampil dengan “bertelanjang hati” di hadapan kalian. Sehingga tidak ada lagi yang aku tutupi dari kalian. Pasti kalian kaget ya waktu tau aku penggemar music heavy metal, rock,underground,bahkan punk! Pasti kalian tidak pernah menyangka bahwa Rista yang selama ini sering terlihat tampil kalem dengan memakai rok dan jilbab lebar itu adalah penggila music keras seperti itu. Mungkin banyak yang risih ketika berada di dekatku dan aku sedang asik mendengarkan lagu marylin manson, disturbed,distillers,dsb. Aku akrab dengan sapaan, “ris, lagumu itu loh, berisik banget! Cewek jilbaban kok dengernya lagu kaya gitu, gag cocok banget! Aku aja yang cowok risih dengernya.” Hehe…tapi aku cuek. Aku kapok bila harus jadi orang lain di depan kalian. Aku ingin tampil apa adanya di depan kalian smua. Aku tidak peduli jika ada orang yang merasa aneh melihatku seperti ini. Cewek yang memakai rok kemana-mana dan berjilbab lebar tapi berjiwa preman. Haha…biarkan anjing menggonggong. Toh aku tetap berjalan lurus. Toh aku tidak berpaling dariNya. Bukankan seharusnya manusia seperti itu? Jadi diri sendiri. Jika ada yang berpikir bahwa penampilanku tidak sesuai dengan hobiku, bagiku tidak masalah. Bukankah Gito Rolis dulu juga rocker? Kenapa mereka memandang music seperti itu identik dengan jiwa preman,dengan rambut acak-acakan dan berandal? Itu tidak benar. Dan aku ingin membuktikan pada teman-teman bahwa pendapat itu salah. Aku tidak akan pernah berubah menjadi seperti Broody Dalle, yang bercelana superketat dan rambut Mohawk dan berteriak-teriak. Tidak!! Aku tau seharusnya penampilan wanita seperti apa! aku tetap akan tampil seperti ini,seperti kodrat wanita seharusnya. Aku tetap akan menjadi rista yang kalian pikir. Mellow! Tapi jangan pernah mencela apa yang aku sukai.  Jika ada yang kecewa dengan kejujuranku ini aku mohon maaf! Aku Cuma ingin menjadi seperti wajah air di kolam itu. Yang tidak pernah menyangkal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;LUV U PREND……. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-1901724672069653902?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/1901724672069653902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/aku-cuma-ingin-jadi-dia.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/1901724672069653902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/1901724672069653902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/aku-cuma-ingin-jadi-dia.html' title='AKU CUMA INGIN JADI DIA…………'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-6771023707757712195</id><published>2008-12-24T21:02:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T21:05:52.570-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curahan hatiku'/><title type='text'>CINTA TAK BUTUH MATA………</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;Judul di atas pasti menimbulkan kontroversi. Ada yang pro dan ada yang kontra. Tapi bukan maksudku untuk mengundang kontroversi. Aku Cuma ingin membagikan perasaanku ini untuk smua orang.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Aku yakin smua orang pasti pernah jatuh cinta. Masalah kesampaian atau tidak, itu urusan kesekian. Aku Cuma ingin memamerkan lukisan hatiku ini pada smuanya yang juga pernah mencicipi menu istimewa bernama CINTA. Lukisan hatiku ini telah aku bingkai dengan rapi dalam sebuah puisi. Puisi ini aku berikan untuk kalian semua dan khusus untuk seseorang yang selama ini telah tertidur di rumah hatiku. Terima kasih, lelaki, telah kau sirami bunga-bunga di hatiku dan telah kau jaga rumah hatiku dari semua yang akan mencemari perabotannya. Terima kasih, lelaki. insyaAlloh, Jika Alloh menghendaki hati ini kamu yang genggam, maka aku tidak perlu memanggilmu disini, lelaki, tapi lelakiku, belahan hatiku, matahariku, dan berbagai panggilan indah untukmu. Semoga kata-kata dalam puisi ini selalu bisa menjadi kereta yang mengantarmu ke mimpi indah. Amin…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                            &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Cinta tak pernah butuh mata……….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti angin lincah dari gunung turun ke lembah&lt;br /&gt;Tak pernah butuh tongkat untuk mengarahkannya&lt;br /&gt;Seperti air dari muara berlari tanpa peta ke laut&lt;br /&gt;Ia buta, tapi bisa sampai di rumahnya&lt;br /&gt;Begitu juga hatiku, Ia juga tak punya mata, Ia Cuma punya wajah&lt;br /&gt;Wajah yang punya seribu bahasa, bukan mata, wajah yang punya seribu cermin, bukan mata&lt;br /&gt;Jika cinta butuh mata, takkan pernah ada ungkapan cinta itu buta…&lt;br /&gt;Mereka orang dulu pasti lebih tau kenapa ungkapan itu ada&lt;br /&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Ijinkan aku menjadi wajah yang selalu bersuara apa adanya dihatimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin menjadi seperti wajah air yang tak pernah berdusta&lt;br /&gt;Ia bergetar saat udara membisikkan kata di wajahnya&lt;br /&gt;Ia menari saat angin lincah menyentuhnya&lt;br /&gt;Ia selalu setia menemani awan menunggu surya tidur untuk keduanya bersentuhan&lt;br /&gt;Aku ingin menjadi seperti muka air yang tak pernah menyangkal&lt;br /&gt;Ia menguap tanpa serpih saat surya kembali bangun&lt;br /&gt;Ia membeku saat langit menjatuhkan dayang-dayangnya yang putih lembut&lt;br /&gt;Ia tak pernah bersembunyi dari perubahan dan gejolak hati&lt;br /&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Menanti awan kembali pada senja dengan tak pasti dan keduanya kembali bercumbu dengan kejujuran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ijinkan aku menjadi muka air itu,&lt;br /&gt;Yang merona saat disapa cinta, menjerit saat batin pedih, memerah saat asa hilang,dan merenung saat menunggu waktu&lt;br /&gt;Ijinkan aku menjadi dia, tanpa mata&lt;br /&gt;Tapi bisa menyentuhmu, bisa menari dihatimu&lt;br /&gt;Bagai air yang tak pernah menolak lumut  yang kotor&lt;br /&gt;Ikhlas pada langit yang memayunginya………&lt;br /&gt;Seperti aku yang selalu berdiri tegar menanti sang surya tidur dan malam datang mencari arti dirimu&lt;br /&gt;Seperti aku yang selalu mengakar pada bumi menanti sang surya bangun dan kau luruh menjadi embun yang membelai wajahku….&lt;br /&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Seperti aku yang tak butuh mata, saat memelukmu dalam asaku…seperti aku yang tak butuh mata saat mencintaimu… seperti air yang tak butuh mata saat menanti awan bercumbu dengannya……….seperti cinta yang tak pernah butuh mata…….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Lelaki,jangan pernah takut aku akan berpaling darimu hanya karna fisik atau apapun yang membuatmu cemas aku akan meninggalkanmu, karna hatiku ini tidak pernah punya mata. Dia hanya punya rasa. Dan rasa itu kini kamu yang jaga. Aku benar-benar tidak perduli orang mau berkata apa tentangmu, karna aku yakin kamu lelaki yang baik. Karna selama ini kamu telah menjaga hatiku, menguatkannya saat hati ini sedang rapuh dan mengendurkannya saat hati ini terlampau keras, dan menguatkan iman ini saat ia sedang malas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Terima kasih lelaki.  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="en-US"&gt;Untuk kamu semua dan kamu yang selalu menjadi menu special di hariku…………&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-6771023707757712195?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/6771023707757712195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/cinta-tak-butuh-mata.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/6771023707757712195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/6771023707757712195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/cinta-tak-butuh-mata.html' title='CINTA TAK BUTUH MATA………'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-3507550405776168399</id><published>2008-12-23T06:32:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T07:08:24.636-08:00</updated><title type='text'>SURAT BUAT MAMA...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/SVD-3Ox1G6I/AAAAAAAAABU/ujvWHuT3SlQ/s1600-h/sayang-bunda3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 143px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/SVD-3Ox1G6I/AAAAAAAAABU/ujvWHuT3SlQ/s200/sayang-bunda3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283002587718949794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="font-style: italic; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;kubuka album biru&lt;br /&gt;penuh debu dan nusa&lt;br /&gt;kupandangi semua damba diri&lt;br /&gt;kecil bersih, belum ternoda...&lt;br /&gt;fikirku-pun melayang&lt;br /&gt;dahulu penuh kasih&lt;br /&gt;kudengar semua cerita orang,&lt;br /&gt;tentang riwayatku...&lt;br /&gt;*kata mereka diriku slalu dimanja&lt;br /&gt;kata mereka diriku slalu ditimang&lt;br /&gt;nada nada yang indah&lt;br /&gt;slalu terurai darinya&lt;br /&gt;tangisan nakal dari bibirku&lt;br /&gt;tak-kan jadi deritanya&lt;br /&gt;tangan halus dan suci&lt;br /&gt;telah mengangkat tubuh ini&lt;br /&gt;jiwa raga dan seluruh hidup&lt;br /&gt;rela dia berikan...&lt;br /&gt;*kata mereka diriku slalu dimanja&lt;br /&gt;kata mereka diriku slalu ditimang&lt;br /&gt;ooh bunda ada dan tiada dirimu&lt;br /&gt;kan selalu ada di&lt;br /&gt;dalam hatiku...&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="font-style: italic; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mah, ini rista nyanyi buat mama! jangan nangis ya ma... maafin rista gag bisa ada di rumah nemenin mama saat hari ulang tahun mama. tadi aja waktu rista pamit, mama berkaca-kaca gitu. jangan gitu donk ma! rista udah gede sekarang, udah bukan rista kerempeng yang cengeng dulu. hik...hik...biar rista aja yang nangis. tanggal 25 besok, rista udah siapin kejutan buat mama. surprise deh pokoknya!! dijamin mama suka banget.&lt;br /&gt;Mama....tadi rista baca surat dr seorang ibu untuk anaknya...gini isinya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;Bila Ibu Boleh Memilih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ibu boleh memilih&lt;br /&gt;Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar&lt;br /&gt;karena mengandungmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ibu akan memilih mengandungmu !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan&lt;br /&gt;kebesaran Allah&lt;br /&gt;Sembilan bulan nak...&lt;br /&gt;Engkau hidup di perut ibu&lt;br /&gt;Engkau ikut kemanapun ibu pergi&lt;br /&gt;Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak&lt;br /&gt;karena kebahagiaan&lt;br /&gt;Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak&lt;br /&gt;nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ibu boleh memilih untuk ibu berjuang melahirkanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit&lt;br /&gt;kelahiranmu&lt;br /&gt;Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu&lt;br /&gt;pintu surga&lt;br /&gt;Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke&lt;br /&gt;luar ke dunia sangat ibu rasakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita&lt;br /&gt;berdua&lt;br /&gt;Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa&lt;br /&gt;sakit,&lt;br /&gt;Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun&lt;br /&gt;Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia&lt;br /&gt;Saat itulah...&lt;br /&gt;saat paling membahagiakan&lt;br /&gt;Segala sakit &amp;amp; derita sirna melihat dirimu yang merah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau&lt;br /&gt;harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ibu memilih menyusuimu,!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu&lt;br /&gt;dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat&lt;br /&gt;berharga&lt;br /&gt;Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu&lt;br /&gt;dalam kantuk ibu,&lt;br /&gt;Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak&lt;br /&gt;bisa rasakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang&lt;br /&gt;rapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle&lt;br /&gt;Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu&lt;br /&gt;Tetapi anakku...&lt;br /&gt;Hidup memang pilihan...&lt;br /&gt;Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka maafkanlah nak...&lt;br /&gt;Maafkan ibu...&lt;br /&gt;Maafkan ibu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle&lt;br /&gt;kehidupan kita,&lt;br /&gt;Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan&lt;br /&gt;kita yang hilang&lt;br /&gt;Percayalah nak...&lt;br /&gt;Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah nak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;bentar ya ma, pipi rista udah kaya aspal licin gini nih, banjir euy! Ma, rista percaya, Allaoh punya hadiah khusus buat mama. Rista yakin Alloh sayang banget sama mama, karena Alloh tidak henti-hentinya mengingatkan mama. Rista selalu punya doa untuk mama, rista selalu siap mendengar apapun yang ingin mama katakan! tanggal 25 besok umur mama bertambah tua. tapi entah kenapa aku gag pernah lihat sedikit kegelisahan di wajah mama. Aku selalu ingin berteriak "Aku Punya Mama yang Hebat! AKu akan buktikan Akupun juga bisa jadi wanita hebat seperti mama!"&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;Aku yakin bapak pasti bangga punya istri seperti mama. Mama yang selalu setia menemani bapak waktu bapak sakit-sakitan, mama yang selalu menjadikan keluarga nomor satu padahal mama adalah wanita karir yang supersibuk, mama yang tidak pernah lupa menyiapkan susu untuk bapak,aku,tya, dan bram, dan mama yang selalu menguatkan hati bapak,aku,dan adek2 saat kami rapuh... aku sungguh bangga sama mama.&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;HAPPY BIRTHDAY MOM!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LUV U 4EVER!!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-3507550405776168399?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/3507550405776168399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/surat-buat-mama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/3507550405776168399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/3507550405776168399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/surat-buat-mama.html' title='SURAT BUAT MAMA...'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/SVD-3Ox1G6I/AAAAAAAAABU/ujvWHuT3SlQ/s72-c/sayang-bunda3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-7529027662697410103</id><published>2008-12-23T05:28:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T05:30:23.305-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flashback'/><title type='text'>LANGIT MALAM INI…………</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Malam ini,entah kenapa terasa begitu teduh. Maklum,tadi sore hujan deras. Seusai maghrib,aku duduk di dipan depan rumah. Dipan kayu yang sudah entah berapa minggu tidak aku sentuh. Hemmm….. damainya malam ini. Aku sandarkan kepalaku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di dipan, kuhirup nafas dalam-dalam, kubiarkan embun merasuk dalam tenggorokanku dan membersihkan labirin paru-paruku. Kupandangi langit malam ini, begitu teduh. Muncul pertanyaan dalam benakku, kenapa ya kalo habis ujan, langit tampak cerah dan teduh, seolah telah mengeluarkan semua bebannya seharian? Ya…mirip seperti orang habis nangis gitu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Entah kenapa, saat memikirkan pertanyaanku itu, aku teringat masa laluku. Seperti ada yang menarikku kesana, ke tempat dan memory pada masa itu. Masa-masa ketika aku bersama seseorang. Dan entah kenapa, kubiarkan saja jiwaku melanglang buana di dalamnya, serasa menikmati film diri sendiri. Pasrah tapi sebenarnya memang ada ketertarikanku untuk kembali berada di sana. Melihat aktingku bersamanya kala itu. Haha…kadang tawa kecil ini menemaniku ketika aku melihat diriku melakukan suatu hal yang aku anggap lucu saat ini tetapi kadang hik…hik…tangis ini yang menemaniku,kala aku melihat diriku sedih. Apalagi ketika aku berada pada saat klimaks itu. Rasanya luka itu kembali melepuh dan meleleh bersamaan dengan hatiku yang kembali berdarah. Dan entah kenapa, saat tiba di adegan klimaks itu, rasanya aku emoh melanjutkan perjalananku lagi. Aku ingin kembali ke masa-masa yang membuatku tertawa tadi. Aku ingin berteriak STOP. Tapi aku tak mampu. Rasanya,semua itu tuntutan peran yang wajib aku maenkan dimana aku menjadi pemeran utamanya. Rasanya sang sutradara memintaku untuk terus berjalan menyusuri lorong memory yang dinding-dindingnya dipenuhi berjuta aktingku bersamanya. Akupun terus berjalan. Aku ingin menutup mata,aku tidak sanggup melihat semua terusan cerita ini. Adegan-adegan ketika aku sendiri tanpa dia lagi,adegan-adegan ketika aku merapikan smua barang pemberiannya, serta semua adegan ketika aku berjalan tanpa dia di sampingku lagi. Tapi ada satu seri saat aku memutuskan untuk berpisah dengannya. Kejadian yang takkan pernah aku dan dia lupakan. Ya…memang aku yang menginginkan perpisahan itu. Mungkin karena aku terlalu menyukainya hingga aku tak rela ketika dia harus membagi perasaannya untuk perempuan lain. Aku percaya dia tidak pernah bermaksud melukai hatiku karena aku tahu dia juga memiliki perasaan yang sama denganku. Dia hanya ingin menyedekahkan sedikit kasih sayangnya untuk perempuan yang belum seberuntung diriku. Lagi pula perempuan itu juga baik. Waktu, dia bilang padaku bahwa dia ingin menolong perempuan itu, aku sangat bangga padanya. Dia sosok lelaki yang sangat peduli pada wanita. Akupun menyetujuinya. Tetapi jauh di dalam lubuk hatiku terdalam, aku tak bisa rela kalo hatinya harus terbagi untuk perempuan lain. Semakin hari, bayang-bayang menakutkan itu semakin menyeruak keluar bagai asap. Kian lama, asap itu serasa berubah menjadi hantu yang siap menakutiku di tiap tidurku. Akhirnya aku sampai pada titik dimana aku lebih suka mengatakan sebagai klimaks. Dan smuanya terjadi. Dan tiba di ujung perjalanan di lorong memoryku ini, aku merasa ada seseorang yang berkata di depanku sana, tapi aku tak tau siapa orang itu atau mungkin hanya imajiku belaka. Dia berkata, “ terkadang kita perlu jatuh dari ketinggian yang tak pernah kita bayangkan, agar kita bisa merasakan sakitnya dan segera menyadari bahwa banyak sekali hal yang telah kita lewati begitu saja tanpa kita hiraukan keberadaannya sehingga kita bisa segera bangkit untuk terus mengumpulkan hal-hal berharga lain yang takkan pernah lagi kita abaikan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Aku lalu terhenyak dari lamunanku setelah orang dalam imajiku, entah siapa dia itu mengatakan pesan tersebut. Rasanya aku seperti mati suri. Aku tiba-tiba merasa merinding campur kagum,atas pesan tadi. Seperti seorang malaikat yang sengaja dikirim Alloh untuk mengajakku rekreasi refleksi diri. Setelah bangun dari mimpiku, aku tiba-tiba merasa punya energi luar biasa. Aku jadi penasaran, siapa ya orang bijaksana tadi. Apakah dia jodohku kelak. Haha..akupun tertawa lepas. Masa lalu memang bukan untuk dilupakan tetapi lebih tepat bila dijadikan untuk refleksi diri,bahkan bisa dinikmati. Ah…rasanya sekarang tubuhku serasa ringan sekali tanpa beban. Aku siap menghadapi apapun yang akan terjadi di depan sana. Baik ataukah buruk, aku akan tetap melangkah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Aku menarik napas dalam-dalam sekali lagi, rasanya kali ini udara lebih segar. Dan rasanya aku melihat, dia dan perempuan itu sedang tersenyum padaku. Akupun membalas senyumnya. Bukankah, lebih bahagia jika melihat orang yang kita sayangi bahagia. Lagipula sekarang aku juga sedang dekat dengan seseorang, dan akupun juga bahagia bersamanya. Dan sekali lagi, aku ingin melalui hari-hariku nanti bersamanya, berjalan beriringan dengannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Suasana hatiku seperti langit malam ini. Damai namun tetap bersemangat…..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-7529027662697410103?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/7529027662697410103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/langit-malam-ini.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/7529027662697410103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/7529027662697410103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/langit-malam-ini.html' title='LANGIT MALAM INI…………'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-945456106094900964</id><published>2008-12-23T05:23:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T05:27:12.575-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><title type='text'>HATIKU BERSEDEKAH…………….</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Malam ini seperti malam-malam yang lainnya. Aku habiskan waktuku dengan menulis artikel. Aku anggap rutinitasku ini sebagai pengusir sepi dan sarana penghibur. Namun, terkadang ada satu perasaan lepas ketika aku selesai menulis artikel-artikel ini, perasaan lega seperti baru saja meminum air zam-zam sehabis sa’i. rasanya, aku baru saja menuangkan semua bebanku sehari ini. Meneriakkan kekecewaan, kegelisahan, kesedihan, kemenangan, dan semuanya, tanpa ada yang terganggu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Tapi malam ini, serasa begitu berat. Seperti habis memikul karung goni berisi batu seberat satu ton di punggungku. Jiwaku serasa letih. Dan nafasku serasa diburu mimpi buruk. Tubuhku pun bereaksi atas keletihan itu, mataku mengeluarkan butiran air bening bagai mutiara di tengah gurun Sahara. Aku tau apa dan siapa yang membuatku seperti ini. Tapi aku ogah menyalahkannya. Dia tidak pantas diadili. Hmmmfh…aku menghempaskan nafas pelan, mencoba menata hati dan merapikan bilik hatiku yang sempat berantakan tadi. Kubiarkan saja mata ini mengadu pada malam, betapa letihnya ia, mengembara seharian. Kubiarkan hatiku merajuk pada hujan, bahwa hari ini ada sebuah berita yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ingin dia ceritakan namun takut pada tuannya yang terlampau rapuh mendengarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Sebenarnya hari ini adalah hari yang indah. sama seperti hari-hari lain ketika aku bertemu denganmu dan berbicara denganmu. Karena saat-saat itulah yang paling aku nantikan sepanjang hari. Bertemu dan berbicara denganmu. Menikmati lekuk wajahmu kala kau mengucap kata “aku bahagia hari ini”, mengikuti aliran matamu, dan memperhatikan gaya rambutmu. Aku memang sangat mengagumimu. Aku selalu merasa hilang adab ketika bersamanya. Aku tak yakin apakah ini hanya rasa kagum saja atau lebih dari itu. Tapi aku jelas sangat menikmati arus hati ini. Kemanapun ia membawaku, aku akan menyambutnya dengan siulan merdu. Bilik hatiku selalu menanti kehadirannya. Dialah penghuni ruang di bilik hatiku ini. Dialah sesungguhnya bilik hati itu. Dia sendiri yang akan datang dan tidur didalamnya. Aku akan selalu menyambutnya dengan senyuman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Tapi pertemuanku kali ini denganmu agak berbeda. Kau tidak seperti biasanya yang terlihat bergairah dan bersemangat. Kau tidak memberiku semangat kali ini. Akupun bertanya, ada apa denganmu, wahai bilik hatiku? Kenapa kau terlihat kusam hari ini? Mana cahaya yang selalu aku rindukan itu? Namun pertanyaanku itu aku simpan rapi dalam bilik hatiku ini. Aku tak punya nyali untuk bertanya. Aku tak mau kau terbebani dengan pertanyaanku ini. Kucari mata elang yang selama ini selalu menyalurkan api pembakar semangatku, tapi dia tak ada. Nihil. Kenapa aku tidak punya keberanian,kenapa tiba-tiba nyaliku kerdil? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Dan diapun mengatakan bahwa dia harus pergi. Dia bilang, aku akan lebih bahagia jika dia pergi. Tapi….tapi……. tidak….kamu salah…aku tidak akan bahagia jika kamu pergi!!!! Siapa yang akan mengisi bilik hatiku? Siapa yang akan menemaniku menjelajahi indahnya Andromeda? Siapa yang akan menyelimuti jiwaku ketika aku kedinginan karena sepi? Siapa yang akan membakar semangatku??? Siapa,siapa,dan siapa??&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kamu sudah telanjur menelanjangi ruang hatiku, sudah merampas keperawanan ruang hatiku. Aku merasa aku harus merebutnya lagi darimu, tapi tak bisa. Kamu terlalu terikat kuat dengan venaku. Aku hanya bisa membiarkan hatiku menjerit, mengadu pada kesaksian malam,kubiarkan airmata mengalir seperti sungai yang mencari laut. Aku meremas bajuku. Aku ingin teriak padanya, aku ingin minta pertanggungjawaban darinya atas semua yang telah dia rampas dariku. Aku baru sadar. Aku lebih dari skedar mengaguminya. Aku menyayanginya, aku ingin memilikinya. Kemudian dia hapus airmataku, dia tatap mataku dalam-dalam. saat itu kutemukan lagi, mata elang yang aku cari. Namun, mata elang itu ternyata berhati marmot. Dia lalu berkata,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;“biarkan aku pergi. Karena hanya dengan ini,aku akan lega. Aku tidak akan mengembalikan hati ini padamu, karena aku ingin menyimpannya sebagai hadiah terindah. Aku akan menjaganya, menyiraminya tiap hari, agar dia terus berkembang. Begitu juga kamu. Lepaskan aku, seperti aku melepaskanmu. Karna hanya dengan itu kamu tidak akan merasa kehilangan aku. aku akan tetap menjadi semangat di hatimu, asal kau tidak membencinya. Ree,aku tidak pernah meninggalkanmu.” Kemudian dia memegang tanganku dan meletakkan di dadanya sambil meneruskan perkataannya, “hati kita telah diikat oleh rantai,dan itu takkan pernah lepas oleh apapun. Cinta tidak harus selalu bersama. Dimanapun dia, asal kau menggenggamnya maka dia tidak akan pernah lari. Cinta ibarat bersedekah. Harus ikhlas. Jadi ijinkan aku pergi.” Diapun berdiri dan melangkahkan kaki meninggalkanku, namun aku tetap menggenggam tangannya,seperti anak yang tidak mau ditinggal ibunya dan merengek meminta ibunya untuk selalu menemaninya. Aku menangis. Runtuh sudah semua tembok pertahananku. Aku seraya memohon padanya untuk tidak pergi. Aku menjelma menjadi wanita lemah di hadapannya. Tapi dia kembali meyakinkanku bahwa aku harus mengikhlaskannya. Dia berkata, pada akhirnya tidak ada sesuatu yang kekal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Akhirnya dia pergi. Kupandangi kerikil yang tadi jadi saksi perjalanan panjang ini. Tapi, aku merasa bilik hatiku tidak kosong, masih ada yang mengisinya disitu, dan itu adalah dia. Aku mendapat satu pesan berharga yang ingin dia sampaikan padaku, bahwa hidup adalah ibarat bersedekah. Dan bahwa aku telah menyedekahkan sebagian hatiku untuknya, begitu juga dia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-945456106094900964?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/945456106094900964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/hatiku-bersedekah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/945456106094900964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/945456106094900964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/hatiku-bersedekah.html' title='HATIKU BERSEDEKAH…………….'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-2268288632167795422</id><published>2008-12-20T22:45:00.000-08:00</published><updated>2008-12-20T23:17:50.620-08:00</updated><title type='text'>KENAPA KAMU BERTERIAK?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/SU3tQeAzCiI/AAAAAAAAABI/9d_8_TUTWdE/s1600-h/marah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 198px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/SU3tQeAzCiI/AAAAAAAAABI/9d_8_TUTWdE/s200/marah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282138805165558306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terkadang aku heran kenapa orang yang marah sering ngomong keras bahkan sambil berteriak pada lawan bicaranya. Padahal jarak mereka begitu dekat. Kenapa ya? awalnya aku pikir, ah mungkin itulah kenapa Alloh memberi akal dan emosi pada manusia. Ketika seseorang sedang marah, emosinya cenderung labil dan dengan akal dan perasaan inilah yang bertugas menyetabilkan emosi itu lagi. Aku pikir, orang yang menanggapi suatu masalah tidak dengan emosi adalah orang yang sangat bijaksana dan hoho...Aku sangat menyukai orang seperti ini. Like my mom.&lt;br /&gt;Tapi tadi aku baru saja membaca sebuah artikel dan ada satu alasan yang membuatku tertegun sejenak dan sangat terpesona dengan artikel itu.&lt;br /&gt;Sedikit cerita ya. Jadi artikel itu menceritakan tentang seorang guru yang bertanya pada muridnya. Pertanyaan yang mungkin bagi sebagian orang terkesan tidak penting dan simpel. "&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Mengapa orang berteriak ketika sedang marah?"&lt;/span&gt;. Guru tersebut menanyakan pada murid2nya, apa jawaban dari pertanyaan itu. Tapi tak satupun dari jawaban murid-murid itu yang benar. Lantas guru tersebut berkata," &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;ketika sedang marah, orang suka berbicara keras bahkan berteriak pada lawan bicaranya atau pada orang yang membuatnya marah, karena pada saat marah hati mereka berjauhan. Sehingga mereka harus berteriak agar terdengar apa yang dikatakan.,semakin mereka berteriak maka hati mereka akan semakin jauh sehingga harus berteriak lebih keras lagi.&lt;/span&gt;" Begitulah jawaban guru tersebut. Murid2nya terpana mendengar jawaban guru itu. Sama seperti aku ketika membacanya.&lt;br /&gt;Kemudian guru tersebut kembali bertanya, " &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Mengapa ketika orang saling jatuh cinta selalu berbicara halus lembut?&lt;/span&gt;" dan kali inipun murid2nya tidak ada yang bisa menjawab. Guru tersebut kembali menjawab. " &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Karena ketika seseorang saling jatuh cinta, hati mereka begitu dekat. Saking dekatnya mereka bahkan tidak perlu bicara untuk mengutarakan maksud hati. Cukup dengan tatapan mata dan senyuman, maka itu sudah menjawab semuanya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku ambil kesimpuan dari artikel itu, bahwa sebenarnya, hal yang paling bijak dilakukan oleh orang yang sedang marah adalah diam. Karena menurutku diam bisa meredam segalanya. Jika terus berteriak akan membuat hati semakin jauh.&lt;br /&gt;INNALLAHA MA'ASSOBIRIN (Sesungguhnya Alloh mencintai orang-orang yang sabar)!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-2268288632167795422?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/2268288632167795422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/kenapa-kamu-berteriak.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/2268288632167795422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/2268288632167795422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/kenapa-kamu-berteriak.html' title='KENAPA KAMU BERTERIAK?'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/SU3tQeAzCiI/AAAAAAAAABI/9d_8_TUTWdE/s72-c/marah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-6619110987075433303</id><published>2008-12-20T22:16:00.000-08:00</published><updated>2008-12-20T22:24:56.260-08:00</updated><title type='text'>BINTANG ITU ADALAH IBUKU...........</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/SU3hJvwiyII/AAAAAAAAABA/482SWSnPS2c/s1600-h/ibu-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 248px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/SU3hJvwiyII/AAAAAAAAABA/482SWSnPS2c/s320/ibu-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282125495530604674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kasih ibu kepada beta…..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tak terhingga sepanjang masa…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hanya memberi  tak harap kembali….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagai sang surya menyinari dunia…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sepenggal lagu di atas selalu membuatku merinding jika mendengarnya. Selalu mengingatkanku pada sosok ibuku di rumah. Hemmm…bagiku ibu adalah malaikat yang dikirim Alloh ke bumi untuk melindungiku. Aku pernah membaca sebuah artikel motivasi yang berjudul “Malaikat Pelindung”. Awalnya aku pikir itu bukan artikel istimewa,tapi setelah aku baca, aku menjadikannya salah satu artikel favoritku. Artikel itu menceritakan tentang seorang bayi yang risau ketika dia akan dilahirkan ke dunia karena baginya di dunia banyak orang jahat. Tetapi Tuhan meyakinkannya bahwa Dia telah menyiapkan satu malaikat khusus yang akan selalu menjaga bayi itu selama di dunia. Dan Malaikat itu adalah IBU.&lt;br /&gt;Tulisanku ini khusus aku persembahkan untuk ibuku di rumah. Terima kasih ibu atas semua yang telah kau berikan padaku. Air susumu yang menjadikanku sehat sampai sekarang, airmatamu yang telah kau keluarkan ketika aku membuat kesalahan, waktu tidurmu yang sangat banyak tersita karena aku rewel tiap malam, jerih payahmu  dalam mencari uang agar aku bisa tetap menuntut ilmu sampai aku bisa seperti sekarang, serta semua pengorbananmu untukku yang mungkin telah aku lupakan. Oh…terima kasih ma. Aku merasa begitu beruntung memiliki ibu seperti mama. Maafkan aku jika aku sampai bisa melupakan kebaikanmu,karena sungguh aku tak mampu menyebutkan satu persatu. Tapi semua tersimpan dengan rapi di hatiku ini, ma. Sungguh, di atas semua nama-nama manusia, namamulah yang paling bersinar, bagai sang surya menyinari dunia.&lt;br /&gt;Maafkan aku ma, jika dulu aku pernah membuat mama menangis. Maafkan aku jika dulu aku pernah membuat mama kecewa. Iya, aku menyadari dulu aku hanya anak kecil yang sangat lugu, yang tidak peduli seberapa besar perjuangan mama dalam mendidikku agar aku jadi anak yang pintar dan sholehah seperti yang mama inginkan. Dulu aku hanya seorang anak SMP yang hanya memikirkan kesenangan semata,yang iri ketika melihat teman-temannya bisa meminta apapun yang mereka inginkan pada orangtuanya. Dulu, aku iri ketika melihat teman2ku bisa membuat orangtuanya bahagia,sedangkan aku tidak. Maafkan aku ma.&lt;br /&gt;Ibu,tiada lagi kata yang bisa aku ucapkan untuk mengungkapkan betapa tulusnya cinta kasihmu padaku. Aku hanya bisa menitikkan airmata ketika semua kesalahan-kesalahanku padamu menikam hatiku bagai palu godam,aku hanya bisa merintih ketika aku ingat padamu, ibu. Aku tak akan pernah bisa membalas semua yang telah kau berikan untukku. Sungguh, cahaya kasihmu terlalu berwarna untuk dilukiskan dan terlalu mahal untuk ditawarkan dengan apapun. Bahkan, galaksipun takkan mampu melukiskan semua itu, bahkan laut pun takkan sanggup membayar semua itu.&lt;br /&gt;Ya Alloh, ijinkan ibuku menemaniku sampai aku bisa mewujudkan impiannya itu, entah apapun impiannya itu,tapi aku yakin dia pasti ingin melihat putrinya bahagia dan sukses. Ijinkan aku membayar semuanya walau aku tahu aku takkan sanggup. Sekarang, aku Cuma bisa menangis mengingat semuanya.&lt;br /&gt;Mama ingat waktu dulu aku minta baju tapi mama belum bisa membelikannya untukku, lalu aku marah2 dan aku memaksa mama untuk membelikannya sekarang juga dan kemudian aku sakit, oh…aku takkan pernah lupa, ketika mama menangis tengah malam di hadapan Alloh. Aku dengar mama, menyalahkan diri mama kenapa mama tidak bisa membuatku bahagia. Aku waktu itu tahu semuanya. Aku ingin memeluk mama dan minta maaf, tapi aku takut. Aku tetap berpura-pura tidur. Aku merasakan mama membetulkan selimutku dan mencium keningku. Saat itu, hatiku remuk bagai dihujam berjuta batu. Hatiku menjerit, kenapa aku begitu tega membuat mama sedih seperti itu. Aku ingin memelukmu saat itu dan sekarang. Aku ingin berkata maaf padamu. Aku ingin membisikkan bahwa aku begitu menyayangimu, ma. Aku ingin mencium keningmu sama seperti waktu itu. Aku ingin melakukannya sekarang. Hanya doa yang selalu aku berikan untukmu. Hanya usahaku dan prestasiku yang bisa aku berikan padamu. Aku berjanji suatu saat akan bersimpuh di hadapanmu dan membuatmu tersenyum lega melihatku. Aku berjanji, ma.&lt;br /&gt;Sebenarnya tulisan ini ingin aku kirim padamu, ma. Sekarang juga. Tapi untuk apa. Mama hanya perlu kasih sayangku, mama hanya perlu cintaku, tidak perlu tulisanku,tidak perlu ibaku. Dan aku akan memberikan semua itu untuk mama.&lt;br /&gt;Untuk semua ibu di dunia, terima kasih atas kasih sayang kalian. Kami sebagai anak tak akan pernah sanggup membalasnya. Kami hanya bulan, dan ibu adalah bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT HARI IBU…………………………………………….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-6619110987075433303?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/6619110987075433303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/bintang-itu-adalah-ibuku.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/6619110987075433303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/6619110987075433303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/bintang-itu-adalah-ibuku.html' title='BINTANG ITU ADALAH IBUKU...........'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/SU3hJvwiyII/AAAAAAAAABA/482SWSnPS2c/s72-c/ibu-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-8684376348535142043</id><published>2008-12-12T21:14:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T21:57:09.462-08:00</updated><title type='text'>ANTARA AHMADINEJAD DAN CHE GUEVARA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/SUNOY0vJHhI/AAAAAAAAAA4/mrbOpZ_JD9o/s1600-h/70175817_2d6c113ae7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 197px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/SUNOY0vJHhI/AAAAAAAAAA4/mrbOpZ_JD9o/s320/70175817_2d6c113ae7.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279149376588553746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/SUNOYgQbubI/AAAAAAAAAAw/Ikq4lL8RntI/s1600-h/061115_Mahmoud_Ahmadinejad.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 169px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/SUNOYgQbubI/AAAAAAAAAAw/Ikq4lL8RntI/s320/061115_Mahmoud_Ahmadinejad.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279149371091040690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mahmoud Ahmadinejad (baca: ahmadinezhad), begitu nama lengkap Presiden Iran ke-6 ini. Ia lahir pada 28 Oktober 1965 di sebuah daerah tertinggal di Aradan,yaitu sebuah perkampungan di dekat ibu kota Iran, Teheran. Ia berasal dari keluarga tidak mampu dengan keadaan ekonomi yang serba terbatas. Ayahnya,Ahmad Saborhijan hanyalah seorang  pandai besi di Teheran. Sedangkan anak2nya berjumlah 7 orang. Hal ini membuat keadaan social mereka benar2 berada di bawah garis kemiskinan. Nama mahmoud Ahmadinejad sebenarnya adalah Mahmud Saborhijan,tetapi saat hijrah ke Teheran,ayahnya mengganti namanya menjadi Mahmoud Ahmadinejad yang dalam bahasa Parsi berarti ras yang unggul,bijak dan paripurna serta menunjukan semangat dalam mencari taraf hidup yang jauh lebih baik.  &lt;br /&gt;Ahmadinejad kecil adalah seorang anak yang akrab dengan nilai-nilai Islami. Pemikiran konservatif dan fundamentalis yang sekarang dia miliki memang telah diasah sejak kecil. Bagaimana dia memperlakukan seseorang telah dia ilhami dari pengalaman2 yang dia miliki sejak kecil. Gelar Ph.D yang dia miliki sekarang ini adalah hasil jerih payahnya selama itu. Bahkan kedudukan sebagai Presiden adalah bukti bahwa anak seorang pandai besi yang sangat miskin mampu berjalan tahap demi tahap untuk mengamini doa yang terselip di balik namanya. Dia terkenal sebagai seorang yang pemberani saat ini. Terkenal pantang mnyerah dalam mempertahankan harga diri bangsanya. Bahkan namanya termasuk dalam daftar tokoh  yang paling popular saat ini. Yang jelas dia berhasil membuat George W. Bush saat itu benar2 berang. Kata2nya yang penuh semangat “……&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Dunia harus tahu,bahwa Iran tidak akan mundur seincipun dari haknya untuk menggunakan nuklir untuk tujuan damai&lt;/span&gt;” benar2 berhasil membuat AS dan sekutunya kelimpungan. Bagaimana tidak, AS yang dulu sempat berhasil mencengkeram Iran saat pemerintahan Iran dipegang oleh Syah Reza Pahlevi,tiba2 harus terlepas dari genggaman AS hanya karena seorang murid pemberontak Imam Khomeini yang bagi AS kecil dan hanya bermodal dengkul. Tapi kini Ahmadinejad telah membuktikan bahwa dirinya patut diperhitungkan sebagai rival AS,terutama dalam hal politik. Pengembangan nuklir yang kini sedang gencar dia jalankan mendapat banyak tekanan dan ancaman dari rivalnya (sebut AS dan sekutunya),namun dia tetap keukeuh untuk tetap mengembangkan nuklir tersebut karena baginya pengembangan nuklir itu nantinya adalah untuk kesejahteraan rakyatnya. Dalam berbagai media,disebutkan bahwa AS dan sekutunya sangat gencar melarang Iran untuk melakukan pengembangan nuklir karena bagi Amerika hal itu sangat berbahaya dan bisa membahayakan banyak Negara,padahal Amerika dan sekutunya sendiri juga melakukan pengembangan nuklir,malah Amerika yang memotori Israel melakukan pengembangan nuklir yang ditujukan untuk antisipasi terhadap serangan Iran. Hal inilah yang menjadi pertanyaan besar bagi Ahmadinejad,mengapa Amerika sangat melarangnya untuk melakukan pengembangan nuklir yang notabene sudah dijelaskan bahwa program tersebut ditujukan untuk kepentingan perdamaian dunia dan kemajuan bangsanya semata,sementaraAmerika sendiri juga melaksanakan program tersebut? Apakah Amerika tidak suka melihat Iran bangkit sebagai bangsa yang maju? Itulah yang menjadikan Ahmadinejad semakin ngotot untuk mempertahankan proramnya. Baginya, pengembangan nuklir ini merupakan harapan sekligus doa rakyatnya yang telah lama hidup dalam penindasan dan kemiskinan,sehingga dia harus memperjuangkannya,walau ancaman,embargo,dan pengasingan menghadang di depan mata. Dia berkata, “ ….&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Perang kita sesungguhnya belum  lagi dimulai,bahkan jika seandainya amunisi kita telah habis,kita tetap akan membela tanah air dan revolusi kita dengan kuku-kuku dan gigi-gigi kita&lt;/span&gt;,”. Kata-kata itu mencerminkan pribadi Ahmadibejad yang pantang mnyerah dan pemberani. Dia percaya, rakyat2nya akan selalu berada disampignya untuk melawan segala bentuk penindasan. Dia memang sosok yang sangat dicintai oleh rakyatnya dan benar2 seorang pejuang yang tak kenal letih dalam mempertahakan martabat bangsanya dan memperjuangkan kesejahteraan rakyatnya. &lt;br /&gt;Melihat sosok Ahmadinejad yang pemberani serta pantang menyerah serta dianggap pemberontak oleh sebagian kaum tentu mengingatkan kita pada tokoh legendaries Che Guevara. Bedanya Che adalah seorang pemuda yang berasal dari keluarga berkecukupan di Argentina yang kemudian setelah lulus dari fakultas kedokteran kemudian di mengembara di Amerika Latin dan dia melihat pemandangan yang membuatnya hatinya tersentuh melihat kemelaratan penduduk tersebut. Che sosok yang sangat menentang imperialisme. Dia juga pantang menyerah dalam memimpin para pemberontak revolusioner di Guatemala yang menentang kaum  imperialis AS. Kehidupannya berakhir ketika dia berada di Bolivia, saat itu dia dibunuh oleh tentara Bolivia dengan sebelumnya ditangkap oleh CIA. Namun sampai sekarang sosoknya seakan menjadi teladan bagi orang-orang agar berani melawan penindasan dan ketidakadilan. Begitu juga dengan Ahmadinejad,sosoknya sangat dikagumi oleh rakyatnya, begitu dicintai, karena kesederhaannya dan  keberaniannya. Ahmadinejad adalah Che Guevara Islam yang pemberani dan pantang menyerah,memerangi segala bentuk penindasan pada bangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-8684376348535142043?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/8684376348535142043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/antara-ahmadinejad-dan-che-guevara.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/8684376348535142043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/8684376348535142043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/antara-ahmadinejad-dan-che-guevara.html' title='ANTARA AHMADINEJAD DAN CHE GUEVARA'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/SUNOY0vJHhI/AAAAAAAAAA4/mrbOpZ_JD9o/s72-c/70175817_2d6c113ae7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5079141677540452084.post-5892099177507274395</id><published>2008-12-11T17:23:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T17:59:15.866-08:00</updated><title type='text'>BELAJAR DARI KESEDERHANAAN AHMADINEJAD</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/SUHE9pAnMlI/AAAAAAAAAAM/pqJ8oDzYBdg/s1600-h/uXKpZegVkQ.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 254px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/SUHE9pAnMlI/AAAAAAAAAAM/pqJ8oDzYBdg/s320/uXKpZegVkQ.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278716801514418770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dalam sebuah buku yang aku baca,tentang biografi seorang tokoh panutan yang sangat aku kagumi,tidak lain dan tidak bukan ialah seorang presiden Iran "Mahmoud Ahmadinejad",aku sangat terpesona membaca tiap kalimat yang mendeskripsikan tentang beliau. betapacintanya beliau pada rakyatnya.&lt;br /&gt;Ahmadinejad,mantan walikota Teheran yang terpilih menjadi presiden Iran ini adalah sosok yang sangat dinantikan oleh rakyat Iran yang telah lama berada dibawah kekuasaan AS. rakyat Iran yang telah lama tertindas sangat nenantikan tokoh seperti Ahmadinejad. Walau bukan berasal dari kalangan ulama tapi dia sangat menjunjung tinggi dan menjaga Revolusi Islam Iran 1979.&lt;br /&gt;salahsatu alasan mengapa aku sangat mengagumi dia adalah sifatnya yang pemberani dan pantang menyerah terutama dalam menetang Amerika. dia juga sosok yang snaagt mencintai rakyatnya. terbukti, bahwa dia sangat mengutamakan hak rakyat. aku sanagt terharu ketika membaca salahsatu blog,disitu Ahmadinejad berkata,"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Saya bukanlah presiden, saya adalah pelayanan rakyat". &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;aku mengoleksi foto2nya,salahsatu foto yang aku kagumi adalah ketika dia solat di tepi jalan dengan las seadanya dan ketika dia tidur di lantai tanpa kasur mewah layaknya seorang presiden. begitu sederhanya sosok seorang presiden.&lt;br /&gt;aku mendukung dan sangat kagum padanya setelah melihatnya tak gentar berorasi mnentang amerika.&lt;br /&gt;Ahmadinejad yang begitu mengundang rasa penasaran publlik dengan tindakan ngototnya melawan amerika dan sikap kontroversialnya menyangkal holocaust ini juga menbuat rakyat Iran terpana ketika dia rela menyumbangkan karpet istana ke sebuah masjid di teheran dan menggati karpet istana dengan karpet murah,karena baginya kepentingan rakyatlah yang paling utama.&lt;br /&gt;jujur,aku pngen banget ketemu beliau. aku cuma pengen berkata sebagai slahsatu orang yang begitu mengaguminya bahwa aku pengen negaraku indonesia punya seorang pemimpin seperti beliau yang selalu mengutamakan kepentingan rakyat di atas asegalnya. Subhanallah.... InsyaAllah segala perjuangan Ahmadinejad mendapat balasan setimpal dari Alloh SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5079141677540452084-5892099177507274395?l=aurista.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aurista.blogspot.com/feeds/5892099177507274395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/belajar-dari-kesederhanaan-presiden.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/5892099177507274395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5079141677540452084/posts/default/5892099177507274395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aurista.blogspot.com/2008/12/belajar-dari-kesederhanaan-presiden.html' title='BELAJAR DARI KESEDERHANAAN AHMADINEJAD'/><author><name>rista</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01453101021293652082</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/S7wd7yFveEI/AAAAAAAAACE/wV4p_dHBSUI/S220/DSC_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qnQBdT2SyQg/SUHE9pAnMlI/AAAAAAAAAAM/pqJ8oDzYBdg/s72-c/uXKpZegVkQ.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
